cerita bokep

MESUM DISEMAK-SEMAK

Sudah semiinggu berjalan semenjak aqu dgn sukses merengut kewanitaan Meisya, Cindy dan Nia masiih belom tahu kalau kawannya sudah enggak virgin lagii, dihadapan mereka berdua aqu hanya bermain di daerah luar badan saja akan tetapi bila mereka berdua sudah pulang langsung kulahap habiis-habiisan keniikmatan dan kehangatan darii badan Meisya sampe ia kelelahan dalem riintiihan dan jeriitan-jeriitan biirahii yg biinal, dunia seks yg kukenalkan pada Sii kuciing liar Meisya rupanya membongkar siisii lain darii jatii diriinya, keliaran dan kebiinalan dalem berciinta.

Malam iitu udara terasa dingiin , diluar hujan turun dgn begiitu deras, disebuah rumah kontrakan iiniilah aqu tiinggal, dan selama semiinggu iinii pertarungan yg hebat selalu terjadi didalem hatiiku, akan tetapi lama-kelamaan siisii baik didalem diriiku semakiin kabur , sepertii mataharii pagii yg hangat ditelan oleh gelapnya malam yg pekat , senyap tanpa siinar sedikiitpun. Aqu tersenyum dingiin menantii datangnya harii esok, yg ada dalem piikiiranku hanya keniikmatan, keniikmatan, dan keniikmatan. Piikiiran-piikiiran kotor dan mesum sudah memakan habiis hatii nuraniiku, sembari menghela nafas aqu membariingkan badanku, tanganku enggak hentii-hentiinya mengocok-ngocok gagang kemaluanku, kesadaranku mulai hiilang dan aqupun jatuh dalem gelapnya malam.
Mataqu mendadak terbuka, ada senyuman dibiibiirku, akhiirnya harii yg kunantiikan sudah tiiba, dgn terburu-buru aqu mandi, suasana harii iitu mendung sepertii mau hujan, sudah selama semiinggu Aqu selalu menjemput Meisya lebiih awal, dgn mengendap-ngendap kubawa santapan pagiiku kedalem kendaraan supaya enggak ketahuan oleh orang rumah, santapan pagii yg mulus dan hangat.
“Jreng…jrengg…jrennggg….ada yg….bencii diriinya ada yg….”seorang pengamen mendekatii kendaraanku, ia bernyanyii sebuah lagu siikupu-kupu malam,
“IInii hiidup wanita siikupu-kupu mallllaa Uhukkk… uhukkkk…..”Sang pengamen terbatuk-batuk ketiika tanganku menyiibakkan rok seragam Meisya keatas, petiikan giitarnya mendadak berhentii, mulutnya terbuka lebar, matanya melotot meliihat kemulusan paha Meisya.
Meisya tercengang kaget dgn aksiiku sampe-sampe ia lupa kalau rok seragamnya tetap tersiibak memperliihatkan sepasang pahanya yg mulus , sementara lampu lalu liintas bergantii warna hiijau, Aqu segera mengiinjak gas meniinggalkan sang pengamen yg masiih bengong.
“Ditttttt…Dittttt… Ditttt!!!” Bunyii klakson terdengar dibelakangku, lewat kaca kendaraan kuliihat rupanya sang pengamen masiih bengong ditengah jalan, sementara Meisya buru-buru merapiihkan Rok seragamnya, ia mencubiit lenganku. Aqu meliihat jam tanganku, masiih menunjukkan jam 6.05 meniit, seorang satpam tua memperhatiikan kamii dgn mata yg masiih mengantuk disekolah,ia sepertiinya enggak curiiga dgn kedatangan kamii yg terlalu pagii. Aqu segera memarkiir kendaraan dilapangan parkiir yg masiih sepii, baru juga aqu mematiikan mesiin kendaraan siikuciing liar Meisya menerkamku, mulutnya mengulum biibiirku, aqu membalas mengulum biibiirnya yg mungiil.
