cerita bokep

Tiara Siswi Cantik Menggoda

Tiara ABG yang masih duduk di bangku SMP , tapi sudah sering berganti ganti cowok . Karena ke cantikan dan ke sexy-an nya telah menarik birahi wali

kelasnya . Wali kelasnya berhasil memancingnya ke kantornya , dan memperkosanya di sana , tidak hanya itu wali kelasnya juga berencana menjadikan

Tiara budak sexnya.

“ Tiara , lihat hasil ulangan kamu , tidak lebih dari angka 4 “ kata pak Fajar . Tiara menundukan kepalanya .

Baca Juga: Pacarku Sherly Buah Dadanya Besar

“ Apa kamu pikir bisa , naik kelas dengan hasil seperti ini , sebentar lagi ujian kenaikan kelas , bagaimana ini..” kata pak Fajar lagi .

“ ma maaf pak..” kata Tiara terbata .

“ dengar Tiara , sebagai wali kelas mu , saya tak mau kamu tinggal kelas , saya tak mau ada satu murid pun tinggal kelas , saya malu..” kata pak Fajar lagi .

Tiara terdiam . Lalu pak Fajar dengan lembut membelai rambut halus Tiara . Dia berkata lembut “ nah , Tiara , coba katakan , apa kesulitanmu.?” .

“ eh , saya sulit manghafal rumus pak..” kata Tiara .

Pak Fajar menarik nafas , dan berkata “ begini saja , sepulang sekolah nanti , kamu ke mari , aku akan memberi kamu les privat , gimana..?” .

“ terima kasih pak , tapi saya tak punya biaya pak..” kata Tiara . Pak Fajar tersenyum “ saya tak minta uang , saya hanya mau membatu kamu..” .

“ terima kasih pak , saya akan kemari setelah bubar sekolah nanti “ kata Tiara .

“ Bagus Tiara , sekarang kamu boleh kembali ke kelas , belajar yang rajin yah..” kata pak Fajar .

Tiara berjalan keluar ruang pak Fajar . Tubuhnya yang ramping , bertambah sexy dengan Rok birunya yang agak mini , 10 cm di atas lutut . Memperlihatkan kakinya dan sebagian pahanya yang putih mulus . Wajah imut murid kelas 2 SMP itu ,telah menarik nafsu pak Fajar .

Pak Fajar adalah kepala sekolah , yang juga wali kelas Tiara . Pak Fajar selalu berlaku , wibawa tinggi dan sopan santun . Semua guru ,apa lagi murid murid segan dengan dia . Dengan umurnya yang 45 tahun , wajahnya cukup ganteng . Dan tubuhnya atletis , maklum dia sangat suka berolah raga .

Tapi di balik semua itu , Pak Fajar mempunyai nafsu bejat terhadap Tiara . Sudah lama dia memperhatikan Tiara .

Di lain pihak , Tiara memang ABG yang rusak . Dia memang seperti perek . Hobinya gonti gonti cowok . Dan mengejar cowok yang berduit . Walau usianya baru 14 tahun , tapi karena pergaulnya yang bebas , Dia jadi seperti itu . Bahkan ada gosip gosip yang berkata , Tiara juga menjual dirinya pada om om..

Inilah yang membuat Pak Fajar makin nafsu sama Tiara . Dia memakai alasan memberi les privat , tapi sebenarnya akan melecehkan Tiara .

Siang itu tepat pukul 1.30 siang . Semua murid keluar meninggalkan kelas . Dan Seorang di antaranya berjalan menaiki tangga ke lantai 3 , dimana ruang kantor pak Fajar berada . Dia mengetuk pintu .

“ masuk , ayo masuk ..” sambut pak Fajar. Tiara masuk ke ruang itu . Kening nya tampak berkeringat . Pak Fajar memberinya tissue “ nih , hapus keringat mu..” .Lalu menyuruh Tiara duduk di sofa .

“ Terima kasih pak “ kata Tiara ,lalu duduk di Sofa . Mata pak Fajar menatap tajam paha Tiara , yang rok mininya agak terangkat . Tiara entah sadar atau tidak , dia duduk diam dan tersenyum , sambil menghapus keringat di keningnya .

Lalu Pak Fajar memberinya , kertas berisi soal soal matematika . “ Tiara ,Coba kerjain soal soal ini” . Tiara mengambil soal itu . Kening mengenyit . Lalu dia mengambil pen nya . Pen itu hanya di putar putar oleh jari jarinya .

Setelah beberapa saat , tanpa melakukan apa pun ,pak Fajar menegurnya “ kenapa , sulit yah..” . Tiara mengangguk “ iyah , pak saya tak mengerti ..” .

Pak Fajar memgambil kertas soal itu . Dia merobeknya , “ matematika itu memang menyebalkan yah ..” katanya . Tiara benggong melihat kelakuan Pak Fajar itu .

“ Tiara , kamu tak perlu belajar matematika yang menyebalkan ini , Saya bisa memberimu nilai 10 , setiap kali ulangan , tanpa kamu susah susah belajar , asal kamu mau ….” . Tangan pak Fajar meraba lutut dan paha Tiara .

Tiara berdiri , dia kaget . Dadanya berdegup keras . ABG berpengalaman seperti Tiara tentu tahu maksud buruk pak Fajar . “ asal saya mau apa Pak ? ..” katanya .

Pak Fajar tersenyum “ asal kamu mau memuaskan nafsu saya , Tiara saya tergila gila sama kamu..” .

“ maaf pak , saya tak bisa..” lalu Tiara berjalan ke arah pintu . Dan membuka pintu . Tapi pintu itu terkunci . “ Pak tolong , bukakan pintunya pak..” kata Tiara .

Pak Fajar hanya tersenyum . Tangannya lalu meraih sebatang Rotan .

Tiara mulai panik , tangannya memukul mukul pintu . kakinya juga menendang nendang pintu . “ Tolong , tolong…. “ jeritnya panik .

“ iyah , tolong tolong , saya mau memperkosa perek yang bernama Tiara..” kata pak Fajar mengejeknya .

Tiara terus berteriak , tapi tak ada orang lagi di sana .

Tiba tiba “ ctarr…” . Pak Fajar tepat memukul pantanya keras . Tiara menjerit keras sambil memegang pantatnya . “ Auuuwww sakitt ammpun jangan pukul pak..” . Pak Fajar tertawa .

“ Tiara , saya itu cinta damai , saya tak suka kekerasan , asal kamu menurut , aku tak akan memukul kamu , Tiara sayang..” . kata Pak Fajar .

Tiara gemetar . Dia menetap pak Fajar . “ Tiara sini dan duduk di Sofa itu .. “ . Pak Fajar memerintah Tiara . Tiara pun menurut . dia duduk lagi di sofa itu .

Dan pak Fajar duduk di meja kerjanya . Tangannya memegang batang rotan itu . Tiara Agak gemetar ketakutan “ pak , ampun jangan pukul saya…” . Pak Fajar tersenyum , lalu dia meletakan batang rotan itu .

“ tenang saja , saya tak akan memukul kamu asal kamu nurut ngeti..” . Tiara terisak dan mengangguk.

“ Tiara , saya banyak mendengar gospi gosip , katanya kamu suka di booking om om yah ?” tanya Pak Fajar . Tiara terhentak “ tidak pak , sumpah , saya tak pernah , gosip itu cuma untuk meledek saya , saya di bilang perek..” .

“ ok ok Tiara , saya percaya… “ kata pak Fajar . Dan Dia bertanya lagi “ Tiara apa kamu masih perawan..” .

Tiara tertunduk , dia diam , dan pak Solin mengulangi pertanyaannya lagi “ Tiara apa kamu perawan , jawab ” .

Tiara menatap pak Fajar ,dia mengeleng “ saya sudah tidak perawan..” . Air matanya meleleh . Pertanyaan memalukan itu terpaksa di jawabnya.

“ Bagus , bagus..” kata pak Fajar . “ Siapa yang perawanin kamu ?” tanyanya lagi Tiara tertunduk , dan diam saja .

“ Tiara , kalau saya tanya , kamu harus jawab , kamu tak mau di pukul kan..” . katanya . Tiara berkata “ jangan pukul pak , yang perawanin saya Anto pak ..”.

Pak Fajar berpikir sebentar “ Anto yang kelas 3 itu , yang bawa mobil sedan biru itu ..” . “ iyah pak…” kata Tiara . “ Jadi itu pacar kamu ?.” kata pak Fajar .

“ Dulu pak , Anto pacaran sama saya 3 bulan , terus putus .. “ kata Tiara . Pak Fajar tersenyum “ oh lalu…” .

“ Lalu saya pacaran sama , Rudi .. itu juga cuma dua bulan .. dan terus sama Ayung 4 bulan dan sama Ginno itu pun baru putus..” kata Tiara .

Semua cowok yang di sebutkan itu rata rata anak orang berduit . Mereka semua membawa mobil pribadi . Pak Fajar mengelengkan kepala .

“ Tiara sama semua cowok cowok kamu itu , kamu pernah di entot..” kata pak Fajar Tiara mengangguk . “ Wah , umur kamu baru 14 tahun , tapi sudah pernah di entot sama 4 cowok , hebat sekali ck ck ck..” kata pak Fajar tersenyum .

Tiara tertunduk wajahnya memerah . “ eh saat pertama sama si Anto , apa kamu di paksa..” tanya pak Fajar . Tiara mengeleng “ tidak pak , suka sama suka..”

Pak Fajar mangut mangut “ kamu merasa nikmat ngak ..?” tanyanya . Tiara mengeleng “ pertama kali saya sakit sekali pak , saya berdarah .. tapi setelah itu .. besok besoknya saya baru bisa merasa nikmat pak..” .

Pak Fajar mulai ereksi . Dia meraba selangkangannya . “ Tiara , kamu suka yah di entot..” .tanya pak Fajar . Tiara hanya menundukan kepalanya .

