cerita bokep

MAIN DENGAN BISPAK CANTIK DI WARNET

Suatu hari, saya fit kota lagi Outgoing, tidak malemnya kegiatan di sana. Kebetulan hotel tempat saya ma nginep dekat kampus universitas. Malemnya, karena tidak ada kegiatan, saya iseng menuju ke kafe yang terletak dekat hotel, persis disebrang universitas. Biasanya ketika malem gini, psti banyak mahaiswa dan mulut siswa lagi di kafe. Hanya ketika aku ke kafe cukup terlambat dah, dah hampir 10 jam malem. Kata Hotel bellboy, tu cafe buka 24 jam.
Sampai di sana, kafe dah kesepian, tapi aku melihat prempuan abg dipojokan sana lagi di depan komputer. Aku bertanya petugas abg tu kafe sebelah komputer, dibolehin ma penjaga mulut. Aku duduk di sampingnya, aku tersenyum ketika dia noleh ke saya. Manis juga ni akan dia mengenakan celana jins dan blus pertengahan panjang. Karena blus ketat, sepasang payudara yang tercetaklah cukup besar. Dia juga tersenyum.

“Aja Sendiri ya”, kataku.
“Dua ma om yang tepat”. Aku tersenyum, berani juga anak-anak ni.
“Tumben si om di sini”.
“Saya dari luar kota, malem gini tidak memiliki pekerjaan, jadi aku mampir hanya untuk kafe, tidak bisa browsing”.
“Om suka neraka penjelajahan”.
“Yg baik-baik”.
“Tu bercinta om”.
“Baik anda logout ja, kita isi bersama-sama, menggunakan satu ja komputer, kemudian aq menemukan situs-situs”. Dia mematikan koneksi internet, dan duduk di sampingku.

Karena tempat ini sempit, jadi agak ramai.
“Siapa namamu? Saya edo”.
“Lia om”.
“Kamu skola sini juga ya”.
“Ya om”.
“Dah setengah dari apa yang”.
“Masukan baru”.
“Yah masi abg benar-benar ya”.
“La Iyalah om, yang baru lulus dari sekolah tinggi, perguruan tinggi skarang sini”. Aku membuka satu situs dewasa,
“Anda melihat gambar atau video mo?”
“Video itu om, kehidupan grama”.
“Hanya donlodnya seperti yang lama”.
“Yah tidak apa-apa, menunggu dia bisa ngobrol”.
“Neraka tidak dicariin”.
“Sapa Dicariin om, saya kos benar-benar”. Aku membuka situs dan klik pada film, saya memilih satu thread dan mulai donlod.

Karena kecelakaan itu cafe dah tinggal berdua, ditambah petugas, sehingga donlodnya cepet lumayan. Abg lagi maen ma om om,
“Gede benar-benar ya om penisnya,” kata Lia lugas.
“Tidak pernah gini Li”.
“Om mo tau aja”.
“Saya kira itu tidak pernah ya Li”. Lia diam, matanya menatap layar.
Saya tdk menyia-nyiakan kesempatan ini, paha kuelus.
“Om, geli ah”, Lia menggeliat tapi masih hanya menatap layar.

Paha terus kuelus membujuk, saya terjebak tanganku di antara pahanya ke 2, tanpa sadar Lia membuka pahanya. Aku mengusap pahanya lebih ke atas ke arah slangkangannya. Karena tempat sempit, Lia tidak bisa mengangkang pahanya lebar. Tanganku bergerak target, yang membengkak payudara kuelus nya. Lia terkejut karena saya lembut meremas payudaranya,
“Om …” dia mengerang tapi tetep saja matanya menatap layar komputer.
“Nah Abis om, cari yang lain om lan yan dong, yang menangis kaya gini”. Aku diklik film brikutnya.
Sambil menunggu donlod, aku meremes payudaranya lagi.
“Payudara yang besar dan kuat Li, sering diremes-remes ya”.
“Om iseng ih”.
“Tapi kau mencintai benar”, jawabku sambil terus meremes payudaranya.
Lia biarkan ulahku, kebetulan donlod dah slesai, Lia kembali taygan menatap monitor tv, aku diintensifkan rem-rem toketnya.
“Lia, aku ngaceng ya”, bisikku sambil mencium pipinya.
“Yuk ke hotel”.
“Om Perusahaan, Film ampe abis ya”. Wah keren juga nih, ajakanku dia iyakan.
Aku terus meremas payudara Rems nya, Lia mulai terangsang ulahku, lagian film porno pengaruh mulai menembus dia. Akhirnya film slesai juga.
“Jadi Lia, ikut aku ke hotel”.
“Yuk om, saya juga ingin neh”. Aku selesai bayaran 2 komputer yang Lia dan saya gunakan, saya memegang Outgoing cafe dan berjalan menuju hotel.