Meisya membuka kanciing baju seragam sekolahnya, tersembullah sepasang buah dada yg ranum dihadapanku, sudah semiinggu iinii Meisya enggak memakai Beha dan juga celana dalem, Meisya menyodorkan buah dadanya yg ranum kewajahku, aqu langsung melahap buah dadanya , kuhiisap dan kujiilatii bulatan buah dadanya, enggak lupa aqu emut-emut puttiing susunya yg semakiin runciing.
“Ahhhhh… Ahhhhhhh Manggggg Trimaniiiiii…. Ouhhhh manggggg”Meisya menjeriit-jeriit liat kerana desakan biirahii.
“Sssssssttttt…. Jangan terlalu keras maniissss… nantii kedengeran orang giimana….???” Kataqu mengiingatkan sembari menciiumii biibiir dan lehernya.
Meisya enggak menjawab ia hanya mendesah-desah dgn nafas yg semakiin memburu keras. Tangan Meisya memaksa membuka retsluetiing celanaqu dan menariik keluar iisii celana dalemku, Meisya naik keatas badanku yg masiih duduk dgn santai , dipagii harii yg dingiin , kepala kemaluanku masuk kedalem lobang yg hangat dan seret, lobang Kemaluan Meisya, piinggulnya naik turun dgn liar, kepalanya terangkat-angkat keatas, jeriitan keciil kadang-kadang terdengar darii mulutnya, aqu enggak mau diam lagii kiinii kusentak-sentakkan kemaluanku dgn kuat kedalem lobang mungiil dan seret, berulang kalii tanganku meremas – remas buah bokongnya yg padat ,
“Akhhhhh Crrrrr… Crrrr”gerakan-gerakan Meisya yg liar berhentii , kedua tangannya memelukku kuat-kuat, sesekalii kusentakkan kemaluanku untuk mengantar mengiiriingii badai dahsyat yg baru saja melemparkan Meisya kejurang keniikmatan, ciiuman-ciiuman kasarku berkalii-kalii hiinggap didadanya yg turun naik seiiriing dgn desah nafasnya. Meisya turun darii badanku dan duduk dikursii sebelahku, setelah membersiihkan cairan yg meleleh di pahanya Meisya merapiihkan pakaiannya, aqu menerkamnya
“Sudah manggg…. Hampiir jam 07.00 Cuma kurang dikiit”
Aqu enggak mempeduliikan kata-kata Meisya , kusiibakkan rok seragamnya sampe aqu biisa meliihat kembalii gundukan mungiil diselangkangannya, biibiir Kemaluan Meisya masiih terliihat basah, liidahku langsung menarii-narii, kukait-kait cliitoriis Meisya sampe Meisya tersentak-sentak dan meriintiih-riintiih, aqu enggak pedulii liidahku semakiin liar memainkan dagiing keciil didalem lobang Kemaluannya.
“Auh… Crrrr….. Crrrrrr”Meisya meriintiih untuk kedua kaliinya, mulutku dgn lahap menyedot cairan putiih yg terasa asiin dan guriih sampe habiis.
“Mangg…Manggg Triman…”Meisya mendorong kepalaqu keluar darii selangkangannya. Mataqu meliihat keadaan disekeliiliing rupanya satpam tua iitu mulai mendekatii kendaraan kamii. Siitua mendekatii piintu kendaraan dan
“tok… tokkk….”Piintu kendaraan diketuk, Meisya membuka jendela kendaraan dan
“koq ngak turun Non?” Sii tua Bangka bertanya, matanya memandangii kamii berdua dgn tatapan matanya yg penuh seliidik. esexeseks.com
“Koq baunya giinii…”Hiidungnya mengendus-ngendus, Wangii cairan yg keluar darii lobang Kemaluan Meisya meniimbulkan Aroma yg enggak asiing lagii bagii penggemar seks.
“Psstttt… Psttttt…….” Meisya menyemprotkan parfum , sii tua bangka tampak kecewa sekaliigus curiiga, Meisya tertunduk ia sepertii taqut ketahuan oleh Sii tua bangka.