Pak Fajar tersenyum , “ Tiara kamu suka , main sex, apa kamu pernah isep ****** cowok cowok kamu..?” . Tiara mengangguk.

“ Lalu cowok cowok kamu pernah jilati memek kamu ngak.? “ tanya pak Fajar lagi . Tiara mengankat wajahnya “ Cuma Rudi yang pernah , yang lain tak mau..” kata Tiara . Pak Fajar menganguk .

“ Wah , sayang yah , padahal kamu suka yah di jilatin memeknya yah.” kata pak Fajar . Tiara tersenyum , “ koq bapak tahu sih , saya suka di jilatin..” kata Tiara tanpa sadar . Pak Fajar tersenyum . Dan Muka Tiara kembali memerah .

Rasa takut Tiara berkurang , dia mulai terlihat lebih Rilex .

“ Tiara , boleh ngak saya jilatin memek kamu..” tanya pak Fajar . Tiara tersenyum malu . Dia menganguk . “ Baik saya akan jilatin memek kamu sampai kamu puas .. Tapi saya mau main main dulu dengan kamu . Permainan Sex tentunya..” kata pak Fajar tersenyum .

“ Tiara coba kamu duduknya ngongkong , saya mau lihat celana dalam kamu..” kata pak Fajar . Tiara menunduk , lalu dia melebarkan kakinya . Dan celana dalamnya yang putih terlihat jelas pak Solohin . Celana dalamnya tampak ada sedikit basah tepat di selangkangannya .

Pak Solohin menjadi penasaran , dia mendekat , dan meraba celana dalam Tiara . Tiara mengelijing . Pak Fajar tahu itu cairan vagina Tiara . Karena bercerita tentang hal hal itu , membuat Tiara agak terangsang .

“ Tiara kamu terangsang yah..” tanya pak Fajar . Tiara tak menjawab , lalu menutup kakinya , mukanya merah “ malu pak , saya malu..” .

Lalu kembali pak Fajar meminta Mila duduk mengongkong . Dan Pak Fajar kembali duduk di atas meja kerjanya . Tiara berkata “ pak malu , saya malu duduk begini di lihatin bapak..” . seraya merapatkan kakinya .

“ eit , jangan di tutup , kamu janji mau nurutkan , kamu gak mau di pukulkan..” kata pak Fajar . Tiara menundukan kepalanya , dan kembali duduk dengan posisi merangsang . Kakinya terbuka lebar , memperlihatkan selangkangan celana dalam putihnya . Tiara benar benar di buat malu.

Di saat Tiara menunduk malu , dan tiba tiba , ada sinar putih terang nyala sekejap . “ Ahh , pak jangan di foto .. “ lalu kakinya menutup rapat . Pak Fajar tersenyum “ tenang saja , ini buat koleksi pribadiKu..” .

“ ayo Tiara , buka lagi kaki kamu lebar..” kata pak Fajar . “ Pak saya tidak mau di foto seperti ini , malu pak..” kata Tiara . Dia hampir menanggis . Pak Fajar memegang tongkat rotan nya . “ Kamu ini mesti di pukul yah..” kata pak Fajar .

“ Jangan , jangan pukul , saya buka..” kata Tiara dan langsung membuka kakinya lebar lebar . Pak Fajar langsung memfotonya lagi . Beberapa shoot lalu meminta Miila melepas kancing bajunya .

Tiara tak kuasa , dia menangis ,” tolong pak , saya malu , jangan permalukan saya tolong lah pak…” kata Tiara memelas .

Pak Solohin memberinya shock terapi , satu pukulan rotan , tepat di pahanya . Tak terlalu keras , tapi cukup menyakitkan . “ ahhhggg …” jerit Tiara dan Tiara menangis

“ Eh dengar yah , jangan menolak permintaanKu , Kamu akan jadi budak sex Ku sekarang..” kata pak Fajar . Tiara terisak . Pak Fajar mengambil tissue , dia melap air mata Tiara . “ maaf yah sayang , saya tak akan memukul kamu , asal kamu nurut .” kata pak Fajar lembut.

“ sekarang buka kancing baju kamu seluruhnya , dan duduk ngongkong..” perintah pak Fajar . Tak ada pilihan lain , Tiara menuruti perintah pak Fajar .

Dia membuka bajunya . dan terlihat Bhnya yang modelnya seperti kaos kutang , tapi pendek . Dan Duduk mengongkong . Pak Fajar memfoto Tiara lagi ,dalam posisi seperti itu ,beberapa shoot .

Lalu pak Fajar mengeluarkan sebungus Rokok , dan menyalakannya , dia menghisap rokok itu , lalu memberikan pada Tiara . “ Ini , isap rokok ..” kata pak Fajar . Tiara memang suka merokok . Lalu dia menghisapnya .

Pak Fajar memfotonya lagi , Tiara dengan baju terbuka , Branya putih ,dan duduk ngongkong dengan celana dalam putih . Dan Asik merokok .

Lalu pak Fajar mengangkat branya , dan Buah dada Tiara yang kecil terlihat . dangan putting yang kecil ,dan berwarna ke merahan . Pak Fajar meraba putingnya , lalu meremas lembut buah dadanya Tiara mengelijing . Kembali pak Fajar memfotonya beberapa shoot .

Lalu tangan pak Fajar merayap ke bawah , dan manyibak celana dalam Tiara .Mata pak Fajar melotot melihat Vaginanya , sama sekali bersih tanpa bulu , kecil dengan bibir vagina yang agak basah , merah . Pak Fajar menciumi vaginanya , Tiara mengelijing . “ wah , Tiara memek kamu harum yah..” katanya . Tiara diam tak menjawab .

Tangan Tiara di pegang , dan dibawa ke bawah “ Tiara , sibak celana dalam kamu seperti ini yah , saya mau foto kamu..” kata pak Tiara .

Tiara tak bisa berbuat apa apa , selain memenuhi kemauan gurunya itu . Pak Fajar memfotonya beberapa shoot , terutama di bagian vaginanya .

Setelah puas dengan itu , Pak Fajar , membuka celananya , dan juga kolornya . Penisnya yang hitam besar , ngaceng tegak sekali . Tiara melotot melihatnya . Walaupun Tiara sudah melihat penis penis cowoknya tapi tak ada yang sebesar pak Fajar punya .

Dia mengocok ngocok penisnya sendiri dan mendekati Tiara “ Tiara , ayo isepin ******Ku..” kata pak Fajar . Tangan Tiara gematar , dan meraih batang penis pak Fajar , Lalu Tiara menjulurkan lidahnya dan menjilat ujung penis pak Fajar . Pak Fajar mendesah “ ahhh……” .

“ Tiara , lebih besar ****** saya , apa ****** pacar pacar kamu..” tanya pak Fajar .

“Punya bapak besar sekali..” kata Tiara pelan.. Tangan pak Fajar mengelus rambutnya “ kamu suka sama ****** saya..” tanya pak Fajar . Tiara mengeleng “ saya takut bapak punya besar sekali ..” .

“ Tiara , kamu harus suka punya saya , ayo buka mulut kamu yang lebar, dan kulum..” perintah pak Fajar . Tiara mundur sedikit , “Pak , saya jilatin aja , saya suka jilatin bapak punya..”

“ iyah , tapi saya suka di kulum..” kata pak Fajar dan terus mendorong penisnya masuk ke dalam mulutnya. Sementara tanganya masih memegangi rambut Tiara. Tiara meronta , dan mengatup mulutnya rapat .

Tapi tangan gurunya itu meraba buah dada kanan Tiara dan menjepit puting susunya. Tiara menjerit keras, dan Pak Fajar langsung mendorong penisnya masuk hingga tenggorokan Tiara. Penis besar itu mulai bergerak maju mundur, sementara Tiara berusaha melepaskan diri sambil terbatuk-batuk.

Tiara benar-benar shock. Penis Pak Fajar yang besar tegang dan keras itu masuk hingga tenggorokannya, ia dapat merasakan sesuatu yang asin dan lengket di dalam mulutnya.

Lalu dengan kedua tangannya pak Fajar memegang kepalanya lalu memaju mundukan penisnya dalam mulut Tiara yang kecil . Pak Fajar mendesah dan mengeram kenikmatan . “ ohh , nikmat sekali Oh , gua bisa keluar nih..”

Tiara tahu pak Fajar akan mengalami ejakulasi di dalam mulutnya. Kembali ia meronta berusaha menarik kepalanya.

Tapi dengan kasar pak Fajar menarik kepala Tiara, penisnya makin masuk ke dalam tenggorokan Tiara dan menahan kepala Tiara hingga tidak bisa bergerak. Pak Fajar kemudian menarik sedikit penisnya dan tertawa melihat Tiara tersengal-sengal menghirup udara.

Pak Fajar tidak bisa bertahan lama di mulut Tiara. Tiba-tiba Pak Fajar mulai mengerang dan mendengus, tangan yang ada di buah dada Tiara mulai meremas dan menarik-narik buah dada Tiara, sedangkan tangan yang lain memegangi kepala Tiara dan menggerakannya makin cepat, membuat Tiara mengulum makin cepat dan dalam.

Sperma Pak Fajar menyembur di dalam mulut Tiara, menyemprot ke dalam tenggorokan Tiara, membuat Tiara terbatuk-batuk. Penis Pak Fajar tetap ada di dalam mulutnya, memompa dan menyembur selama sesaat. Akhirnya Pak Fajar menarik penisnya perlahan hingga seluruhnya keluar dari mulut Tiara.

Sperma berwarna putih dan lengket mengalir keluar dari mulut Tiara, mengalir turun membasahi serangam SMP nya

Tiara terisak lagi . Pak Fajar mengambil tisuue dan melap bibir Tiara , dan juga melap air matanya . “ kenapa menangis , kan kamu juga sudah sering ngulum ****** cowok ..” . Tiara terdiam lalu berkata “ bapak punya terlalu besar , mulut saya sakit..” katanya .