Tidak jauh dari kafe. Ketika melewati resto yg masi terbuka,
“Anda tidak Laper Lia, jika mencari makan yuk lapar”. Lia setuju ajakanku, drop kami diresto itu, dah sepi, kami memesan makanan dan minuman.
Karena sepi, cepet menempatkan pesanan makanan. Sambil makan Lia crita lebi banyak tentang dia. Rupanya dia sering ngen tot ma pacar, saudara siswa kelas. Ya dikosnya bebas, jadi mudah hanya ngen totin pacar nginep dan Lia.
“Anda benar-benar ingin saya untuk mengambil ke hotel Lia”.
“Kata teman saya, ngen om om tot ma ma lebih lezat pria dario ndiri. Jadi aku penasaran, ingin nobain ngen om ma tot. Bener ya om bisa membuat saya nikmat”.
“Kamu rasain ja Myspace ndiri”. Kami makan santai sambil ngobrol, bercanda.
Semakin terlihat lebih Lia membuat saya nafsu. jika dia tertawa, payudara montoknya bergabung gemetar, sedangkan kliatan dia memakai bra.
“Payudara besar ya Lia, jika Anda tertawa sampai tindak lanjut bergerak. Frekuensi diremes ya”.
“Ya om, hobi benar-benar saya pacar dan ngemut ngeremes puting saya”.
“Kau tidak ada ngen jadwal tot ma cowok Anda malem ini”.
“Dia om kota lagi Outgoing, om ma ktemu kebetulan, saya suka tampilan di om, tampan, atletislagi tubuh, mudah-mudahan ja om perkasa penis”. Selesai makan, aku membayar billnya, kemudian kami menuju ke hotel.

Di kamar, Lia kurangkul. Ciuman mendarat dipipinya. Aku memegang dan duduk di sofa yang berada di kamar. kamar hotelnya cukup besar, berisi satu tempat tidur besar dan seperangkat sofa, selain meja rias. Aku mengambil minuman kaleng dari minibar, aku membukanya dan aku memberinya.
“Ayo minum, santai, mandi sekali enggak, panas di luar,” kataku sambil menepuk pahanya.
Tersenyum aku melewati ke kamar mandi. Tidak lama kemudian, aku keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk di bersarungkan pinggangnya.
“Gantian deh biarkan mandi segar”. Di kamar mandi, di kamar mandi, Lia ngelus membelai payudaranya dengan busa sabun, serta rambut kemaluan dan vagina, sehingga napsunya menjadi kobaran api yang menyala-nyala udara.
Keluar saja selesai mandi Lia daleman menggunakan bra seksi dan mini CD yang model bikini tipis, sehingga bra hanya diikat ke belakang leher dan punggungnya, mini CD sedang diikat ke kiri dan kanan. Karena bra tipis, yang sudah mengeras puting otomatis menonjol, sehingga jembutnya berat sangat berbayang dengan tipis CD.