“Hehhhh ngapain loh…. Miinggiir….”Aqu turun darii kendaraan dan menghardiknya supaya segera pergii menjauh darii Meisya, Sii tua bangka segera ngaciir pergii menjauh.
Aqu menenangkan Meisya yg masiih ketaqutan, sebelom ia keluar darii kendaraan aqu masiih sempat meremas buah dadanya, Meisya menatapku dgn manja dan kemudian sembari tertawa keciil ia menuju ruangan kelasnya, aqu dgn enggak sabar menunggu ketiiga wanita Chiinese iitu selesai sekolah, sang waktu berjalan lambat seolah-olah berusaha menyelamatkan Cindy dan Nia darii nafsu liarku, dgn kelelahan sang waktu mengakhiirii perlawanannya ketiika bel sekolah berdentang dgn nyariing tanda jam sekolah telah usai, akhiirnya penantian di harii Sabtu yg kutunggu berakhiir juga.
“Meisya Haus niihh…” Cindy menatap Meisya dgn tatapan manja.
“Ya… ambiil sana dikulkas……..” Meisya menyahut
“Miinta Fantaaaaaaaaaaa”Cindy tambah manja , sembari sebelah tangannya menyusup kebaliik rok seragam sekolah Meisya. Niina juga mulai iikut-iikutan ia merangkul Meisya darii belakang dan meremas-remas bagian buah dadana yg masiih bersembunyii dibaliik seragam sekolahnya,
“Aqu miinta coca-cola yahhh… cuppp.. cupppp”Dikecupnya leher Meisya sampe Meisya keenakan.
“Ya sudah kalian tunggu disiinii… aqu ambiilkan…..”Meisya membalas dgn meremas Susu Cindy dan Nia dgn lembut.
“Awww…enak”
“aduhhhhhhh… jangannnnnnnn” Cindy dan Nia menjeriit manja, kemudian sembari tertawa lepas Meisya keluar darii kamar , Meisya mengambiilkan miinuman untuk kedua orang kawannya. Aqu mengiikutii Meisya kedapur, Aqu tersenyum ketiika Meisya mulai mengiisii Gelas-gelas keniikmatan iitu dgn Fanta dan Coca Cola kesukaan Cindy dan Nia. Kupeluk Meisya darii belakang, kukeluarkan obat perangsang dosiis tiinggii,ambiil menciiumii dan menggiigiit-giigiit keciil daun teliinga Meisya aqu berbiisiik
“Masukkan iinii sekalian maniisku…”. Meisya menoleh menatapku , ia bertanya keheranan
“Apa… iinii manggg”. Aqu tersenyum memeluk Meisya sembari melepaskan kanciing baju sekolah dan beha Meisya darii belakang
”IItu Obat perangsang “
“Tolong jangan…. Kasiihan mereka….”Meisya memohon belas kasiihanku.
”Jangan banyak bacott!!! Laqukan periintahku ngertiiii!!!!”Aqu membentak Meisya, Meisya ketaqutan dan ia segera menjalankan periintahku, dimasukkannya obat perangsang pemberianku kedalem gelas keniikmatan rasa Fanta dan Coca Cola, Sembari bersujud kulepaskan rok seragam Meisya dan kutariik celana dalem Meisya.
“Slllllrrrppppphhhhh…. Sllllllrrrrrrpppphhhh………..” kujiilatii belahan bokongnya yg lembut dan halus, kupeluk erat-erat piinggul Meisya sembari mencarii-carii dagiing keciil didalem lobang Kemaluannya, kutelan-tekan perlahan dagiing keciil iitu dalem gerakan memutar, Meisya meriintiih keciil, Apii biirahii semakiin besar menyala dalem diriinya, sembari merendahkan posiisiiku darii belakang kutusukkan kemaluanku pada lobang Kemaluannya, kupacu Kemaluan Meisya kuat-kuat dan iapun bergoyg dgn biinal, kedua tangannya bertumpu pada piinggiir meja.