Pak Fajar mencium bibirnya . “ Tiara , sekarang kamu buka celana dalam kamu , aku mau menjilati memek kamu..” katanya .

Tiara dengan ragu dan terpaksa , melepas celana dalamnya . Pak Fajar tersenyum “ bagus , sekarang , kamu duduk , dan buka kaki kamu lebar “ . Lalu Tiara duduk dan melebarkan kakinya . Vaginanya yang tak berbulu itu terpampang lebar . Pemandanan yang sungguh erotis .

Lalu Dia jongkok dan menciumi vagina Tiara . Tiara tersentak, ketika dirasanya sebuah tangan mulai merabai vaginanya.”Mmmmphhh,” Tiara mengerang .

Tiba-tiba Tiara merasakan kehangatan mengalir di vaginanya, tubuhnya tersentak, dan tanpa sadar pinggulnya terangkat. Tiara merasa sangat nikmat ketika lidah Pak Fajar menjilati bagian dalam bibir vaginanya, membuatnya basah .

Tiara sama sekali tidak bisa melawan sensasi yang timbul di vaginanya. Untuk beberapa menit Pak Fajar terus menjilati bibir vagina Tiara, menciuminya dan menjilati cairan yang keluar dari vagina Tiara. Dari mulut Tiara terdengar pelan desahannya . “ aaahhh ahhh ahh…” .

Pak Fajar , meraih kedua tangan Tiara , meletakan dekat vaginanya , dan menyuruhnya membuka lebar bibir vaginanya dengan tangannya . Sehingga Klitorisnya tertampang jelas . Agak merah , membesar dan berlendir .

Pak Fajar sangat hati-hati dan lembut ketika menjilati vagina Tiara itu. Kaki dan pinggul Tiara bergarak dan tersentak-sentak tanpa bisa dikendalikan oleh Tiara.

Tiara benar benar terangsang . Dan rupanya Tiara mudah terangsang . Dia termasuk cewek yang mudah terangsang , dan nafsunya besar . Pak Fajar masih terus menjilati klitorisnya . Lendir yang keluar pun jadi , makanan lezat bagi gurunya itu Tiara terus mengejang , nikmat desahan desahnya makin sering terdengar .

Tangan Tiara semakin membuka lebar bibir vaginanya , Dan pak Fajar makin mempercepat sapuan lidahnya . Pantat Tiara terangkat , dan Dia mengejang sesaat , lalu kembali lemas . Kakinya mengejet beberapa kali .

Tiara mendesah panjang “ ahhhhh….” . Tiara telah mendapat orgasmenya .

Pak Fajar , menatapnya tersenyum . “ Tiara , nikmat yah…” kata pak Fajar . Tiara tak menjawab , dia menunduk , dan mukanya merah .

“ Tiara sekarang saya akan entotin kamu yah..” kata pak Fajar .

Tiara tersentak , dia merinding dan menjerit “Jangan, jangan, saya mohon, saya takut , punya bapak terlalu besar , Saya akan lakukan apa saja , jangan entot pak..” Tiara merengeng rengeng .

Pak Fajar cuma tersenyum “ tenang saja , Tiara , nanti juga kamu nikmat koq..”

Pak Fajar mengangkat kaki Tiara lebih tinggi lagi. Penis Pak Fajar sudah berada di hadapan vagina Tiara dan menyentuh bibir vaginanya.

Tiara gemetar , rasa takut melebihi rasa nikmatnya . Pak Fajar mengesek ujung penisnya di klitoris Tiara.

Lalu dengan perlahan Pak Fajar mulai mendorong penisnya, Tiara menangis memohon agar Pak Fajar berhenti. Tanpa mendengarkan tangisan Tiara, Pak Fajar terus mendorong dan merasakan bibir vagina Tiara mulai terbuka. Dan Dari mulut Tiara terdengar jeritnya “ ahwwwwww “

Tiara merasa nyeri di vaginanya . Liangnya di buka paksa oleh penis besar pak Fajar . Tiara mengejang .

Lalu Pak Fajar merasakan kepala penisnya mulai masuk ke dalam vagina Tiara diiringi oleh hentakan nafas dari Tiara. Terus mendorong, Pak Fajar merasakan jepitan erat dari dinding vagina Tiara di penisnya.

Pak Fajar melihat Tiara, gadis kecil yang cantik sekali, dan tubuh yang merangsang. Tengah merintih kesakitan , dan mengerang .

Perlahan Pak Fajar mulai mendorong lagi, ia sangat bernafsu untuk merasakan nikmat vagina Tiara . Tiara sudah meronta sekuat tenaga, tapi Pak Fajar tidak merasakannya sedikitpun. Perlahan, perlahan sekali , Akhirnya penis sepanjang 20 cm itu terbenam seluruhnya . Tiara menjerit keras “ aghhh ,sakittt. Sudah cabut..”.

Pak Fajar , melumat bibir mungil Tiara untuk membungkam jeritnya . Dan perlahan dia mengoyang penisnya . Tiara mengejen , kesakitan . Pak Fajar terus mengeluarkan dan memasukan penis besarnya di liang vagina gadis kecil 14 tahun itu . Tiara terus mengeliat , menahan nyeri di vaginanya .

Pak Fajar terus bergerak pelan , Tiara mulai tenang . Pak Fajar trus mengoyang pelan . “ aghh aghh sakit pak..” . Tapi pak Fajar tak peduli . Terus mengoyang dengan pelan .

Sampai pak Fajar merasa sudah hampir sampai di puncak kenikmatannya , ,dan mulai mengoyang cepat , dan menghentak hentak . Ini membuat Tiara menjerit jerit kesakitan “ aggghh sakit pelan pelan , aghhhh sakit..” .

Pak Fajar , terus mengoyang , dan mendengus . Dan akhirnya dia membenamkan habis batang penisnya , lalu Dia tegang . dan menumpahkan spermanya di liang vagina Tiara . Perlahan penis besarnya mengecil , dan mulai di cabut dari liang vagina Tiara . Sperma Pak Fajar turut mengalir keluar , bersamaan penisnya .

Tiara lemas sekali , dan nafasnya tersenggal , dia terisak menangis . “ Tiara kenapa menangis , kaya perawan saja..” kata pak Fajar .

Tiara menatap pak Fajar , “ waktu saya di perawanin ,tidak sesakit ini ,pak .” kata Tiara sambil terisak . Pak Fajar tersenyum , “ iyah saya tahu , karena memek kamu belum terbiasa sama ******Ku , besok besok pasti memek kamu biasa koq..” .

“ Besok besok , Apa maksud bapak..” kata Tiara . “ iyah , kalau besok aku entot kamu pasti kamu sudah tak begitu sakit lagi , karena memek kamu sudah melar , ha ha ha…” kata pak Fajar . “ tidak pak saya , tidak mau lagi..” kata Tiara .

Pak Fajar tersenyum “ kamu tahu , apa gunanya , Aku memfoto kamu tadi..” . Tiara tertunduk , dia sudah tahu ini pasti terjadi . “ maaf , Tiara kamu akan jadi buduk nafsuKu , sayang ha ha ha ” kata pak Fajar sambil tertawa .

Lalu Pak Fajar memberinya beberapa lembar tisuue , “ nih , lap memek kamu , ayo aku antar kamu pulang..” katanya . Tiara membersihkan sisa sisa sperma gurunya , lalu memakai kembali seragamnya .

“ ayo , aku antar..” kata pak Fajar . “ Tidak usah pak , saya pulang sendiri saja..” tolak Tiara .

Tapi Pak Fajar bersikeras , mau mengantar Tiara pulang “ saya mau tahu kamu tinggal dimana..” katanya . Akhirnya pak Fajar mengantarnya pulang dengan mobilnya .

Tiara mengetuk pintu rumahnya , begitu tiba di rumahnya . Pintu itu terbuka “ Tiara kenapa baru pulang , sudah jam 6.00 malam..” kata mamanya . Mamanya memandang pak Fajar , mukanya garang “ dan siapa ini..” katanya .

“ maaf , bu , saya guru Tiara ..” kata pak Fajar Sopan . Raut wajah mama Tiara berubah “ oh maaf , saya tak tahu , ada apa pak , apa Tiara berbuat salah..” tanya mamanya kawatir .

Pak Fajar tersenyum ,” oh tidak tidak..” katanya .

Lalu mama Tiara mempersilakan , pak Fajar masuk ,dan duduk di ruang tamu . Dan juga menyajikan teh hangat . “ silakan pak , cuma air teh saja..” kata mama Tiara

Pak Fajar meminum teh itu , dan mama Tiara berkata “ maaf yah pak , Tiara itu suka nakal , dan malas belajar , kerjanya cuma pacaran saja..” .

“ ah.. tidak Bu , Tiara itu cukup baik koq , dia disiplin , rajin..” kata pak Fajar .

Tiara tersenyum saja . Mama Tiara tercengang “ tapi ,banyak temannya melapor pada saya , Tiara itu ….” Kata mamanya , yang langsung di sela pak Fajar .“ Bu , jangan dengarin , teman temannya itu cuma iri , sama Tiara ..” kata pak Fajar. Mama Tiara menganguk .

“Lalu tujuan bapak kemari ada apa yah..” tanya mama Tiara . “ Begini bu , saya ingin memberi tahu ibu , Tiara mendapat pelajaran tambahan , Les privat sama saya , untuk meningkatkan prestasinya.. jadi Tiara akan sering pulang telat ,” kata pak Fajar .

“ Oh . wah terima kasih pak ” kata mama Tiara .

Lalu tiba tiba Della , adik Tiara datang dan mengeleyot di mamanya . Mata pak Fajar menatap liar pada Della yang berseragam SD itu .

“ ini anak sudah besar juga , masih manja..” kata mamanya . Pak Fajar bertanya “ wah , kelas berapa adik ini ? ” . Della langsung menjawab “ kelas 6…” .