Penampilan adalah mini jembutnya menyembul di bagian atas, kiri dan CD kanan. Saya yang duduk di mata sofa lebar ketika aku melihat dia keluar dari kamar mandi hanya memakai tipis dan seksi bikini. “Untuk mandi pula waktu yang lama, tentu deh-ngelus ngelus sendiri, ya. Kamu terlihat cantik Lia, seksi” katanya. Dia duduk di sampingnya dan menjawab
“Keluar dari kamar mandi tidak mengundang om-undangan, memaksa Lia ngelus-ngelus sendiri. Om suka Melihat bikini Lia seperti ini”.
“Seperti benar-benar, Anda napsuin deh Lia”.
“Mari ngaceng dong om”. Lia yakin terlihat menggairahkan pemandangan pasti memanfaatkan jiwaku.
penisku mulai bergerak-gerak terlihat di balik handuk yang berselubung dipinggangku.
“Lia tahu, tentu om seperti, jangan khawatir, malem ini sepenuhnya milik kita.”
Aku mencium pipinya. Dalam hitungan detik kita sudah mulut erat berpagutan. Lia Aku menarik erat ke dalam pelukanku. Tanganku mulai bergerilya saya remas2 payudaranya. Yang telah mengeras puting-twist kupelintir dari balik bra tipis, ini membuat stimulus yang jauh lebih kuat untuk Lia.
Lia menggeliat sementara mulutnya terus untuk menyambut permainan bibir dan lidah. Lidahnya menerobos mulutku dan bergulat dengan lidahku. Tangannya aktif menerobos handuk yang dipakai dan saya remas-remas penisku yang sudah mulai ngaceng itu.

“Om penis benar-benar besar, pasti kuat deh om ngentotnya. Kita semua nite lama ya om”. Membalas gerakan, tangan kanan saya mulai merangkak pahanya yang mulus.
Aku menikmati kehalusan kulit. Semakin dekat dengan pangkal pahanya, Lia membuka pahanya lebih lebar, membiarkan tangan saya bergerak lebih bebas. tangan Peralahan-lahan menyentuhnya gundukan vagina yang masih tertutup CD bikini tipis. jari-jari saya memutar balik celana dalam dan menyentuh bibir vaginanya dan menggosok itilnya. Lia mengeluh tapi segera kubungkam dengan permainan lidah saya. Tubuhnya mulai gemetar bahwa peningkatan pantang. Tangan terus menggenggam ayam besar dan panjang itu.
“Om, ayam besar benar-benar, apa obat dipakaiin up besar seperti ini,” katanya, dengan lembut mengocok penisku.
“Anda sukakan di penisku”, bukannya menjawab ia bahkan bertanya.
“Cinta benar-benar om, ketika memasuki semua selera sesak vagina Lia deh om kebobolan penis, terutama jika Anda sudah enjot om, gesekan om penis ke dalam vagina Lia merasa benar-benar. Lia sudah tidak sabar nih om, om sudah ingin ngerasain penis nggesek Vagina lia “. nya serta menginginkannya.

Jari-jarinya mengocok lembut itu membuat kontol saya mendapatkan ngaceng mengeras. Aku mengerang mengerang nikmat. Aku mulai menjilati dagu dan leher saya dan sejalan dengan bibir kecil menyentuh pentilku. menjilati lidahnya bergerak cepat. Saya merasa bahwa kenikmatan yang luar biasa. Tangannya cepat mengocok penisku yang semakin berdenyut-denyut ngaceng.
“Datanglah ke tempat tidur,” bisikku,
“Kami menyelesaikan permainan kami.” Lia berdiri, aku memeluknya.

Aku mengangkat tubuhnya dan lidah yang terus memotong leher dibuat terengah-engah nikmat. Toketnya lembut menempel erat dadaku. Lia Aku berbaring di tempat tidur mulut lebar dan lembut, aku menarik pengikat bra dan celana dalam. Lia biarkan aku melakukan semuanya dengan desahan-desahan napsunya tahan yang menggila.
Setelah tidak ada sepotong benang di mulutnya, aku melangkah mundur dan melihat mulutnya di belakang sabun telanjang, bersih dan wangi mandi nya karena habis. Aku menatap rambutnya yang kepirangan menutup kepundak, toketnya yang padat dengan puting yang mengeras, perutnya yang rata dengan pusernya, paha yang mulus dengan pinggul yang bulat tergantung oleh dua roti pantat bulat padat dan di pangkal paha terlihat gundukan jembutnya hitam,