“Kamu jangan nakal maniisku…Ayo beriikan miinuman iinii pada Cindy dan Nia….supaya aqu dapat segera meniikmatii mereka!!” periintahku kepada Meisya. Meisya melangkah dgn pastii , sepertiinya Apii biirahii yg berkobar dgn dashyat sudah membakar habiis akal sehatnya. Sembari tertawa senang aqu mengiikutii langkah Meisya yg sudah lebiih dulu sampe kedalem kamar, Hmm dikamar hanya ada Meisya yg terdiam memegang dua buah gelas ditangannya, diletakkannya gelas iitu diatas meja belajarnya, Meisya menoleh kearahku, dilantai kuliihat Pakaian seragam miiliik Cindy, sedangkan dalem jarak yg agak jauh lagii kuliihat pakaian seragam miiliik Nia, sembari memungutii Attriibute dibadan Cindy dan Nia yg tercecer ,aqu mengiikutii jejak yg sengaja ditiinggalkan oleh santapanku yg pastii lezat dan mengenygkan nafsu biirahiiku, Rok seragam, kemudian Beha dan yg terakhiir celana dalem, semuanya kutemukan, sembari membungkuk kuambiil celana dalem terakhiir berwarna coklat muda dan…
”Dharrrrrrr……..!!!!!!!” Sesuatu melompat darii tempat yg tersembunyii ,Mataqu hampiir melompat keluar darii tempatnya ketiika meliihat dua pasang buah dada yg segar dan ranum melompat kehadapanku. Dua sosok badan mulus yg kukenal tertawa lepas tanpa beban, sepertiinya mereka enggak tahu kalau harii iinii mereka wajiib melepaskan dan dan menghiidangkan kevirginan mereka untukku Aqu menerkam mereka berdua dan kuciiumii mereka berdua, tanganku merayap.
“IIhhhh mang Triman… iihhhhhh”
“Ahhhh gelii mang!” Kata – kata sepertii iitulah yg keluar darii mulut Cindy dan Nia. Kugiiriing Cindy dan Nia menuju kamar Meisya , kamar tempat aqu akan menyantap kevirginan mereka. Didalem kamar tanpa basa-basii Cindy dan Nia memiinum miinuman yg sudah disediakan oleh Meisya, Meisya tertunduk, sepertiinya ia merasa serba salah, aqu memeluknya darii belakang sembari berbiisiik
“Jangan kuatiir… mereka berdua akan baik-baik saja…… harii iinii kiita berempat pastii akan bersenang-senang sampe puas….. apa kamu sudah melaksanakan periintahku…?” sembari meremas kedua susunya dalem gerakan memutar aqu bertanya pada Meisya, Meisya mengangguk sembari mendesah resah.
“Bagussss… ha ha ha ha…..” aqu tertawa senang.
15 meniit yg lalu
“Haloooo…. Siapa iinii…?” suara yg terdengar darii gagang telepon bertanya.
“IInii Meisya tante…. Cindy ngiinap dirumahku tante….”Meisya berusaha supaya enggak gugup.
“Ooooo Cindy mana ?”suara iitu bertanya lagii.
“Lagii…. Dikamar keciil tante, jadi aqu bantuiin ngasiih tau supaya tante nggak kuatiir…?”Meisya berbohong.
“Ooo ya sudah kalau begiitu….”Suara iitu tampak lebiih tenang.
“Marii tante dhagg”Meisya kemudian menutup gagang telepon. Kemudian ia juga menghubungii orang tua Nia dan melaqukan hal yg sama
Baru 10 meniit aqu meremas – remas Susu Feliin, dihadapanku Cindy dan Nia mulai terliihat resah dan geliisah, aqu tersenyum kerana tahu kalau pengaruh darii obat perangsang pastii mulai bekerja, kubaliikkan badan Meisya, kemudian aqu masukkan kemaluanku ke lobang Kemaluannya kutusuk-tusukkan dgn cepat dan kuat sampe terdengar bunyii
“Clepp.. Cleppp.. Clepppp” bunyii iitu semakiin kuat terdengar dan
“Akhhhhhh…..Crrrrrrrrr” satu pekiikan manja terdengar darii mulut Meisya. Kucopot kemaluanku dgn kasar, kemudian sembari menggoyg-goygkan kemaluanku aqu mendekatii Cindy dan Nia, kedua wanita iitu kiinii menggiigiil hebat kerana berada dibawah pengaruh obat perangsang. Kudorong badan keduanya keatas ranjang yg empuk. Aqu menerkam Cindy dan Nia kemudian menciiumii mereka, ciiumanku semakiin liar dan kasar ketiika aqu menggelutii buah dada mereka. Cindy dan Nia menggelepar-gelepa, riintiihan mereka semakiin keras, kulepaskan badan Cindy kiinii aqu mulai berkonsentrasii pada badan Nia, kulumat lembut puttiing susunya, Nia memekiik keciil ketiika aqu merubah gaya berciintaqu menjadi liar dan kasar, dgn raqus kulumat-lumat buah dadanya bergantian yg kiirii dan yg kanan.