Pak Fajar tersenyum “ wah ebtanas untuk SD sudah dekat nih , tinggal dua bulan lagi , harus rajin belajar yah..” .

Mama Tiara langsung menjawab “ iyah , ini adik Tiara juga sama , malas belajar..” .

Pak Fajar tersenyum “ wah , kalau mau sekalian saja sama Tiara , saya bantu Les Privat , tidak perlu bayar koq..” .

Tiara langsung menjerit “ JANGANNN…..” .

“ Tiara , apa apaan kamu..” kata mamanya . Lalu mama Tiara menatap pak Fajar , “ Terima kasih , atas perhatian bapak , saya akan suruh Tiara ,membawa Della sekalian , untuk les Privat..” kata mama Tiara .

Pak Fajar tersenyum , “ bagus , bagus.. oh yah , hari sudah malam , saya mohon pamit yah Bu…” . “ oh , iyah silakan pak terima kasih banyak…” kata mamanya.

Pak Fajar beranjak , lalu menuju pintu , di susul Tiara . “ Pak , tolonglah , adik saya masih kecil , jangan di rusak…” kata Tiara . Pak Fajar tersenyum , “ lalu apa Aku harus merusak mama kamu ha ha ha..” .

Tiara diam , matanya menatap pak Fajar . “ Tiara , besok jam 11 .00 kamu sudah harus ke ruangKu , jangan sampai telat . kamu tak mau foto foto erotis kamu sampai ke mama kamu kan..” . Tiara terenyuh .

Pak Fajar , masuk ke mobil, dan memacu mobilnya kencang.

Mila, Siswi Budak Seks 2

Mila

Besoknya jam 10 .50 pagi , pintu kantornya di ketuk . Dan Tiara masuk menemui pak Fajar . “ Ah Tiara , sayang kamu tepat waktu , “ kata pak Fajar, sambil melihat jam tangannya .

Lalu pak Fajar , duduk di sofa . Tiara masih berdiri , terpaku . Dia menunggu dan menebak kira kira apa perintah gurunya .

“ Tiara , kamu boleh pilih , mau aku entot , apa kulum ******Ku sampai aku keluar..” kata gurunya . Tiara diam dan menjawab pelan “ saya kulum punya bapak saja..” .

“ Ok , tapi kamu buka rok kamu yah , saya mau lihat celana dalam kamu..” kata pak Fajar lagi . Tiara membuka roknya . “ Tiara , kemarin celana dalam kamu putih , hari ini juga putih , apa kamu tak punya celana dalam warna lain.. “ tanya pak Fajar . Tiara diam , dan mengeleng .

Lalu pak Fajar membuka celananya sebatas lutut , berikut kolornya . ****** besarnya sudah ngaceng keras . “ Ayo , kulum ******Ku.” Perintahnya .

Tiara berlutut , dan menjilati ujung penis pak Fajar . Pak Fajar , mendesah kenikmatan . “ iyah , benar begitu , oh enak sekali lidah kamu , sayang…” .

Tiara terus saja menjilat , tapi tidak memasukan dalam mulutnya . Pak Fajar mulai gusar “ Tiara , ayo kulum , masa mesti di paksa sih..” katanya.

Mau tak mau Tiara membuka lebar lebar mulutnya dan mengulum penis pak Fajar . “iyah , begitu dong , sedot dong ” . Lalu pak Fajar mengerakan pantatnya . Penis itu seperti menonjok nonjok kerongkongannya , membuat Tiara tesedak beberapa kali .

Tapi pak Fajar tak peduli , dan terus melakukan itu . Saat pak Fajar hampir mendekati klimak , Pak Fajar mencabut penisnya . Dan mendudukkan Tiara di sofa Lalu pak Fajar menyibak celana dalam putihnya .

Tiara protes “ pak saya sudah kulum , jangan di masukin..” . Pak Fajar berkata “ tenang Aku cuma gesek gesek doang “ . Lalu mulai mengesek kepala penisnya di klitoris Tiara .

Begitu sudah mencapai klimak , ujung penis itu di tekan masuk ke liang vagina Tiara Membuat Tiara menjerit “ aduhhh , pak jangan..” . Lalu Tiara merasa liang vaginanya penuh dengan cairan hangat .

Tangan pak Fajar , merogoh kantong bajunya , dan mengambil carefree yang sudah di siapkan sebelumnya . Lalu Ujung penisnya di cabut , lalu dengan cepat carefree , itu di taruh di vaginanya . Setelah itu celana dalam Tiara di rapikan kembali .

“ Tiara , memek kamu penuh dengan pejuKu , awas jangan di cuci , aku mau memek kamu basah dengan pejuku , ha ha ha..” . kata pak Fajar .

Tiara bengong , tak mengerti sifat aneh gurunya. “ tapi pak , kalau saya mau pipis bagaimana..? “ Tiara sedikit protes .

“ Kamu mesti tahan , kalau sudah benar benar tidak tahan kamu ke mari , dan pipis di sini..” kata pak Fajar sambil tertawa .

Bel berbunyi , tanda di mulainya jam pelajaran . Tiara memakai kembali roknya , lalu segera berlalu untuk masuk ke kelas .

Pada jam 3.00 , bel istirahat berbunyi tapi Tiara belum ke kantor pak Fajar . Tapi pada istirahat kedua , pukul 4.30 sore Tiara kembali datang ke ruang pak Fajar .

“ Pak , saya sudah tak tahan kebelet mau pipis, izinkan saya ke WC pak..” pinta Tiara . Pak Fajar tertawa . “ tidak , kamu pipis di sini dan berdiri pipisnya “ . Pak Fajar memberinya ember platik .

Tiara yang sudah kebelat , langsung membuka celana dalamnya , lalu berdiri . Yang pertama kali keluar ialah cairan putih , spema pak Fajar yang sudah encer . Dan di susul cairan kekuningan , pipis Tiara .

Pak Fajar memberinya tisuue untuk melap vaginanya .Setelah itu , Pak Fajar melepas carefree yang basah dari celana dalamnya , dan memakaikan celana dalamnya kembali .

“ bagus Tiara , kamu murid yang baik , ha ha ha…” kata pak Fajar . Lalu Mila hendak meninggalkan ruang pak Fajar . Tapi pak Fajar menarik tangannya . “ Tiara tunggu , duduk dulu di sofa itu “ kata pak Fajar

“ Tapi pak sebentar lagi , saya harus masuk kelas “ kata Tiara . “ Tiara ,kamu lupa yah, habis istirahat ini jam pelajaran matematika , itu jam saya mengajar di kelas

Tiara akhirnya duduk di sofa itu . Pak Fajar meraih kedua kaki Tiara dan membukanya, membuat nafas Tiara kembali tersentak. Tetapi teringat akan hukuman yang ia akan dapatkan , kalau melawan, maka ia sama sekali tidak melawan perbuatan gurunya.

Sekarang ia terduduk di sofa dengan kaki terbuka, dan rok mini biru nya dengan sendirinya terangkat sampai ke pinggangnya. Pak Fajar membuka sebuah laci dan mengambil sebuah dildo – sebuah benda berbentuk penis yang terbuat dari karet keras – berwarna hitam. “Tetap buka kaki kamu Tiara “ , perintah gurunya

Pak Fajar menyibak celana dalamnya lalu mulai mendorong dildo itu agar masuk ke vagina Tiara. Tiara mengerang beberapa kali, dan, dildo sepanjang 10 senti itu masuk seluruhnya ke dalam liang vagina Tiara.
Lalu Pak Fajar juga menempelkan carefree yang baru , di celana dalam Tiara . Dan merapikan kembali celana dalam Tiara . Dildol itu sekarang berada di liang vagina Tiara dangan mantap .

Dildol itu bekerja dangan remote control . Ketika tombol on di tekan , Dildol itu bergetar dan berputar . “ ohh oh aghh…” Tiara tersentak . Pak Fajar menekan tombol off dan bertanya “ apa yang kamu rasakan Tiara..”.
Tiara tak menjawab . dia menunduk .
D
an pak Fajar menekan tombol on lagi . Dan Tiara tersentak lagi “..oohhh…” . Dan menekan tombol off lagi , “ Tiara apa rasanya..” tanya pak Fajar lagi. “ Ah.. anu.. memek saya seperti di korek korek pak.. “ jawab Tiara.
Pak Fajar tertawa “ ha ha ha kamu suka Tiara..” . Tiara diam menunduk dan Pak Fajar tertawa .

“Tiara, jam pelajaran ini memek kamu bakalan basah, dengan begitu dildo yang ada di dalam vagina kamu juga akan basah.” Katanya lagi . Tiara hanya diam , dia akan di permalukan gurunya di depan teman teman .

“ Dan Tiara , apapun yang terjadi kamu tak boleh ke WC..” kata pak Fajar lagi .

“ Teng , teng , teng” bel berbunyai , tanda istirahat telah selesai , waktunya kembali ke kelas .

“ nah Tiara sayang , ayo jalan ,masuk kelas..” kata pak Fajar . Tiara berdiri , dan berjalan Tiara agak sudah berjalan , karena ada dildol yang menganjal di vaginanya . Pak Fajar hanya tersenyum, sambil berjalan di belakang Tiara.
Begitu tiba di kelas , Tiara langsung duduk di bangkunya . Dan Pak Fajar juga masuk ke kelas . “ selamat sore anak anak..” . kata pak Fajar . “ Sore pak…” begitu sambut murid muridnya .

“ pelajaran kita sampai di mana yah..” tanya pak Fajar pada murid muridnya . Pak Fajar pun mulai mengajar . Matanya melihat ke Tiara . Tiara sedang melihat buku matematikanya .Dan tiba tiba pak Fajar menekan tombol on . Membuat dildol itu bergetar dan berputar di liang vagina Tiara .

