cerita bokep

Ngentot Meita Semalaman

Seorang temanku bekerja di sana. Aku menyusul temanku itu ketika dia mengirimiku alamat yang cukup jelas, lagipula aku dengar Farid, nama temanku itu, sukses di perantauan. Dia bekerja di sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit.

Daripada kamu nganggur di kampung, lebih baik ke Banjarmasin saja, Ngga. Kebetulan lagi ada lowongan kerja. begitu katanya suatu kali. Berbekal uang tujuh ratus ribu aku berangkat ke Banjarmasin.

Setibanya di pelabuhan Farid menjemputku. Dari situlah aku tahu kehidupan Farid yang benarbenar kecukupan. Rumahnya tak besar, tapi cukup bagus, dan yang pasti rumahnya sendiri.

Wah.. kamu benarbenar hebat, Rid. pujiku.

Pintarpintar kita saja cari duit, Ngga. Setidaknya punya obyakan sampingan. jawab Farid dengan senyum yang misterius.

Aku nggak langsung dapat kerja, tapi nunggu dulu karena ternyata lowongan di tempat kerja Farid sudah terisi. Karena nggak kerja semakin lama semakin habis uang yang kubawa dari kampung. Sebenarnya makanku ditanggung sama Farid, tapi nggak enak kan kalau setiap hari, sedangkan tahu sendiri kalau biaya hidup mahal di Banjarmasin.

Kisah ML Bareng ABG Semalaman | Setelah satu bulan numpang di rumah Farid aku mulai tahu apa sebenarnya obyekan sampingan Farid yang tak lain adalah melayani nafsu tanteTante Girang (alias gigolo). Bergidik juga aku ketika suatu malam mendengar suarasuara gaduh yang janggal di kamar sebelah (kamarnya Farid).

Ketika aku intip, ehh.. Si Farid lagi disepong sama seorang wanita stw. Habis itu aku melihat Farid dikasih beberapa lembar ratusan rupiah. Dan ketika Farid tahu kalau aku pergoki, dia cuman tersenyum kecut.

Kalau mengandalkan gaji buruh pabrik sih, nggak bisa kirim ke kampung. itu dalihnya.

Bahkan setelah aku tahu kalau Farid adalah seorang gigolo, dia malah semakin tak sungkan melakukan bisnis mesumnya itu di rumah. Iiih.. betapa tersiksanya aku mendengar deruderu nafas mereka di kamar sebelah setiap malam. Walau sebenarnya aku ngiler juga. Bayangkan setiap malam Farid bisa mengeloni dua sampai tiga wanita, dan tidak semuanya stw. Ada juga yang sepertinya masih lajang. Setiap malam pula omsetnya bisa sampai dua juta. Ngiri banget aku.

Malam itu aku tak menyianyiakan kepergian Farid. Dia nggak pulang malam ini, lembur katanya. Dan kebetulan sekali telpon berbunyi. Siapa tahu dari langganan Farid, karena biasanya transaksi mereka terjadi via telpon.

Halo Farid..aku Meita. terdengar suara mendesah di seberang begitu telepon diangkat.

Aku tunggu di Platinum 156, cepat yah.. aku sudah telanjang sekarang..

Glek! Aku telan air liurku berkalikali. Job Farid datang. Bagaimana nih? Apa aku harus datang? Aku lihat isi dompetku, tinggal 200 ribu doang. OK deh, aku datang.

Hotel Platinum, tak susah mencarinya. Kemarin malam aku diajak Farid kelilingkeliling kota dan sempat makan di restoran hotel itu. Setelah bertanya letak kamar kepada resepsionis aku segera menuju kamar 156. Didepan kamar aku kembali ragu, masuk atau tidak ya? Masuk tidak masuk tidak, aku hitung kancing kemejaku. Masuk.

Kreek..

Pintunya tak dikunci. Aku masuk dengan raguragu. Kamar hotel itu seluas kamar Farid walau sedikit lebih bagus penataan ruangnya. Seorang wanita berusia 30 tahunan berada di atas ranjang. Dia agak terkejut ketika menyadari bukan Farid yang datang. Tapi kemudian dia tersenyum genit. Siapapun kau aku ingin bercinta denganmu. Kemarilah..

Meita beranjak dari ranjang. Glek. Kutelan liurku ketika hendak meleleh. wanita yang hanya memakai stoking rajut tipis tanpa CD dan BH itu segera mendekatiku. Stokingnya hanya sebatas lutut, lengannya juga tertutup stoking tapi badannya polos sama sekali. Seekor kupukupu menghias di payudaranya sebelah kiri. Kedua gumpalan dadanya sekal dan besar banget, dan menantang banget. Begitu menantang sampaisampai burungku bangun.

Meita mengitari tubuhku yang sedikit gemetaran.