Nia sepertii merengek-rengek menahan nafsu biirahii yg semakiin tiinggii, kugiigiit – giigiit dgn gemas puttiing susunya yg semakiin mengeras, raqus sekalii mulutku ketiika menjiilatii, mengemut, dan mengiigiit – giigiit buah dadanya yg semakiin mengeras. Ciiumanku yg liar dan brutal semakiin turun, keperut, dan…hiinggaplah aqu disebuah gundukan mungiil yg aromanya sudah sangat kukenal.
”nggghh…ahhhh!!” badan Nia mengejang ketiika aqu melumat-lumat biibiir Kemaluannya dgn kasar, kutekan dan kubuka biibiir Kemaluan Nia dgn jarii jempolku, tersembullah dagiing keciil dambaan setiap lakii-lakii , kukait-kait dagiing keciil mungiil yg menggemaskan iitu dgn liidahku sampe pemiiliiknya tersentak-sentak keniikmatan. Aqu mulai menggesek-gesekan kepala kemaluanku pada lobang Kemaluan Nia, kutekan dan kucoblos lobang Kemaluan Nia dgn satu sentakan yg kuat
“clepppppppp” bunyii lobang keciil iitu ketiika kepala kemaluanku merangkak masuk. Kutekan kemaluanku supaya lebiih dalem lagii memasukii lobang sempiit yg berdenyut-denyut meremas-remas kemaluanku dgn kuat, untuk sesaat aqu tersentak…kuhentiikan gerakanku, apii keciil menyala didalem hatii nuraniiku,haruskan aqu merampas kewanitaan Nia yg baik hatii dan pemaaf? Pada saat-saat yg kriitiis iinii Nia menekuk dan mengangkangkan kedua kakiinya lebar-lebar, kemudian mengangkat-angkat piinggulnya keatas, apii keciil iitu mendadak padam bagaikan tertiiup oleh angiin badai yg dasyat, kusentakkan kemaluanku berkalii-kalii merobek-robek kewanitaan Nia.
“Aaaaahhh!! ” jeriitan Nia terdengar menggema didalem kamar iitu ketiika aqu dgn buas melahap kevirginannya, aqu terus berkutat merojok-rojok lobang Kemaluan Nia sampe kemaluanku tenggelam secara sempurna, kutariik dan kutekankan kemaluanku berkalii-kalii.
Sii kuciing Liar Meisya kiinii naik keranjang dan menghampiirii Cindy yg mendesah-desah enggak karuan, Meisya memeluk Cindy dan mengulum biibiir Cindy dgn raqus, kedua wanita iitu saliing melumat dan saliing berpelukan, ciiuman Meisya kiinii turun kebuah dada Cindy, mulut Meisya begiitu raqus menggelutii buah dada Cindy, setelah puas menggelutii buah dada Cindy Meisya menariik badan Cindy supaya bangkiit duduk diatas ranjang, sedangkan Meisya duduk dibelakang Cindy, sembari memandangiiku dgn tatapan matanya yg nakal Meisya meremas bagian bawah buah dada Cindy , kemudian dgn gerakan memutar kedua tangannya meremas-remas sepasang susu yg segar dan ranum.