Tanpa sadar Tiara menjerit tersentak “ aghhhh… …..” . Teman teman menengok ke Tiara . “ eh kamu kenapa Tiara “ , tanya seorang temannya. “ eh , anu perutku sakit..” kata Tiara . “ Eh anak anak , ayo sudah belajar , perhatikan buku masing masing..” kata pak Fajar.

Murid murid itu kembali melihat buku matematikanya ,dan mengerjakan soal latihan

Sementara , Tiara mengigit bibirnya , merasakan sensasi , getaran dildol itu , berputar cepat di liang kewanitaannya. Pak Fajar terus menatap Tiara . Tiara juga menatap pak Fajar . Terlihat Tiara mengigit bibirnya sendiri , dan tangan Tiara mengepal , menahan nikmat .

Pak Fajar lalu berjalan ke papan tulis , dia menulis satu soal matematika. Dan kembali duduk di kursinya . Lalu mematikan dildol di vagina Tiara , dengan menekan tombol off , di remotenya . Tiara agak tenang “ Tiara coba ke depan kerjakan soal di papan tulis itu..” perintah pak Fajar .

Tiara perlahan bangun , dan berjalan pelan ke papan tulis . Dan pak Fajar menekan tombol on . “ ohhh….” Mila tersentak dan memegang vaginanya . Kembali murid murid melihatnya . Tiara berjalan pelan , Tiara semakin sulit berjalan bila dildol itu bergetar

Dan kembali pak Fajar mematikan dildol itu . Dia berdiri di depan papan tulis memegang spidol , dan tak mengerjakan apa apa . “ Tiara kenapa tak bisa..” tanya pak Fajar . Tiba tiba ada yang nyeletuk “ dia mana bisa , bisa cuma pacaran..” . Murid lain tertawa tawa .

“ Anak anak tenang..” kata pak Fajar . Lalu Pak Fajar menghidupkan dildol itu . Kembali Tiara tersedak , “ ohhhh…..” . Pak Fajar terus membiarkan Dildol itu bergetar, Tiara berdiri dengan kaki terbuka lebar . Tubuhnya gemetar , sebelah tanganya tertumpu di papan tulis . Kepalanya menunduk .

Pak Fajar terus memperhatikan ,Tiara . Kakinya kejang , dan tubuh terus bergetar Tiara terus berdiri sampai kira kira 10 menit , Miila Akhirnya berteriak “ aghhhh saya tak tahan pak , ampunn…” . Lalu Dia jangkok dan menangis tersedu sedu .

Mata semua murid murid tertuju ke Tiara.

Pak Fajar segera mematikan Dildol itu . Lalu Menghampiri Tiara . Memegang tanganya dan Tiara berdiri masih terisak menangis .” Ayo kembali duduk di bangku kamu .” kata pak Fajar .

“ anak anak , lihat tingkah laku kalian , kalian meledek Tiara sampai dia menagis “ kata pak Fajar .

Dan tak lama terdengan bel , tanda usai sekolah .

Mudir murid berteriak gembira . Lalu berebut keluar kelas . “ Hi anak anak , jangan lupa mengerjakan PR yah..” pesan pak Fajar . Tiara masih terduduk di bangkunya . Dan ketika semua murid sudah keluar , Dan tak ada orang lagi pak Fajar menghapirnya .

Pak Fajar membelai rambut Tiara . “ Tiara , ayo ke ruangKu..” kata pak Fajar . Tiara berjalan mengikuti gurunya .

Setelah di ruang itu Tiara langsung duduk di Sofa . Dia duduk melebarkan kakinya . Pak Fajar menghapirinya , lalu melepas celana dalamnya . Dan menemukan carefree yang basah sekali .

Lalu perlahan mencabut dildol itu dari liang vagina Tiara . Lalu Segera lidah pak Fajar menyapu bibir vagina Tiara . Tiara mengelijing. Dan tangan Tiara segera melebarkan bibir vaginanya . Sehingga klitorisnya yang bengkak terlihat jelas .
Pak Fajar tersenyum, “ wah , memek eloe pasti sudah gatel banget yah “ . Dan mulai menjilati klitoris Tiara .

Tiara mendesah nikmat , merasakan jilatan lidah gurunya di klitorisnya . Pak Fajar terus menjilati klitorisnya , Tak lama Tiara mengajang “ ohhhh……” . Tubuhnya gematar , berkejet kejet , Tiara orgasme di buat gurunya .

Setelah beberapa saat , pak Fajar membuka celananya , ****** besarnya ngaceng keras , Dan segera di arahkan ke vagina Tiara .

“ jangan pak , jangan saya takut ” kata Tiara . “ Tiara kamu curang yah , kamu sudah saya puaskan , masa saya tak boleh entotin kamu..” kata pak Fajar . Sambil mengesek ujung penisnya di vagina Tiara. Yang menbuat Tiara mengelijing

“ Jangan pak saya kulum saja..” kata Tiara . Pak Fajar cuma tertawa . Dan Tiara menjerit keras “ AHGGGG sakittt…” . Ketika dengan tiba tiba pak Fajar menekan masuk , seluruh batang penisnya ke liang vagina Tiara .

Pak Fajar bernafsu sekali , dan terus bergoyang dan menghentak keras di liang vagina Tiara. Tiara menjerit jerit kesakitan . Kembali liang vagina Tiara di paksa membuka lebar oleh penis besar gurunya. Rasa nyeri kembali mendera Tiara.

Tiara kembali menjerit kesakitan . setelah kira kira 10 menit , Dan suara Tiara semakin parau , Pak Fajar pun , sudah tak bisa menahan nafsunya , lalu memuntahkan spremanya di liang kewanitaan Tiara.

Perlahan mencabut penisnya . Vagina Tiara terlihat memerah agak memar . Hari ini Tiara merasa sangat sakit . Karena pak Fajar menyetubuhi ABG ini , secara cepat dan kasar

Setelah diam beberapa saat Tiara memakai kembali celana dalamnya . Lalu Dia berjalan pelan , tertatih , karena rasa nyeri di vaginanya . Pak Fajar cuma tertawa “ Tiara , sakit yah..” . Tiara Diam dan terus berjalan pelan , keluar pintu .

“ Tiara tunggu , mau saya antar pulang..” kata pak Fajar .
Tiara tak menjawab , dia terus berjalan . Lalu pak Fajar menyusulnya dan menarik tangannya . “ tidak usah pak saya bisa pulang sendiri..” katanya.
Lalu pak Fajar membiarkan dia pergi .

Selang beberapa hari , Pak Fajar , menyuruh Tiara untuk datang ke ruangnya . Tiara pun pergi ke ruang itu dengan langkah gontai . Begitu tiba dan masuk di ruang itu , pak Fajar tersenyum melihatnya .

Tiara hanya diam berdiri . Pak Fajar meraih pengaris panjang . Tiara terkejut “ jangan , jangan , pukul pak..” . Pak Fajar tersenyum “ tenang , saya tidak akan memukul kamu..” .

Pak Fajar dengan pengaris itu mengukur tinggi baadan Tiara , dari pundak ke pusar dan Dari pinggang ke paha nya . Tiara tak mengerti apa yang di lakukan gurunya itu. Selesai itu pak Fajar berkata “ sudah . Tiara kamu boleh kembali ke kelas kamu.”.

Masih terbengong bengong , Tiara melangkah keluar , lalu “ eh tunggu Tiara saya hanpir lupa..” kata pak Fajar . Lalu memberikan Tiara sebuah kotak . “ ini buat kamu , mulai besok pakai ini yah.. dan besok kamu datang ke ruang saya jam 10.00 pagi” kata pak Fajar . “ jam 10.00 pagi pak ?” kata Tiara . Pak Fajar menangguk.

Tiara membuka kotak itu , dia mendapati selusin celana dalam , dengan Bra , dengan aneka warna dan motif . Tiara berjalan keluar , tanpa berkata apa apa . Pak Fajar cuma tersenyum melihatnya .

Setelah Tiara keluar , tak lama pak Timbul , guru fisika yang terkenal kiler itu masuk ke ruang pak Fajar . “ eh ini , ukurannya , kamu atur yah..” kata pak Fajar , memberikan ukuran tubuh Tiara yang baru saja di ukurnya itu .

Pak Timbul , tersenyum , “ beres , apa kamu sudah atur , waktunya..” . Pak Fajar tertawa “ ha..ha.. ha.. Tiara itu budak sex Ku , mengatur Dia , sama seperti mengatur boneka.. Besok jam 10.00 pagi ..” . Pak Timbul pun tertawa .

“ Selamat pagi , Tiara sayang..” begitu kata pak Fajar ,tatkala Tiara memasuki ruangnya tepat jam 10.00 pagi . Tiara hanya diam , memikirkan apa lagi tingkah gurunya dan apa yang akan di lakukan terhadapnya.

“ Tiara , ayo buka baju kamu..” kata pak Fajar . Tiara dengan lemas mulai membuka kancing bajunya . lalu membuka roknya . Pak Fajar menatapnya . Tiara mengunakan Bra kuning , dan celana dalam yang juga kuning , yang di berikan pak Fajar kemarin .

“ Tiara buka Bra kamu sayang..” kata pak Fajar . Tiara pun melepas Branya . Pak Fajar menatap nafsu buah dada Tiara yang kecil itu .

Lalu pak Fajar mengeluarkan baju dan rok biru dari tasnya .” Tiara pakai ini.” Perintah pak Fajar . Tiara mengambil baju itu . Dan melihat baju kemeja putih dengan logo OSIS SMP , tapi baju itu pendek sekali . “ pak.. ini kependekan..” kata Tiara . “ iyah , saya tahu..” kata pak Fajar.

Tiara hendak memakai branya , tapi pak Fajar melarangnya .” Jangan pakai Bra “ Lalu Tiara memakai kemeja itu . pendek sekali , sehingga perutnya yang rata , terlihat . kemeja itu hanya menutupi buah dadanya . Begitu pula , rok biru itu , Rok yang pendek sekali , hanya mampu menutupi celana dalamnya .