Siapa namamu, sayang.. desah serakserak seksi itu menyembur tipis di belakang telingaku.

Ss.. saya Rangga. jawabku gemetaran.

Rangga? Hmm.. jangan panik, kamu baru pertama ya? Aku suka banget.. kata Meita sambil menggosokgosokkan kemaluannya yang gundul ke pahaku.

Siir.. tibatiba saja penisku tegang.

Kalau gitu aku ajarin yah.. tambahnya sambil menggosokkan kemaluannya makin keras dan makin mepet di pahaku sampai celanaku sedikit basah oleh cairan yang keluar dari vaginanya.

Lalu perlahan wanita yang sedikit jangkung itu mencium bibirku lalu berkata

Balaslah Ngga, hisaplah bibirku.

Aku menghisap bibir tebalnya. Bibiritu terasa kenyal banget ditambah bau tubuhnya yang nggagi. Tibatiba Meita memegang kemaluanku, aku sangat kaget.

Wah pistolmu sudah tegang Ngga, kata Meita sambil tangannya dimasukkan kedalam celana jeansku. Darahku berdesirdesir, nafasku kembang kempis dirangsang sedemikian rupa.

Meita berusaha melepaskan celana jeansku, tapi bibirnya masih terus aku lumat dengan penuh nafsu hingga akhirnya aku tinggal memakai celdam saja. Kami masih saling melumat, tapi tanganku mulai menggerayangi dada sekal Meita. Tanpa gemetar lagi aku memegang buah dadanya dan memelintir putingnya. Meita mendesisdesis lirih merasakan kenikmatan belaianku.

Ngga.. kamu memabukkan..ehgh..

Nafasnya memburu berpacu dengan nafasku.

Aku menuruni leher mulus Meita lalu berlabuh di kedua gundukan buah dadanya. Lalu dengan memberanikan diri aku menciumi putingnya, dan Meita bertambah mendesis,

Teruslah Ngga, terus.. ach.. nikmat banget…

Tanganku meremasremas kedua bokong Meita yang padat dan sekal. Sesekali jemariku menyusuri belahan pantat itu terus sampai ke lubang vaginanya. Meita yang semakin kegelian semakin merapatkan tubuhnya sehingga aku semakin leluasa mengenyot payudaranya. Aku hisap putingnya kuatkuat membuat Meita mendorong kepalaku semakin terbenam diantara belahan payudaranya. Aku sadari betul perubahan yang terjadi pada buah dada Meita, semakin membengkak menggemaskan dan putingnya tegang, kenyal dan menantang.

Ngga.. ach.. ehmm ehmm Meita kembali melenguhlenguh ketika jemariku mengutakutik klitorisnya. Entah sudah berapa kali vagina itu mengeluarkan lendir kenikmatan birahi Meita. Panas birahinya sudah sampai di ubunubun.

Setelah puas menghisap puting buah dada Meita aku mencoba menciumi vaginanya, tapi Meita berkelit.

Aku pengin pistolmu dulu, pangeranku.. katanya kemudian.

Meita mendorongku terlentang diatas kasur empuk kemudian dia menungging diatas tubuhku kemudian sibuk menciumi penisku yang masih tertutup celdam krem. Posisi Meita yang menungging memunggungiku membuatku leluasa mengutakatik klitorisnya kembali. Kemudian aku memasukkan jempol kiriku ke dalam lubang kawinnya.

Uach.. Ranggaaaa..

Mudah sekali jempolku itu masuk ke dalam vaginanya. Lendir kental mengalir di selakangnya. Aku permainkan jempolku keluar masuk vaginanya, Meita semakin bergelinjangan. Entah saking tak tahannya, Meita segera mengeluarkan penisku dari CD lantas mengemutnya.

Egh.. ach..Mei..

Dadaku sesak menahan birahi yang meletupletup didadaku. Baru pertama kali ini batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita. Meita begitu terampil mengenyotnya. Semakin kuat Meita menyedotnya dan

Crot..crot.. aku tak tahan lagi.

Spermaku keluar begitu saja. Tapi Meita begitu menikmati spermaku yang muncrat seluruhnya ke dalam mulutnya.

Mhmm.. nikmat Ngga.. aku suka, lagi dong..

Begitu Meita hendak mengenyot penisku lagi, aku segera menarik bokongnya hingga hampir menduduki mukaku. Langsung saja aku sedot vaginanya

Aaach.. teriak Meita tertahan.

Sudah tak tahan aku, aku kerjain vagina Meita habishabisan. Aku ciumi, aku gigitgigit klitorisnya bahkan aku sudah berhasil memasukkan tiga jari tengahku sekaligus. Meita misuhmisuh tapi segera mendehemdehem keenakan. Aku sudah tak terkendalikan. Kalau sejak tadi aku seperti diajari sama Meita, kali ini aku bekerja dengan naluriku sendiri. Dan kurasa Meita tak keberatan, karena sekarang dia mendengkingdengking keasyikan.