Tangan Meisya yg sebelah kiirii dgn perlahan merayap semakiin turun dan kiinii hiinggap digundukan mungiil miiliik Cindy, jarii tangannya menggesek-gesek biibiir Kemaluan Cindy sehiingga Cindy semakiin seriing meriintiih liiriih, sembari terus memacu kemaluanku meniikmatii Kemaluan Nia aqu menonton “Liive Show” yg semakiin liar, mata ku merayapii badan Cindy, Meisya sepertii mengertii keiingiinanku didorongnya badan Cindy kearahku, kurengut dan kutariik badan Cindy supaya posiisii susunya pas dimulutku dan kulahap buah susu Cindy, siipemiiliik buah susu meriintiih-riintiih ketiika aqu semakiin liar melampiaskan nafsuku pada buah dadanya,liidahku mengait-ngait puttiing susu Cindy yg semakiin keras, kuemut pentiilnya dan kuhiisap-hiisap. Meisya menariik kepalaqu sembari menyodorkan buah dadanya , aqu tersenyum senang sembari meneriima pemberian Meisya, kepala kemaluanku siibuk menyogok nyogok lobang Kemaluan Nia, sedangkan kepalaqu siibuk mengemut-ngemut empat buah susu ranum yg terhiidang dihadapan wajahku,kupercepat kocokan-kocokan kemaluanku pada lobang Kemaluan Nia yg mulai terasa lancar kerana membanjiirnya cairan pelumas darii lobang kewanitaannya,sepertiinya iiniilah yg disebut dgn iistiilah empat sehat liima sempurna.
“Eeengghhh Achhh!!” Nia menjeriit keciil, badannya bergetar hebat dan Srrrr…crrrttt, semburan-semburan cairan hangat terasa menyemprot kemaluanku. Aqu meneruskan acaraqu “berpacu dalem melody” biirahii.
“Crep….crepp…plepp…slepp!”Entah apa judul lagu iinii, kadang-kadang slow, kadang kadang nge-rock, kadang-kadang agak metal tergantung bagaimana cara aqu mengayunkan kemaluanku. Meisya menerkam Cindy sehiingga badan Cindy yg mulus terlepas darii kekuasaanku, Siikuciing liar Meisya menggelutii badan Cindy, sepertii biinatang buas yg kelaparan, kubiarkan Meisya bermain dgn Cindy, kutariik piinggul Nia kemudian aqu meneduhii badannya dan memompa lobang Kemaluannya dgn lebiih kuat lagii, kupeluk erat-erat badan rampiing Nia yg seksii, keriingat sudah membanjiir dibadan kamii berdua, permainan semakiin basah, hangat dan mengasiikkan, Nia yg sexy sudah tiiga kalii menyemprotkan air maniinya dalem posiisii ditiindih oleh badanku dan iinii yg keempat kalii…
“Akkhhh…crrrtttt” Nia kembalii terhempas dalem keniikmatan, Nia yg sexy dan cantiik terkulai tanpa daya setelah kukalahkan dgn telak, Aqu bangkiit dan mencabut kemaluanku
“Plooopppp” aqu memperhatiikan lobang Kemaluan Nia yg memar kemerahan, cairan putiih kental meleleh keluar darii sela-sela Kemaluannya bercampur dgn cairan berwarna merah, darah virgin, Nia terengah-engah kecapaian, esexeseks.com matanya terpejam rapat-rapat, mulutnya sedikiit terbuka. Aqu merangkak mendekatii Cindy dan Meisya, bersama-sama dgn Meisya Aqu mengemutii Susu Cindy, Meisya mengemut Susu kanan dan Aqu mengemut susu sebelah kiirii, lumayan lama juga kamii berdua menyusu didada Cindy, Meisya mendorong badanku sampe aqu terlentang diatas ranjang dgn posiisii mengangkang, kemudian Meisya menaikkan Cindy keatas badanku,Meisya menekan piinggul Cindy turun, aqu enggak menyia-nyiakan maksud baiknya, kuarahkan kepala kemaluanku pada lobang kemaluan Cindy yg mendekatii kemaluanku, beberapa kalii kepala kemaluanku terpeleset ketiika akan masuk kedalem lobang Kemaluan Cindy yg liiciin, seret dan hangat, setelah kurasakan pas kalii iinii dgn satu sentakan keras kuhentakkan kemaluanku keatas
“Cleppp…”suara iitu begiitu keras terdengar.terdengar, Meisya menekan piinggul Cindy , kurasakan kemaluanku semakiin dalem terbenam menusuk Kemaluan Cindy.
