cerita bokep

Nikmatnya Di Pijat Mbak Nitalia

Suatu siang, setelah plg kerja aku ngerasa badan pegel2 dan capek bgt. Pengen rasanya pijit utk membuat rileks badan ini, pikirku. Dan akupun mulai mencari info ttg pemijat yg biasanya bs dipanggil. ( bkn yg plus2 lho…niat awalnya ) Biasa, di kampung ga ada PP, yg bnyk malah tukang pijit panggilan. Karena tukang pijit yg biasanya dipanggil ma nyokap sdh meninggal krn udh tua.

Jadi kelabakan lah aku mencari tukang pijit pengganti. Akhirnya aku dapat info dr tmn ada tukang pijit yg memang jago mijit dan masih muda. Sebenernya aku tidak terlalu mempermasalahkan umur,krn yg aku butuhkan saat itu memang pijit yg sbnrnya yg bkn plus-plus.Akupun diantar tmnku itu kermh si pemijat,sebut saja si pemijat itu Mbak Nita.

Setelah bertemu,maka si Mbak itu bs dipanggil utk memijat dirmhku keesokan harinya. Kami pun sepakat keesokan harinya jam 9 pagi,Mbak Nita akan datang kermh. Saat awal bertemu tak ada kesan istimewa yg menarik perhatianku. Hanya saja,memang Mbak Nita ini masih muda dan cantik. Berumur sekitar 28thn,janda muda tnpa anak,begitu info yg kudapat dr tmn ku.

Soal fisik,saat bertemu,tak terlalu mencolok karena Mbak Nita tidak terlalu menonjolkan bentuk tubuhnya… Hanya saja,dia berkulit coklat ( bkn hitam ya…),rambut sebahu,wajah cantik alami. Sesampai dirumah akupun tak ada pikiran apapun soal mbak Nita. Keesokan harinya,jam 9 pagi sesuai kesepakatan,Mbak Nita datang kermh yg kebetulan hari itu sedang kosong. Aku mempersilahkan masuk,dan kami pun berbincang sebentar. Mbak Nita kulihat hari itu hanya mengenakan pakaian yg lebih mirip daster mnrtku.

Karena memang rmhnya tak seberapa jauh dr rumahku. cSetelah berbincang sebentar,kamipun masuk ke kamar utk prosesi pijat. Aku yang hari itu memang hanya mengenakan boxer,cuek saja. Krn memang saat tidur kadang aku hanya mengenakan boxer tnpa CD. Setelah didlm kmr,aku yg hanya mengenakan boxer saja langsung berbaring tengkurap. Mbak Nita yg telah mempersiapkan minyak dan sgala macamnya,tampak mulai memegang telapak kakiku. Mbak Nita mulai memijat bagian kakiku hingga ke paha sampai selangkangan. Terus terang ini membuatku sedikit horny. Aku pun mengajaknya ngobrol,drpd horny…pikirku.

“Mbak udah lama ya terjun di dunia pijat memijat ?” tanyaku sambil bercanda. “Ya,lumayan,mas.. sejak cerai sama suami,saya harus mencukupi kebutuhan hidup. Salah satunya ya jadi tukang pijat,mas. Karena pendidikan saya kurang,dan ketrampilan saya cuma mijat aja,mas.”,jelas Mbak Nita. “Ohh…Mbak udh cerai ya… Maaf lho saya ga tau,Mbak…”,sahutku. “Gak apa2,mas…”katanya. Kurasakan jari Mbak Nita yang memijat bagian selangkangan terkadang menyentuh “bola kesayangan”. Si “dedek” mulai menggeliat,aku mencoba menahan.

Mbak Nita mulai memijit daerah punggung,dia tampak sedikit kesusahan,karena posisi tubuhnya disebelah tubuhku. Akhirnya kutawarkan sesuatu. “Mbak klo kesusahan mijit punggung,Mbak dudu aja di kaki saya… Biar gampang mijitnya.”,tawarku. “Ohh…nggak apa2 ya,mas…? Maaf ya sebelumnya….”jawabnya. “Santai aja,Mbak.”jawabku. Mbak Nita mulai menduduki pantatku dan mulai memijat. Aku semakin bertambah horny,karena tindihan tubuh Mbak Nita diatas pantatku yg bergerak2 saat memijat. Ini membuat si “dedek” jadi bergerak2 pula.

Bbrp lama kemudian,aku disuruhnya membalikkan badan.

DASSHH… Ini dia. Mana si “dedek” lagi bangun,ga pake CD pula. Sial…pikirku. “Mas…sekarang mas terlentang,bagian belakang udah,tinggal yg depan.”,katanya. “Ehh….iya…”,jawabku. Akupun membalikkan badan. Saat aku terlentang,Mbak Nita tampak terbelalak melihat boxerku seakan menonjol keatas. Aku bingung bukan main. Malu pula. Tapi ternyata…Mbak Nita merespon biasa alias positif akan pemandangan itu.