“Kenapa om hanya bisa melihat saja,” protesnya.
“Saya kagum pada keindahan tubuh Li”, jawab saya.
“Semua hal ini milik malem ini om”, katanya sambil mengulurkan tangannya.
Aku datang dan duduk di samping tempat tidur. Lia memeluk erat.
“Om, om Lia akan menjilat, ternyata ya”, katanya.
Aku berbaring, kemudian mulutnya mulai menjelajahi seluruh dada termasuk pentilku dan perut, terus jatuh lebih dekat ke pusar dan pangkal paha. Dengan tangkas Lia melepaskan berliku dipinggangku handuk. ayam yang sudah tegang itu mencuat keluar dan berdiri tegak. Dengan penangkapan dari mulut kepala penisku. Lidahnya dengan cepat memutar-mutar penisku di mulutnya. Aku mengerang-erang nikmat menahan semua sensasi.

Lia puas bermain penisku berbaring di sampingku. Aku mulai beraksi.Kusergap payudara kanan sementara tangan kananku meremas-remas payudara kirinya. bibir mulut saya mengisap puting mengeras toketnyau itu. Toketnya juga disertai dengan deburan hatinya mengeras. Puas mulutku payudara kanan payudara berbelok ke kiri. Lalu perlahan tapi pasti aku turun ke perutnya. Lia menggelinjang-linjang menahan keinginan untuk membalas nafsu lebih hiruk pikuk. Aku menjilat perutnya yang datar dan saya terjebak lidah saya ke pusarnya.
“Auuh ..” Lia mengerang,
“Oh .. Oh .. Oh ..” serunya keras.

Mulutku semakin dekat dengan pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya terbuka dengan sendirinya, mengekspos vaginanya yang telah pecah dan basah. Jembut yang mengelilingi lebat mulut vagina hitam kemerahan. Aku meletakkan mulut untuk vaginanya dan perlahan merunduk lidah saya ke dalam vagina yang telah direndam banjir itu. Lia menjerit dan duduk spontan sambil memegang kepala saya sehingga lidahku set lebih dalam. tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan. Ass paha bergetar besar yang semakin terbuka lebar.
“Aaa .. Auu .. Ooo ..”, ia berteriak keras. Itilnya Aku terus bermain-main dengan lidah.

Lia menginjak-injak pantatnya dan memegang kepala saya erat-erat. Lia melolong keras. Pada saat itu aku merasa banjir keputihan. Lia memiliki nyampe balasan pertama.
Aku berhenti untuk membiarkan Lia menikmatinya. Setelah itu saya mulai mengupas kembali bagian yang paling sensitif dari tubuhnya. Kembali mengerang terdengar masuk napsunya mulai naik lagi. Menempel tangannya mencari penisku. ngaceng ayam keras seperti beton. Lia diperas. Aku menjerit sedikit, karena jiwa saya sudah diubun-ubun butuh penyelesaian. Lia Aku mendorong sehingga jatuh ke kasur yang empuk.
Perlahan aku naik ke atasnya. Lia membuka pahanya terbuka lebar siap menerima masuknya penisku. Kepalanya bergerak-gerak, mulutnya terus bergumam. Matanya tertutup menunggu. Aku menurunkan pantatku. ayam berkilauan dengan kepalanya yang memerah siap untuk menjalankan tugasnya. Aku mengusap penisku di bibir vaginanya. Lia semakin menggelinjang.
“Cepat om. Lia sudah tidak tahan!” Aku berteriak.

Aku perlahan-lahan menurunkan pantatku. Dan .. BLESS! pecah vagina penisku disertai dengan jeritan. Lia pun tak tentu jika ruangan yang bersebelahan dengan mendengar jeritan atau tak tentu. Aku berhenti untuk membiarkan Lia menikmatinya. Kemudian lagi menekan begitu keras bahwa penisku yang panjang dan besar itu masuk ke dan menyeluruh tenggelam dalam vagina kebiasaan. Lia dicap pantatnya ke atas sehingga penisnya masuk lebih dalam.