“Brettt… drrrrrrrrrtttt prrrrrrrrrttt……”terasa sekalii enaknya ketiika kepala kemaluanku merobek-robek kevirginan Cindy, sedangkan pemiiliik kevirginan meriingiis-riingiis ketiika aqu merobek-robek miiliiknya yg berharga, sesuatu yg enggak akan pernah mungkiin dapat kembalii lagii, kucengkram piinggul Cindy sembari berkalii-kalii menghentakkan kemaluanku keatas, sedangkan Meisya mengangkangii wajahku, SiiKuciing liar menghiidangkan Kemaluannya yg beraroma harum menggairahkan. Aqu langsung menjulurkan liidahku mencarii-carii dagiing mungiil kesukaanku , piinggul Meisya berulang kalii menekan-nekan kebawah, sehiingga liidahku semakiin tenggelam ke dalem lobang Kemaluannya, kukorek lobang Kemaluan Meisya, kuemut-emut Kemaluan Meisya dgn raqus.
“Akh….Hnngghh!!” Cindy memuntahkan cairan keniikmatannya, Cindy yg mulus memang lebiih cepat mencapai keniikmatan bila dibandingkan kedua kawannya. Meisya menekan-nekankan Kemaluannya kemulutku, piinggulnya bergoyg kesana kemarii
“Aww…Crrrr” Meisya semakiin kuat menekan piinggulnya kewajahku ketiika aqu dgn lahap menjiilatii cairan guriih yg meleleh darii selangkangannya. Meisya hendak mengangkat Kemaluannya akan tetapi kutahan buah bokongnya dgn kedua tanganku, aqu enggak akan membiarkan santapan yg lezat iinii ,seenaknya berlalu dihadapanku, sembari terus menghentak-hentakkan kemaluanku merojok-rojok Cindy, aqu melumat-lumat selangkangan Meisya, kadang-kadang Meisya memekiik ketiika aqu mengiigiit-giigiit keciil biibiir Kemaluannya dgn gemas.
“Unghhh…crrrrrrr…” Cindy kembalii mengeluh dan cairan hangat terasa menyemprot kemaluanku berkalii-kalii. Aqu merasakan Cindy turun darii badanku
“ploppppppppp….”Kemaluanku terlepas darii Kemaluannya, Kuterkam siikuciing liar Meisya dan kugelutii badannya, tembakan-tembakan gencar berulang kalii kuarahkan untuk menghantarkannya berkalii-kalii kejurang keniikmatan,setelah iitu sasaranku aliihkan pada Cindy yg terkulai lemas diatas ranjang, kubaliikkan badannya kiinii Cindy dalem posiisii menunggiing,biibiir Kemaluannya kiinii merekah dan agak terbuka, aqu kembalii menjejalkan kemaluanku kedalem lobang Kemaluannya yg seret , kutekan kemaluanku sedalem mungkiin, sampe buah bokongnya menggesek perutku, halus, begiitu lembut, hangat dan ada perasaan serrrrr di jantungku. Kukocokan kuat-kuat kemaluanku sampe terdengar bunyii
“Plokkk…”
“Plokkk….”
“Plokkk!” yg semakiin lama semakiin keras terdengar.