“ wah .. Tiara , kamu cantik dan sexy sekali ..” katanya . Pak Fajar lalu menfotonya beberapa Shoot . Lalu Tiara di suruh duduk di sofa . Dan Di foto lagi dengan berbagai pose .

Lalu pak Fajar duduk di sebelahnya . Menciumi bibirnya , dan tangannya masuk ke dalam kemeja Tiara , lalu meraba raba payudaranya . Tubuh Tiara mengelijing . dan rasa birahinya bangkit . Pak Fajar terus merangsang tubuhnya .

Dan Jari jari nya mulai mengesek selangkanan Tiara yang lembab . Dan menyelinap di balik celana alamnya , dan mengesek klitorisnya . Tiara mulai mendesah . Pak Fajar terus mengesek klitorisnya . Sampai Tiara benar benar basah .

Lalu pak Fajar membuka celananya dan kolor . Dan menbuka kaki Tiara lebar , lalu menyibak celana dalamnya . “ Pak , jangan “ kata Tiara .

Pak Fajar , mendorong masuk penisnya dengan cepat . “ Aghhhh , sakitt pelan pelan…” .jaritnya . Pak Fajar terus menyetubuhinya dengan kasar dan cepat . Nafsunya sudah demikian tinggi . Walaupun Tiara menjerit , pak Fajar tak peduli sama sekali . “ oh enak benar , memek kamu sayang , ayo menjerit aku mau dengar jeritan kamu sayang “ kata pak Fajar

Tiara merintih , meronta , dalam dekapan pak Fajar . Sampai pak Fajar melepaskan spermana di liang Tiara . Dan mencabut penisnya .
Tiara megap megap , dan meringgis , karena rasa perih di vaginanya . Pak Fajar membiarkannya , terkulai lemas di sofa itu .

Setelah beberapa saat , pak Fajar , berkata “ Tiara kamu boleh pergi , kamu harus masuk kelas pakai baju itu..” . “ tapi , tapi , baju ini terlalu pendek pak , saya malu tolong jangan permalukan saya pak , saya mohon..” Tiara berkata memelas.

“ Ha ha ha… Tiara kamu lupa yah , kamu itu budak sex Ku..” kata pak Fajar . Tiara lalu berdiri , lalu pergi meninggalkan ruang pak Fajar .
Tiara berpikir untuk segera pulang , dan berganti baju . Tidak mungkin dia masuk kelas dengan pakaian seperti itu .

Tiara berjalan pelan menuruni tangga . Mila tidak menyadari seseorang mendekatinya dan tangan orang itu merangkul bahunya.

“Mila, pakaian kamu sangat tidak sopan dan melanggar aturan sekolah ini.” Kata pak Timbul . Tiara menatap Pak Timbul , “ tolong pak , pakaian ini diberikan pak Fajar..”

“ APA , Ayo ikut saya menemui pak Fajar..” kata pak Timbul . Tiara berpikir , dia menemukan sang penyelamat tapi dia salah besar .

Sebab , pak Timbul lebih sadis dari pak Fajar , dan sekarang akan memberi pelajan sex buat Tiara , Pak Timbul sudah merencanakannya .

Akhirnya mereka berdua sampai di depan kantor Pak Fajar. Ia mendorong Mila masuk dan mengunci pintunya setelah mereka masuk ke dalam ruang pak Fajar. Mila memandangi seisi kantor itu. Ada perbedaan .

Matanya terpaku pada sebuah benda yang terletak di tengah ruangan, bentuknya mirip dengan kuda-kuda pelana yang digunakan di olahraga senam, dengan lebar sekitar 50 senti dan panjang sekitar 150 senti dengan kaki-kaki dari besi. Kapan benda di di bawa kemari ,tadi tidak ada benda itu . Pikirnya .

“ Pak Fajar maaf , apa benar bapak memberinya pakaian seperti ini..” tanya pak Timbul . Pak Fajar berpura pura kaget dan menjawab .“ ya , ampun pakaian itu ,lebih mirip pelacur dari pada pelajar , mana mungkin saya menyuruhnya memakai itu pak Timbul..” .

“ Tiara kamu berbohong yah..” kata pak Timbul . “ tidak sumpah pak , benar pak Fajar yang memberi saya baju ini” jawab Tiara .

“ Tiara , apa salah saya , kamu menuduh saya begitu..” kata pak Fajar .

Dan “ Ctarrr.” . Pantat Tiara di Pukul keras oleh pak Timbul . “ aduh sakit…..” teriak Tiara .

“ Pak Fajar , murid kurang ajar ini perlu dihukum…” kata pak Timbul .

“ Baik , baik, pak Timbul , saya serahkan dia pada Pak Timbul untuk di hukum..” kata pak Fajar tersenyum .

Sebelum Tiara sempat berbuat apa apa , Pak Timbul sudah memegang pundaknya dan mendorongnya jatuh ke atas kuda-kuda itu. Segera setelah Tiara jatuh tertelungkup, Pak Timbul mengikat tangan dan kaki Tiara ke kaki kuda-kuda itu.

Dalam waktu singkat Tiara terikat erat dengan tangan dan kaki terikat dan kepala tergantung dipinggiran kuda-kuda, bernafas dengan sesak karena tubuhnya terikat erat di kuda-kuda itu. menyebabkan Tiara menjerit.

Pak timbul memasukan 2 butir , pil perangsang kedalam gelas . Lalu memaksa Tiara meminumnya . Tiara meronta ronta , tapi akhirnya obat perangsang itu tertelan .

“Asal Bapak tahu, saya akan melaporkan ini pada polisi saya sudah muak , sebarkan foto foto saya , saya tak peduliii.. ..” Tiara menjerit kesal dan putus asa .

Dan “ Ctarrr…” . Tiara menjerit lagi ketika ikat pinggang Pak Timbul memukul bagian belakang tubuhnya meninggalkan bekas berwarna merah.

“Wah, Tiara, jangan begitu , Kamu kan anak yang pintar.”

Dan “ Ctarrrr..”…… “ Ctarrrr…” .

Setiap kali ikat pinggang itu memukul tubuhnya, Tiara menjerit dan meronta, berusaha melepaskan dirinya dari pukulan-pukulan di punggung dan pantatnya. Tapi itu tak berhasil karena ikatannya terlalu kuat.

“ Sekarang katakan , saya pelacur .. saya budak sex… saya suka di entot..”
Tiara tidak menjawab, air matanya mulai mengalir ke pipinya. Tiara sangat ingin melindungi punggung dan pantatnya dengan kedua tangannya, tapi semuanya terikat begitu erat.

“ Ctarrr….” . “ ampun…sakittt…..”

“Kamu belum bilang Tiara. Jangan menangis dan katakan , di sekolah kamu adalah mainan saya. Mengerti?”

Tiara menggelengkan kepalanya keras-keras, mempertahankan harga dirinya. Ia tidak sudi mengakui bahwa dirinya adalah budak nafsu dan mainan dari guru guru bejat itu. Tiara bertekad tidak akan mengucapkan apa yang ingin didengar oleh Pak Timbul.

“Saya masih punya banyak waktu Tiara.” Kata pak Timbul .
Punggung Tiara mulai berubah warna menjadi merah . Pak Timbul terus saja memukulnya dengan ikat pinggangnya

“ Ctarrrr ” . “ aghh ” jarit Tiara

Tiara meronta-ronta sambil mejerit keras. Rasa sakitnya tak tertahankan, tubuhnya menggeliat dalam ikatan. Tapi tidak cukup untuk menghindari setiap pukul

“ Ctarrrr.” . “ aghh ,ampunnn” jarit Tiara

Pak Timbul kembali tersenyum lebar, melepaskan ikatan Tiara memutar tubuhnya sehingga berbaring terlentang dan mengikatnya lagi. Dan Pak Timbul berkata “Kita coba apa kita bisa bikin bagian depan kamu seindah yang di belakang.”

Tiara menjerit dan pukulan-pukulan itu berlanjut.
Satu jam kemudian, Pak Timbul berhenti untuk membalikan lagi tubuh Tiara hingga tertelungkup lagi, dan memberinya waktu untuk beristirahat.

Pak Timbul meletakan ikat pinggangnya dan berlutut di depan wajah Tiara, mengamati wajahnya yang basah karena air mata. Pak Timbul menyibakan rambut dari wajah Tiara, mengusapnya.

“Kamu boleh istirahat sebentar Tiara.” Kata pak Timbul tersenyum.
Tiara tetap diam tak menjawab, tapi Pak Timbul melihat sinar kelegaan di mata Tiara. Pak Timbul berdiri dan mengambil sesuatu dari mejanya. “Saya suka sekali dengan lilin ini Tiara.”

Tiara memandangi sebuah lilin berukuran besar, tidak mengerti apa yang akan dilakukan Pak Timbul dengan lilin itu, dan ia tertalu lemah untuk meronta lagi.
Pak Timbul menyalakan lilin itu dan menyeringai sadis pada Tiara.

Tiara merasakan tetesan lilin cair jatuh ke punggungnya. Matanya terbelalak dan tubuhnya yang lemah lunglai menegang karena kesakitan.

Akhirnya Tiara bisa berteriak lagi. “Jangaaaaan , ampun perih , Jangann….”
Setiap kali sebuah memar tertutup oleh lilin, Pak Timbul akan langsung pindah ke memar yang lain, membuat Tiara terus menjerit dan meronta karena sakit ,panas dan perih , yang menyerang bagian belakang punggungnya.

“Jangan, jangan, baik pak, saya bilang apa yang bapak mau, saya mainan bapak, saya mainan bapak. Saya mainan bapak, sakit sekali pak, saya sudah bilang pak, saya mainan bapak. Saya mohon berhenti pak, sakit!” kata Tiara mengiba iba .