Dan malah menggoda. “Wahh….kenapa itu,mas burungnya…?”godanya. Aku yang sedikit malu,malah nekat menjawab seadanya. “Lagi berdiri,Mbak.. Ga tau knp… Minta dipijit jg kyknya…”,balasku sambil tersenyum. Mbak Nita hanya tersenyum. Mbak Nita mulai memijat bagian kaki depanku. Sambil tidur terlentang,sempat kuintip dibalik dasternya saat dia membungkuk utk memijat kakiku. BUSEETT….Ternyata Mbak Nita ga pake BH…!!! Kunikmati pemandangan itu sepuasnya,saat Mbak Nita tak sadar. Payudaranya menggantung dengan indah. Ini semakin memperkeras berdirinya si “dedek”… Ahh……!!!

Mbak Nita mulai memijit bagian paha atas hingga selangkangan dalam. Karena aku memakai boxer pendek saat itu,maka sedikit terbukalah sebuah rongga dimana tangan Mbak Nita kadang menyentuh “bola”ku… Mbak Nita tampak memijat sambil sesekali melirik kearah bagian menonjol didepannya itu. Tangan Mbak Nita semakin sering menyentuh bagian selangkanganku,dan itu semakin membuat aku horny bukan main. Disaat keheningan sejenak itu,Mbak Nita kemudia nyeletuk. “Masih berdiri jg ya,mas…”,katanya. “Ga tau,Mbak…Minta dipijit jg mungkin.”,jawabku menggoda.

“Emang masnya mau saya pijitin burungnya…?”tanyanya. “Ya mau lah,Mbak. Klo bisa malah ga cuma dipijit.”,sahutku semangat. “Pijit aja dl ya,mas… Soal yang lain…ya….gmn ya….”,pikirnya. “Soal biaya,nanti saya bayar 2x lipat deh,Mbak. Plus saya kasih uang Tip.”,jawabku mupeng. “Gimana…? Mau kan,Mbak..?”,tanyaku penuh harap. “Boleh deh,mas… Asal bayar 2 kali lipat ya…sama uang tip tadi..”,katanya. “Iya…janji deh…”,kataku. Mbak Nita pun kembali memijit bagian selangkangan,dan tiba2 dipelorotkannya boxerku itu.

Maka,pastilah tampak penisku yang sudah tegang drtd langsung mencuat. Akupun dalam keadaan telanjang bulat. Mbak Nita mulai memijit batang penisku. “Wahh…besar ya burungnya,mas.”,katanya. Aku hanya mengangguk menahan nikmat dan konak. “Mbak,dibuka jg donk bajunya. Biar sama2 telanjang.”,pintaku. “Nanti ada org gmn,mas.”sahutnya. “Ga ada koq. Rumah lagi sepi.

Tenang aja,Mbak.”,jawabku. Mbak Nita pun mulai melucuti dasternya,hingga CD yang dia pakai. Kulihat kali ini,kemolekan tubuh Mbak Nita yg drtd membuatku penasaran. Payudaranya kulihat cukup besar,sekitar 34. Puting berwarna coklat,dan bagian bawahnya,ada sedikit bulu jembi yang menghiasi. Lalu, Mbak Nita kembali duduk disamping tubuhku sambil kembali memijit2 batang penisku. Akupun mulai menjamah payudaranya yg masih kenyal itu,dan meremasnya.

Aku benar2 horny saat itu….. Saat memijit penisku,kuminta Mbak Nita sedikit membungkuk untuk dapat kulihat vaginanya. Sekalian agar dia bs mengulum penisku. Langsung saja,dia lumuri kepala penisku dengan ludahnya dari kepala hingga batangnya menggunakan lidahnya.

Dijilatinya kepala penisku. Geli dan nikmat…. Lalu,dikulumnya penisku dari kepala hingga batangnya. Enak sekali sepongan Mbak Nita ini,pikirku… Saat dia membungkuk menikmati batang penisku,kumainkan bibir vaginanya,dan perlahan2 kumasukkan jariku kedalamnya. Vagina Mbak Nita sudah basah,pikirku…. ( Maklum,janda muda…pastinya haus akan kepuasan…pikirku…) Mbak Nita semakin binal mengulum penisku. Dan aku pun semakin bernafsu untuk menjilati vagina Mbak Nita. Bbrp menit kemudian,kuminta Mbak Nita yang terlentang.

Diapun menurut. Dia membuka pahanya,dan langsung kusosor vaginanya yg sudah basah itu. Kumainkan dengan lidah klitorisnya,Mbak Nita pun menggelinjang sambil merintih. Akupun semakn bernafsu menikmati gurihnya vagina Mbak Nita. Mbak pun tampak sangat menikmati.

Selang beberapa menit,kusudahi adegan jilmek itu,dan kuminta Mbak Nita untuk menungging. Tanpa basa-basi,Mbak Nita yang jg sudah dibutakan nafsu hanya menurut saja. Setelah dalam posisi nungging spt itu,langsung kutusukkan penisku. Kutembus bibir vaginanya yg sudah dilumuri cairan dari dalam lubangnya.