Badan Cindy terdorong maju mundur, semakiin cepat aqu mengayuhkan kemaluanku semakiin cepat pula badannya terayun-ayun dalem posiisii menunggiing, kemaluanku keluar masuk menelusurii lobang keniikmatan yg seret dan sempiit, pada saat aqu mendorongkan kemaluanku biibiir kemaluan Cindy bagaikan amblas tertekan masuk, dan pada saat aqu menariik kemaluanku biibiir Kemaluan Cindy bagaikan tertariik keluar.Gelora Biirahii
“Engggg Ahhhhh… Akh…ssshhttt!” Cindy menjeriit tertahan ketiika diriinya kembalii tenggelam kedalem lautan keniikmatan. Tanpa melepaskan piinggul Cindy aqu menjatuhkan diriiku kebelakang, kiinii aqu duduk diatas ranjang sedangkan Cindy mendudukii kemaluanku, tanganku meremas-remas Susunya , kocokan-kocokan kemaluanku semakiin kuat menghujamii lobang Kemaluan Cindy.
“Uhhhhh…” Aqu menghentiikan gerakanku, Badan Cindy dan badanku sudah basah bagaikan habiis kehujanan , keriingat mengaliir dgn deras darii badan Cindy dan badanku, sesekalii kuayunkan kemaluanku keatas dgn gerakan yg santai sembari mengumpulkan kembalii tenagaqu yg terkuras,punggung Cindy bersandar didadaqu kepalanya terkulai lemah kecapaian, gesekan buah bokong Cindy yg halus mulus meniimbulkan sensasii yg suliit untuk diungkapkan dgn kata-kata
“Utssss…Crrrott” tanpa kuduga sesuatu yg sangat niikmat keluar darii dalem badanku ,nafasku sepertii tertahan, kuremas lembut Susu Cindy darii belakang, tenggorokanku terasa panas, kulepaskan badan Cindy , aqu berlalu keluar untuk mengambiil miinuman dingiin darii kulkas, Kemaluanku yg besar kiinii terkulai, kubuka piintu kulkas dan kuraih sebotol Spriite untuk melepaskan dahagaqu, , kugerakkan badanku untuk menghiilangkan rasa pegal, beberapa saat kemudian tenagaqu mulai puliih, ulat-ulat saru mulai menggeliat diotakku, kulangkahkan kakiiku menuju kamar Meisya dan kubuka piintu kamar iitu perlahan, diatas ranjang terbariing tiiga sosok badan mulus yg terkulai lemah, kuhampiirii badan mereka dan kiinii kubaliikkan kembalii badan Cindy dan badan Nia ,kujiilatii lobang anus Cindy kemudian lobang Anus Nia, perjalanan Cindy dan Nia masiih panjang, kuarahkan kepala kemaluanku pada lobang anus Cindy dan…jeriitan kesakiitan Cindy kembalii terdengar menggema didalem kamar…..setelah aqu selesai kulepaskan badan Cindy enggak berapa lama kemudian terdengarlah jeriitan kesakiitan Nia, mereka berdua menangiis teriisak-iisak , sepertiinya pengaruh obat perangsang yg kuberiikan mulai hiilang, kesadaran mereka perlahan-lahan mulai puliih akan tetapi segalanya sudah terlambat, aqu kembalii meniikmatii kemulusan dan kehangatan badan mereka bertiiga.
Beberapa bulan kemudian
Darii dalem sel disebuah penjara, tepatnya diblok D terdengar suara gelak tawa para napii, mereka sedang mengerubutii tiiga orang wanita yg seksii, cantiik dan mulus, para napii iitu sepertii kesetanan enggak mempeduliikan jeriitan ketaqutan yg keluar darii mulut ketiiga wanita dihadapan mereka.
“Jangannnnn…. Ampunnnnn…… akkkkkkkkkkkkk” ,
“Aduhhhhhhhhhhh… Owwwwwwww…..”
“ngakkkkkk….. uhhhhhhhhhhhhhhh” suara – suara yg keluar darii mulut ketiiga wanita iitu.
Cindy ?…. Nia ?………… Meisya ?…………… Huhh ????? Mau Ngapain mereka didalem sana ?
Note : kesamaan Nama Tokoh ,lokasi dan Kejadian hanya kebetulan belaka. diperuntukan untuk kalangan dewasa. dan membutuhkan kebijaksanaan dari pembaca itu sendiri. Gambar ilustrasi sumber Google.

Post Terkait