Lia berhenti sejenak untuk merasakan sensasi yang luar biasa ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai ayam mengenjotkan. Ass diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Toketnya tergoyang-goyang genjotanku seirama dengan vaginanya. Matanya tertutup dan mulut terbuka, kesenangan mendesis abadi nya. desisan itu berubah menjadi erangan dan kemudian akhirnya menjadi jeritan. Aku menahan jeritan dengan mulut saya. lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana bebas ayam bertengkar dengan vaginanya.
“OH ..”, dia mengerang,
“Om Louder, sulit .. .. Oooaah Louder!” Tangannya melingkar pelukan erat.
Menggali kukunya di punggung saya. pelebaran pahanya mengangkang. Ada suara kecipak lendir vagina enjotan ritme dengan penisku.
“Saya ingin ngecret, Li”, bisikku di sela-sela napasnya sesak.
“Lia juga om”, katanya,
“Dalam aja om ngecretnya. Lia keinginan om ngecret di dalam.” Aku mempercepat enjotan penisku.

Keringat mengalir dan menyatu dengan keringat. Menekan bibirku ke bibirnya. Tanganku mencengkeram kedua payudaranya. Didampingi oleh growl yang keras saya menginjak pantat saya dan penisku terbenam. Pejuku tercurah deras. Lia adalah lolongan panjang dan menginjak-injak pantatnya up menerima penisku deras. Kedua paha dan pantat bengkok. Lia telah mencapai puncaknya. berdenyut ayam memuntahkan pejuku ke dalam vagina.
Sekitar sepuluh menit kita minum semua keheningan berbatu kedua bahwa kenikmatan. Lalu perlahan-lahan aku mengangkat tubuh saya. Aku menatap wajahnya yang berbinar sebagai mendalam yang telah puas. Aku tersenyum dan membelai wajahnya.
“Om luar biasa”, katanya,
“Itu lebih lezat dari pacar saya tot dien deh”.
“Kamu juga luar biasa Li, aku benar-benar puas karena Anda lebih keras kepala dari abg laen gadis yang pernah aku en totin, yang yg membuat napsuku juga berkobar-kobr. Anda menyesal Li ngen sakit tot dengan saya?”
“Tdk, Lia dipuasin bahkan ingin lagi.”
“Jangan khawatir, stok pejuku banyak”. Aku menarik penisku dan runtuh di sampingnya.

Kita beralih ke kamar mandi. Aku memandikannya di kamar mandi. Menyabuni tangan saya di seluruh tubuh, payudara, pusar, rambut kemaluannya dan vaginanya menjadi sasaran membelai mulut penuh busa sabun. Gesekan, meraba-raba dan meremas tangan saya akhirnya merangsang napsunya kembali.
“Om, Lia nafsu sendiri lagi, ingin ngerasain penis keluar divagina Lia om”, katanya, meremas-remas penisku yang juga mulai mengeras.
“Ya Li, sementara ngeremas diperas toketmu, aku juga nafsu, mari kita bermain lagi, tapi di kamar mandi ya.”, Jawab saya.
dalam waktu singkat ngaceng Lia sudah membuat penisku lagi, begitu keras sehingga penisku ketika dikocok2nya.

Aku duduk di lemari saya dengan ngaceng penisku yang telah diselenggarakan tegak ke atas. Lia mengangkang pahanya dan mendekatinya dari depan, siap untuk dien tot. Lia duduk merapat di pahaku. ayam-me ngaceng istirahat langsung tanpa hambatan melalui vagina, sangat bersarang. Lia Aku segera dikirim mengguncang pantatnya. Terasa lezat.
Kedua kuremasremas toketnya serta menginginkannya. Saya juga ayam mengenjotkan maju mundur,

Meskipun terbatas dalam gerakan itu, tapi ini membuat Lia mengerang keras dan sudah terasa seperti nyampe lagi. napsunya benar luar biasa, hanya sebentar goyang sudah mau nyampe begitu lezat. Lia menjadi semakin liar di pantat goyang nya. Lia telah lebih terangsang dan akhirnya tubuhnya mengejang-ngejang disertai erangan kenikmatan.
“Auuhh .. om!” Dia menangis. Untuk sementara kami diam. Aku memeluknya erat-erat.
“Li, aku belum ngecret mengapa Anda sudah nyampe.
“Yah, benar-benar rasa lezat om nyodok penis-Vagina nyodok Lia”.
“Kami terusin ya Li”, Lia mengangguk lemah.