Blless…. Terbenamlah kepala penisku,dan kudorong hingga seluruh batang penisku tertanam semuanya. Mbak Nita langsung mendesah. “Aaagghhh….”desahnya. Akupun bergerak perlahan. Vagina Mbak Nita terasa hangat sekali,dan masih terasa sempit. “Aaghhh….Agghh…..Agghh…….ohh……”,de sah nakal Mbak Nita. bbrp menit kemudian,Mbak Nita berkata sambil terbata2 manahan nikmat. “Aghh…terusin…mas….lebih..ce..pat…”,rinthn ya. Akupun menggoyangkan pinggulku semakin cepat. “Saya…ahhh…..mau….keliar…mas….agghh….a aggh…..”,katanya lagi. Dan benar saja,bbrp detik kemudia Mbak Nita mengerang penuh nikmat. “Maass….saya…aghhh….keluar….aggghhh……. Aggghh…….”,erangnya. Kurasakan ada cairan hangat yang melumuri penisku didalam vaginanya.

Setelah itu,akupun meminta Mbak Nita yang berada diatas. Aku segera terlentang,dan Mbak Nita pun segera mengangkangi penisku. Diarahkannya penisku menuju lubangnya,dan setelah pas ditekannya tubuh Mbak Nita turun hingga penisku terbenam seluruhnya didalam lubang kenikmatan Mbak Nita.

Mbak Nita tampak memejamkan mata sambil bergoyang naik-turun.

Sesekali dia bergerak memutarkan pinggulnya. Dia bergoyang sambil tak henti2 nya mendesah. Kulihat,dia sambil sesekali meremas sendiri payudaranya. Binal sekali janda ini…..pikirku……! bbrp menit Mbak Nita bergoyang diatas tubuhku,dia pun mencabut penisku. Akupun memintanya terlentang,agar aku bs menggoyang tubuh sintalnya itu dr atas.

Mbak Nita pun terlentang sambil membuka selangkangannya,seakan mempersilahkan penisku untuk memasuki “pintu rumah”nya…. Tak menuggu waktu,aku segera membenamkan penisku dan bergerak pelan. Sambil sesekali kuciumi payudara Mbak Nita,dan kuhisap putingnya yang menegang karena terangsang. Lalu,kutaruh kedua kakinya diatas pundakku,dan kugoyang. “Agghh……mass…….ahhhh…….mmppphhh…..”, desahnya. Kuturunkan kakinya,dan kembali kuhisap putingnya yang sangat menggoda itu. Kaki Mbak Nita tampak merangkul pinggulku dan membantu doronganku. Tak berapa lama,kembali Mbak Nita mengerang.

“Aggh….Maass……Ouugghh……..”erangnya.

Akupun paham,bahwa dia akan mendapat orgasme yang kedua. Benar saja… Langsung saja tubuhnya menggeliat dan tak mulutnya mengeluarkan desahan panjang. Matanya terpejam. Sedangkan aku,masih menggoyang perlahan,sambil menjilati putingnya. Bbrp menit kemudian,giliranku yang akan mencapai “ledakan”. Aku bergerak berirama. Dan kucabut penisku,lalu aku terlentang,dan kuminta Mbak Nita utk mengoralnya. ( Kan ga lucu klo keluar didalem. Secara Mbak Nita kan janda. Bisa habis aku). Mbak Nita langsung tanggap,dia langsung mengocok penisku dengan cepat. sesekali dihisapnya dan dijilati kepala penisku. Cairan kental itu sudah hampir mencapai ujung.

“Mbak…..mau..keluar….isep…mbak….agghh….. ..”,desahku. Mbak Nita langsung menghisap kepala penisku,dan tangannya mengocok batang penisku. CROOTT…CROOOTTT…CRROOT…CROOTTT…!!! Muncratlah cairan kental itu memenuhi rongga mulut Mbak Nita. Kulihat dia masih menghisap penisku. Ahhh……gila……Enak sekali sepongan Mbak Nita ini…..!!! Mbak Nita masih terus mengulum penisku,hingga tak ada sperma yang meleleh atau tersisa. Ditelannya spermaku itu.

Setelah prosesi “pelemasan otot” itu kelar,Mbak Nita berpakaian,dan beristirahat sejenak. Bbrp menit kemudian,dia melanjutkan kembali memijat bagian tanganku. Setelah selesai memijat,aku memberinya uang. Tak perlu disebut nominalnya ya…. Setelah itu kami berbincang sejenak. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. “Mbak…enak sekali tadi…kapan2 boleh kan saya panggil lagi.”,tanyaku. “Boleh koq,mas….Saya jg kebetulan sudah agak lama nggak begituan. Jadi tadi saya puas sekali,mas…”jawabnya. Tak lama kemudian,Mbak Nita pun pamit pulang,dan aku beristirahat dengan puas.

Post Terkait