Pak Timbul menjawab,”Wah agak terlambat Tiara.” . Dan terus saja Pak Timbul meneteskan lilin itu di tubuhnya .

Selama setengah jam berikutnya, Pak Timbul melanjutkan kerjanya menetesi setiap memar Tiara dengan lilin .Tiara merintih perlahan, tenggorokannya sakit karena terus menjerit selama setengah jam.

Pak Timbul berdiri sambil menatap , Tiara sangat cantik ,sangat manis. Buah dadanya yang kecil bergoyang setiap kali ia menarik nafas, dan pahanya gemetar.

Pak Timbul terus memandangi tubuh Tiara selama beberapa saat. Kemudian ia memutuskan untuk memberi perhatian pada penisnya yang telah tegang sedari tadi.

“Oh, Tiara kamu betul-betul cantik sayang .” kata Pak Timbul
Tiara mengerang dan terengah-engah. “Saya benci bapak. Saya benci bapak!” Pak Timbul hanya tersenyum.”Tiara, kamu harus bisa mengendalikan diri kamu. “
Tiara mendengar Pak Timbul menurunkan resleting celananya dan melepaskannya.

Tiara kembali mengerang, walaupun semua lilin di belakang tubuhnya telah mengeras tapi rasa sakit masih terasa sekali. Ikatan Pak Timbul ,membuat dirinya sesak nafas dan tangan dan kakinya terasa sakit terikat begitu erat.

“ohh…. apa yang bapak lakukan?” jerit lirih Tiara .

Pak Timbul sedang berlutut dan membuka belahan pantatnya. Kemudian ia menjilati lubang anus Tiara dengan lidahnya
“Membuat kamu terangsang Tiara. Nikmati dan jangan mengeluh.” Kata Pak Timbul .

Tiara mengerang. Pak Timbul memasukan jari tengahnya ke vagina Tiara dan meraba-raba clitorisnya dengan ibu jarinya, sementara lidahnya terus menjilati liang anus Tiara. Obat perangsang itu bekerja efektif ,rasa nikmat perlahan bangkit dari vagina Tiara.

“Tubuh kamu ternyata tidak benci saya Tiara.” Ledek pak Timbul .

“Saya benci bapak” jerit Tiara .

Jari Pak Timbul makin cepat bergerak keluar masuk, begitu juga rabaan ibu jarinya. Tiara menjadi sangat terangsang , dan vagina basah . Tanpa sadar mulai bergerak-gerak mengikuti irama gerakan jari Pak Timbul, erangannya makin lama makin cepat dan keras.

“Masih benci saya Tiara?” tanya pak Timbul .

“Sa ,sa ,saya ben bencibapak. Jang, jangan, ooohh, aaahh, ohhhh …”
Pak Timbul mengeluarkan jarinya. Dan menghentikan Aktifitas di vaginanya .

“Jangan, jangan berhenti.” Teriak Tiara secara reflek .

“ ha ha ha kamu doyan juga yah …” kata pak Timbul meledek Tiara .

Tiara menyerah dan menyadari apa yang baru saja dikatakannya, membuat mukanya memerah.

“Sekarang saya ,akan masukan penis saya ke anus kamu , apa kamu Siap Tiara?”

“Jangan , jangan si situ ..” jerit Tiara

Pak Timbul mulai mendorong penisnya yang sudah menempel di liang anus Tiara. Pak Timbul merasakan tubuh Tiara berusaha mendorongnya menjauh, tapi itu malah membuatnya makin mudah masuk ke dalam anus Tiara.

“Jangan, jangan, jangan di situ. AGHHHH, sakiiitt. Sakiittt!” Pak Timbul tidak bisa lagi menahan diri, mendorong seluruh penisnya masuk ke dalam anus Tiara. Tubuh Tiara meronta, berusaha menendang tubuh Pak Timbul denga kakinya. Pak Timbul merasakan otot kaki Tiara menegang. Membuatnya makin bernafsu.

” Ha ha ha Bagaimana rasanya Tiara?” tanya pak Timbul .

Tiara mengerang, berusaha memahan sakit di anusnya dengan benda besar yang masuk ke dalamnya.

Pak Timbul memejamkan matanya, menikmati gerakan otot-otot anus Tiara bergerak memijat. Pak Timbul menghela nafas dan menindih punggung Tiara. Tiara megap-megap, berat badan Pak Timbul membuat dirinya makin sulit bernafas. Ia mengeluarkan rintihan.

“Pak ampunn , pak, sakit pak, sakit sekali.” Rintih Tiara .

“Kenapa Tiara? biar saya bantu kamu.” Kata pak Fajar yang asik menonton dari tadi Lalu pak Fajar melempar Dildol yang sebesar 20 cm ,ke pak Timbul .

Pak Timbul mengambil dildo itu. Kembali ia memasukan dildo itu ke vagina Tiara tanpa menghiraukan rintih kesakitan Tiara. Ketika semuanya telah masuk, Pak Timbul meletakan dasar dildo itu di kuda-kuda sehingga berat tubuh Tiara menahannya untuk tidak keluar, dan batang dildo itu tepat menggosok clitoris Tiara setip kali pinggul Tiara bergerak
“aghh sakit sekali ampun ,saya tidak tahan , agh sakit…” rintih Tiara .

Pak Timbul tetap menindihnya, dengan penisnya masuk seluruhnya ke liang anus Tiara. Ia tetap menindih Tiara tanpa bergerak maju mundur.
Tiara , meronta , dan merintih “sakit , sudah ampun , ampunnn aghhh sakit …”

“Ayo goyangkan pantat kamu , bikin saya puas sampai orgasme Tiara, kamu masih punya waktu tiga jam. Saya tidak akan bergerak sedikitpun.” Kata pak Timbul

“tidak bisa , jangan tidak bisa” erang Tiara.

Seperti ingin membunuh Tiara ,Pak Timbul makin menindih Tiara dengan seluruh berat tubuhnya. Pak Timbul merasakan tubuh Tiara yang hangat, sedang gemetar kesakitan. Penisnya kembali merasakan pijatan otot anus Tiara.

“Ayo gerakan pantat kamu,.” Kata pak Timbul .

“ohh , ampunnn tolong saya” rintih Tiara .

Pak Timbul mengerang, Tiara dalam keadaan terikat erat mulai berusaha menggerakan pantatnya.

Pantat Tiara tidak bisa banyak bergerak, paling-paling hanya sedikit kekiri dan ke kanan, sementara otot-otot anusnya menegang dan melemas memijati penis Pak Timbul. “Kamu sungguh cantik Tiara. Rasanya nikmat sekali. Kamu juga merasa nikmat juga kan?” kata pak Timbul .

Pak Timbul tertawa kecil, sementara Tiara hanya merintih memelas, kakinya mulai letih berusaha menggerakan pantatnya sedari tadi. Untuk lebih menyiksa Tiara, Pak Timbul sesekali mendorong tubuh Tiara, sehingga dildo yan ada di vagina Tiara terdorong-dorong dan bergesekan dengan clitoris Tiara.

Dan setiap kali rasa nikmat itu timbul di clitorisnya Tiara kehilangan irama gerakan pantatnya, dan penis Pak Timbul mulai mengecil lagi, sehingga kembali Tiara dengan tangis putus asa berusaha bergerak berirama lagi berusaha memuaskan Pak Timbul.

“Kamu capek ya Tiara? Tapi saya tidak tuh, saya masih kuat sekitar 4 atau lima jam lagi kalau begini terus. Gila, nikmat sekali Tiara, dan saya tidak usah bergerak sedikitpun!” Tiara mendengus dan berusaha menggerakan pinggulnya lebih cepat, berusaha membuat Pak Timbul mencapai orgasme secepatnya, dengan harapan ia bisa segera dibebaskan.

Air mata terus jatuh di pipi Tiara. Tiara sangat ingin melepaskan diri, dan Karena pengaruh obat perangsang itu , Tiara sangat ingin merasakan orgasme yang sedari tadi tertunda. Tiara menggigit bibirnya dan berusaha berkonsentrasi, mulai lagi bergerak berusaha membuat Pak Timbul mencapai puncak kenikmatan.

Tapi Pak Timbul sendiri selalu berusaha menahan orgasmenya. Ia hampir mencapai puncak beberapa kali, tapi ditahannya hingga Tiara kehilangan irama gerakannya. Pak Timbul tersenyum, dan kembali mengerang. Ia memejamkan mata merasakan pinggul Tiara kembali bergerak-gerak.

“Terus Tiara. Anus Kamu betul-betul sempit, gimana rasanya ****** saya di pantat kamu? Besar bukan? Atau kamu mau saya keluarin ****** saya?” tanya pak Timbul .

Tiara mengangguk-angguk cepat. “ Iyah , keluarin aja , cabut dari anus saya..”

“ PLAAK “ pak Fajar memukul pantatnya keras . “ awww, sakit..” jerit Tiara .

“Kamu nakal Tiara. Kamu musti bilang pada setiap laki-laki kalau kamu suka sama ****** mereka. Karena itu kamu musti saya hukum lagi.” Kata pak Timbul
Pak Timbul sekarang mulai memukuli belahan pantat kiri dan kanan Tiara, setiap kali pinggul Tiara bergerak. Setiap pantat Tiara mengejang kesakitan, rasa nikmat kembali mengalir di penis Pak Timbul.

“ PLAAK” “ PLAAK “

“Ampuun, sakitttt, tolong aghhh ampun sakitt sekaliii …” rintih Tiara .

Tiara terus merintih , menahan sakit , tapi Dia terus mengoyang pantanya . Kalau dia melambat ,Pak timbul memukul pantatnya .

“Lebih cepat Tiara, rasanya nikmat sekali. Mungkin saya bisa orgasme sebentar lagi.”

“ PLAAK “ “ PLAAK “

“Sakiiit, jangan pukullll . terusss ooohhh. Jangan, jangan…!” jerit Tiara

“ PLAAK “ “ PLAAK “

“Ampuun, sakiit!!” jerit Tiara

” Goyang pantat kamu yang cepat , Puasin saya Tiara. Cepat!” bentak pak Timbul.