Aku mengambil dia dan menyuruhnya untuk membungkuk di wastafel dan membuka pahanya lebar. Aku mendekati dari belakang. Tanganku lembut menyapu mulut keledai halus tapi padat. Lia menggigit bibir dan menahan napas, cemas untuk entri yang masih ayam keras. Tanganku melilit pahanya lalu kuarahkan penisku ke vaginanya. Perlahan kepala penisku melebar merah dan mengkilap mereka menembus vaginanya. Lia mendongak dan mendesis kenikmatan. Aku berhenti sejenak dan biarkan Lia menikmatinya, lalu tiba-tiba kuhentakkan ass keras di masa depan. Jadi terbenamlah lebih penisku di vaginanya.
“Aacchh .. !!”, Lia mengerang keras.

Kujambak rambutnya sehingga wajahnya mendongak. Sambil terus meningkatkan vaginanya, saya
meremas-remas kedua payudaranya yang mengguncang untuk enjotanku-keras, selaras dengan masuk dan keluar dari penisku di vaginanya. Ada suara kecipak keputihan, Lia terus mendesah dan melenguh. Mendengar itu semua, aku lebih bersemangat. Enjotan kupercepat penis, sehingga erangan dan erangan jdi semakin parah.

“Oohh ..! Sulit om. Ayo, cepat. Cepat. Lebih keras lagii!” Keringat deras menetes punggung dan dada.
Wajahnya basah oleh keringat. Rambutnya tumbuh kusentak keras. Kepalanya bangun. Dan berakhir dengan sentakan keras, aku dikuburkan penisku deras. Lia menjerit kembali nyampe untuk membalas kedua kalinya. Aku terus meremas-remas payudaranya dengan rakus. Aku semakin sulit untuk menginjak-injak penisku masuk dan keluar dari vaginanya sampai pejuku penyemprotan dengan cepat di dalam vaginanya. Tampaknya tak ada habisnya. Lia jatuh lunglai di wastafel dan aku berbaring telentang. Beberapa waktu kita tinggal di tempat yang mereka terjebak penisku di vaginanya. Lalu aku membawanya ke kamar mandi, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra di bawah air hangat.
Akhirnya terasa perut terlalu lapar yang harus diisi, sedangkan dah makan besar sebelum pergi ke hotel. Kembali lagi enersiku terkuras ngen totin Lia. Aku pergi dulu, aku menelepon layanan kamar untuk memesan makanan kecil dan minuman. Kemudian aku kembali ke kamar mandi dan memegang mulutnya masih di bawah pancuran air hangat.

“Li, nikmat sekali ngen tot dengan Anda”.
“Ya om, Lia juga nikmat sekali, masih ada babak ketiga om?”.
“Tentu saja”. Bel berbunyi, aku menyarungkan handuk di pinggangku dan keluar dari kamar mandi, itu layanan kamar.
Setelah itu aku kembali ke kamar mandi, shower dan Lia lagi dah off dengan handuk untuk mengeringkan. Aku keluar dari kamar mandi bersama dengan Lia, dibungkus handuk. Kami duduk di sofa. Kami makan camilan sambil memeluk. Yang merasa nyaman dalam keadaan berpelukan hampir telanjang (Teletubbies kaya menulis itu). Lia bersandar di dada saya bidang itu.
“Om, om senang dengan Lia, Lia akan menjadi istrinya terasa om, untuk ngerasaain dien tot sampai kelelahan”, sementara engelus-ngelus pentilku.