Cerita Dewasa Ngentot Meita Semalaman

Sruup..sruup..

Lendir kawin Meita aku sedot dengan kekuatan penuh. Seluruh tubuhnya menggelinjang liar, lalu kembali lendirlendir itu mengalir deras bagai sungai.

Ough.. Ngga, aku nggak tahan lagi.. erang Meita semakin melebarkan selakangnya.

Lalu penisku dipegangnya dan dimasukkan kedalam vaginanya yang sudah licin berlendir. Perlahanlahan batang pistolku amblas ke dalam lubang vagina Meita,

Ach.. engh.. desisnya kemudian.

Dan Meita mulai menggoyanggoyangkan pinggulnya ketika aku mulai mengocokngocok penisku. Penisku terasa mengembang didalam vagina Meita, Meita pun semakin mendesis.

Ach.. Ngga.. ehm.. ah..

Jemariku meremasremas payudaanya. Meita terus menggoyanggoyangkan pantatnya sambil berkata, Aku mau datang nih.. .

Hegh eh.. hanya itu yang aku jawab sebab aku masih sibuk menggenjot vaginanya.

Dan tak lama kemudian Meita menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan lendir kawinnya diselasela penisku yang masih tegang. Semakin liar aku remasremas kedua buah dada Meita hingga beberapa menit kemudian aku berbisik

Mei.. sedikit lagi aku juga mau keluar.

Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batang penisku keliang vagina Meita, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku kedalam vagina Meita bersamaan dengan keluarnya cairan kawinnya untuk kedua kalinya.

Uwah.. pekik kami bersamaan.

Belum puas aku memompa penisku yang masih haus, aku meminta Meita menungging. Dari belakang aku segera menekan masuk penisku diantara pantatnya. Meita mengejang beberapa saat. Tampaknya lubang pantatnya masih sangat sempit hingga penisku sedikit kesulitan menembusnya.

Egh.. ach.. sakit Ngga.. erang Meita.

Akhirnya seluruh batang penisku sanggup menembus masuk ke lubang pantat Meita. Bagai remuk penisku digencet lubang yang masih sempit itu. Tapi sedikit tertolong karena spermaku kembali keluar membasahi liangnya. Kembali aku kocokkocok penisku maju mundur. Meita mengerang panjang merasakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dirasakannya. Tangannya meremasremas payudaranya sendiri yang sudah sangat bengkak, bagai mau meledak. Aku pompa penisku sampai lima balas menit, setelah itu aku mengerang kembali mendapatkan puncak libidoku.

Penisku aku cabut dari dubur Meita. Terasa tubuh ini sangat lemas, Meita berbaring di sampingku. Kami saling berpelukkan dan berciuman. Ranjang itu sudah berantakan sekali.

Ngga.. kamu hebat, bahkan lebih hebat dari Farid. Sepertinya aku mencintaimu. bisik Meita sambil terus menciumiku.

Kamu mencintaiku atau mencintai pistolku? sindirku.

Hi.. hi.. kamu ini bisa saja.. Meita mengikik lirih sambil menyentilnyentil batang penisku yang belum lemas benar.

Kamu masih mau berlayar lagi, Mei? tanyaku kemudian karena merasakan libidoku sedikit bangkit.

Ah.. tidak sekarang, aku sudah tak kuat. Tapi aku puas banget say..

Kalau begitu jangan cobacoba membangunkannya, atau kita akan kembali melayang di atas angin. bisikku membuat Meita semakin geli.

Ketika aku hendak pergi mandi aku lihat tubuh Meita yang full naked itu. Kedua buah dadanya merah membengkak sedikit menguatirkan. Bekasbekas remasan tangantangan kami menghias di kegua gundukan bengkak itu. Putingnya sedikit menghitam, mungkin karena aku terlalu kuat menyedotnya.

Wajah Meita terlihat kusut, tapi masih cantik. Keringatnya masih membasahi tubuh jangkung nan langsing itu. Beberapa kali terdengan gumaman dari bibir tipisnya, mungkin masih menikmati sisasisa pelayaran kami. Aku tersenyum tipis lalu masuk ke kamar mandi.

Begitulah, aku menjadi pemuas nafsu Meita. Kami samasama puas dengan permainan kami barusan. Setelah itu Meita menceritakan tentang sisi kehidupannya kepadaku. Dan tak lupa di akhir perjumpaan kami, di tengah malam buta, Meita menyelipkan sebuah amplop ke dalam CDku. Kami berpelukan sebelum aku pergi, dan berjanji akan memanggilku lagi kalau dia sewaktuwaktu dia membutuhkan.

Post Terkait