Tiara berusaha terus mengoyang pantatnya . cepat dan cepat .

“Aaahhhh Tiara, kamu cantik sekali. Pantat kamu indah sekali. Aaaahhhh, kamu milik saya Tiara, dan akan saya entot setiap hari, eeehhhhggg, aaaahhhhhh. Selamanya, selamanya!”

Sambil mengerang dan berteriak, akhirnya Pak Timbul mencapai orgasme, dan menyemprotkan spermanya ke dalam anus Tiara, sementara tubuh Pak Timbul bergetar dan menggelinjang nikmat.

Setelah selesai, Pak Timbul langsung mencabut dildo dari vagina Tiara, agar Tiara sendiri tidak bisa mencapai orgasme yang sedari tadi diinginkannya,membuat Tiara merintih kecewa.

Pak Timbul kemudian berbaring menindih punggung Tiara, dan mendengarkan tangis Tiara, sementara ia sendiri berusaha memulihkan tenaganya setelah orgasme tadi.

Setelah beberapa menit Pak Timbul berdiri dan memandangi tubuh lemah yang indah di depannya.

Tiara masih terikat erat di atas kuda-kuda, tubuhnya basah karena keringat, rambutnya menutupi wajahnya, dan punggung serta pantatnya memar-memar keunguan. Ia melihat tangan dan kaki Tiara juga membiru karena Tiara berusaha melepaskan diri tadi.

” Tiara. Apa kamu Masih kuat?” Pak Timbul tersenyum dan berlutut di belakang Tiara, kemudian mulai memasukan lidahnya di vagina Tiara. Pak Timbul memutar-mutarkan lidahnya di bibir vagina Tiara, sambil memasukan ujung lidahnya ke vagina Tiara.

Kemudian Pak Timbul menjilati clitoris Tiara dan mengulumnya sesekali, dengan lembut dan perlahan.

Tiara dengan segera, kembali mengerang , Nafsunya meningkat kembali dan mulai menggerakan pinggulnya dengan cepat.

Pak Timbul dapat merasakannya , kemudian menarik lidahnya, menunggu gerakan Tiara berhenti dan pinggulnya tak bergerak lagi.

“Pak, saya mau keluar pak. Tolong buat saya keluar pak , saya mohon pak.” rintih Tiara mengiba iba .

“Saya mengerti Tiara, itulah indahnya!” Pak Timbul menunggu sampai Tiara berhenti memohon-mohon dan terdiam.
Tiara hanya bisa kembali menangis .

Pak Fajar yang melihat keadaan Tiara , jadi heran “ Timbul , apa ini pengaruh obat yang kamu berikan tadi??? “ tanya pak Fajar .

“ ha, ha, ha, benar sekali…” jawabnya . “ wah ,hebat sekali , bisa membuat dia memohon meminta orgame..” kata pak Fajar .

“ Obat itu ,akan membuatnya memohon untuk dia bisa orgasme , Walaupun kita menyiksanya , dan dia merasa sakit sekali , tapi tetap saja dia bisa orgasme . Karena obat perangsang itu , mempengaruhi syaraf syaraf nya . kalau tidak dapat orgasme dia akan jadi seperti orang gila , lupa diri , rasa malunya hilang , seperti orang ketagihan morfin , Dia akan mengiba iba memohon orgasme..” terang pak Timbul .

“ Ohh , begitu , lalu kalau dia sudah orgasme pengaruh obat itu selesai dong..” tanya pak Fajar lagi .

“ Tidak begitu , setelah orgasme , dia kan terangsang lagi dan memohon untuk di buat orgasme lagi.. “ jawab pak Timbul .
“ sampai berapa kali pak Timbul..” tanya pak Fajar..

“ ha ha ha.. tergantung daya tahan tubuhnya , kalau untuk gadis seperti Tiara , saya kira 20 kali , baru obat itu habis pengaruhnya..” jawab pak Timbul .

“ Kalau di biarkan saja , bagai mana..? “’ tanya pak Fajar lagi .

“ Yah dia akan menderita , selama kira kira 10 jam, vaginanya akan terasa tak enak..” .jawab pak Timbul .

“ wah, hebat sekali , kita mesti cari perawan nih..” kata pak Fajar .

“ oh tidak bisa buat perawan , kecuali perawan itu pernah merasakan orgasme , pokoknya obat ini hanya berpengaruh pada cewek yang pernah merasakan orgasme , kalau dia belum pernah orgasme obat ini tak ada pengaruhnya..” jelas pak Timbul

“ Wah , pak Timbul beli dimana obat itu..” tanya pak Fajar . “ He he. he walaupun saya Guru Fisika , tapi saya juga pernah sekolah apoteker..” kata pak Timbul .

“ Maksud pak timbul , meracik sendiri obat itu..” tanya pak Fajar lagi . Pak timbul mengangguk .

“ pak Fajar , kita bisa kerja sama , anda lebih jago , merayu cewek , sedangkan saya bisa membuat obat , ha ,ha , ha…” kata pak Timbul .

Pak Fajar sudah mengerti maksud pak Timbul . Dan Dia menangguk tertawa .

Pak Fajar menghapiri Tiara , dengan lembut membersihkan sisa sisa lilin yang menempel di badannya . “ pak, tolong saya , ampun..” rintih Tiara .

Pak Fajar mengangkat wajahnya , lalu melumat bibirnya ,” Tiara mau saya bikin orgasme yah..” tanya pak Fajar . “ mau pak, tolong bikin saya orgasme..” pintanya memelas .

Pak Fajar ke belakang , lalu membuka belahan pantat Tiara . Dan menjilati bibir vaginanya . Geterannya langsung menuju pusat syaraf di otak Tiara “ ohhhh, iyahh ohhh teruss…” jeritnya .

Pak Fajar terus menjilat , Tiara makin mendesah desah . Tubuhnya menegang . tak sampai semenit Tiara menjerit “ ahhhhhh , keluarrrrr…..” . Tubuhnya mengejet beberapa kali .

“ ha ha ha mudah sekali membuat kamu orgasme Tiara “ kata pak Fajar .

Tangan lalu mengusap usap klitoris Tiara , kembali Tiara menegang “ ohhh , ahhh pak, Terusss…” . desah Tiara . Pak Fajar terus mengobel klitorisnya .

Dan tak lama Tiara mengejet lagi “ keluarrrr……” .
P
ak Fajar terus mengobelnya . Tiara mengejet terus ,dan gemetar . Setiap satu menit Tiara berteriak “ keluarrr…” . lalu Tiara menjerit meminta lagi “ lagi, lagi, pak itil saya gatel sekali , bikin saya keluarr lagiii..” .

Begitu terus sampai Tiara orgasme lebih dari 10 kali . Pak Fajar lalu membuka celananya . Lalu mengarahkan ke liang vagina Tiara . Dan mendorong keras penuh nafsu . “ aggghhhh “ Jerit Tiara.

Pak Fajar terus mengoyang cepat . Dan Tiara menjerit kesakitan juga kenikmatan . “ aghhhh… aghh terus, ahh teruss…” rintihnya . Pak Fajar terus menghajar , dan Miila sudah akan orgasme lagi “ ahhhh teruss, mau keluarr ” .

Tapi Pak Fajar , berhenti dan segera mencabut penisnya .

“ aghhh , tolong jangan di cabut, ahhhh tolong pak bikin saya keluar..” pinta Tiara . Pak Fajar tersenyum melihat ke arah pak Timbul “ obat perangsang yang hebat.. ha ha ha” .

Pak Fajar memandang ke wajah Tiara yang sangat memelas “ kamu suka sama ****** saya Tiara..” .

Tiara seperti orang kehausan akan sex lalu menjawab “ suka, suka masukin masukin di memek saya tolong” pintanya .

“Oke Tiara saya akan entot kamu dan bikin kamu orgasme , tapi bilang dulu , kamu dudak sex ku , kamu pelacur , kamu doyan ******…” kata pak Fajar tertawa .

“ tolong pak , saya budak sex bapak , saya pelacur bapak , saya doyan ****** bapak, tolong entot saya, tolong bikin saya orgasme…” pintanya mengiba iba .

Pak Fajar lalu kebelakang lagi , dan menghunus penisnya di liang sagama Tiara

“ ohh , aghhh iyahh teruss…” jeritnya .

Sambil memegang pinggangnya pak Fajar menghentak keras vaginanya . Tiara menjerit jerit , sambil mengoyang pantatnya . “ agghhhhh terusss ahhhh…” . tak lama Tiara mengejet , dia orgasme .

Pak Timbul mendekat “ gantian ..” katanya . Pak Fajar mencabut penisnya dari vagina Tiara , dan Pak Timbul kini yang me******* Tiara . dan Tiara kembali mendesah desah .

Pak Fajar lalu memaksa Tiara mengulum penisnya . Tiara orgasme lagi di entot pak Timbul . dan mereka lalu berganti posisi lagi . Pak Fajar me*******nya , dan pak Timbul memasukan penisnya di mulut Tiara.

Pak Fajar dan Pak Timbul terus bergantian , setiap kali Tiara mengerang menikmati orgasmenya . Yang jelas setelah Tiara orgasme lebih dari 10 kali , mereka baru ejakulasi . Pak Timbul di mulut , dan Pak Fajar di vaginanya . Mereka memberikan spermanya .

Setelah itu , ikatan tangan Tiara di lepas . Dan Tiara ambruk , tak mampu berdiri . Dia terkulai lemas di lantai .

Nafasnya tersengal sengal . ..

Pak Fajar lalu menarik tubuh Tiara dan membaringkannya di sofa . Tiara terisak isak. Hari sudah mulai gelap .

Tanpa terasa hampir seharian mereka menyiksa Tiara .

 

Post Terkait