Aku mengangkat dagu dan menciumnya dengan lembut sekali. Selesai makan, Anda kembali berpelukan di tempat tidur meskipun seprai telah berkerut akibat pertempuran sengit sebelumnya, namun segera kami akan membuat lembar lebih kusut lagi. Lia berbaring dipelukanku, rambutnya yang basah mulut kuelus-elus nya. Karena kenyg, lentur dan nyaman, Lia tidur dipelukanku. Setelah saya biarkan beberapa waktu, Lia terbangun dengan lembut mencium keningnya.

“Kamu tidur pules sekali Li, bagaimana masih ingin lebih sakit?” Aku bertanya dengan senyum.
Lia menggeliat, terbangun dan menuju ke kamar mandi karena ingin buang air kecil. Lia selesai kembali ke dalam pelukanku. ponselku berbunyi, aku bangun dan mengambil hp. Lalu aku duduk di sampingnya di tempat tidur, sambil tersenyum aku bertanya
“Li, kami bertiga ingin bermain bisbol?”
“Om, om dien yang sama tot Lia sudah lemas seperti ini, terutama jika dua orang dien tot sama”.
“Ini bukan dua orang mulut, tapi dua gadis, bagaimana, sebelumnya ada seorang gadis yang mengirim sms nanyain jadi bagaimana bisa aku tidak menjemputnya. Tentu saja aku ngebook malem dia untuk ini, tidak tahu akan melihat Anda di kafe . nama Siska “Jawabku menjelaskan.
“Ya terserah om aja deh”.
“Baik, sekarang Anda tertidur menulis lagi, saya ingin memilih Siska, bisbol tempat kok jauh dari hotel,” kataku sambil meninggalkan ruangan.

Aku kembali dengan Siska, Lia tampak tertidur di kamar tidurnya, pintu tua baru telah dibuka. Lia Saya diperkenalkan dengan Siska Siska menatap Lia yang sudah telanjang, dan membuka jaketnya. Siska hanya memakai tanktop ketat dan celana pendek yang Mini. Toketnya BESA. Panjang2 bulu dan tampak ada kumis tipis di atas bibirnya.
“Maaf ya ya, Siska tidak tahu pula jika paman memiliki perjanjian dengan ya,” kata Siska ke Lia.
“Tidak apa-apa Sis, lakukan yg menentukan oom dengan siapa dia ingin,” jawab Lia.
Aku keluar dari kamar mandi hanya dengan membungkus handuk, saya tdk sabar lagi untuk segera ngen tot Siska. Siska langsung duduk di sampingku di sofa. Siska Aku merangkul dan mencium bibirnya. Aku mulai membelai payudara Siska yang gemuk, napas terdengar nikmat dari mulut Siska. Siska adalah tdk diam, tangannya mencengkeram handuk dan menerobos yang sudah ngaceng ayam keras seperti tank baja.

“Besar benar-benar penis oom,” kata Siska.
“Apakah Anda pernah ngelihat bisbol segede penis Sis”, kataku dengan senang meringis-meringis karena Siska mulai meremas penisku.
“Ngelihat mulut besar sering oom pula, tapi itu besar sekali Siska belum pernah melihat. Vagina Siska sudah empot2an ngelihat penis segede oom ini, sudah ingin oom dienjot,” kata Siska yang juga sudah mulai nafsu.
Saya lebih rajin meremas-remas Siska dari payudara tanktopnya luar. Siska segera menghapus handuk berliku begitu lama ayam besar langsung melawan. Siska mulut langsung pada dirinya, yang telah tegang penisku segera diemutnya.

Siska cukup lama mengisap penisku, sampai saya tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera Siska tanktop dan celana pendek aku melepas, kemudian diikuti bra dan celana dalam sehingga Siska yang sudah telanjang. Siska payudara besar dan kencang, dihiasi dengan sepasang besar puting hitam juga, mungkin karena sering merokok oom oom yang mengpenisinya. Jembutnya lebih padat dari rambut kemaluan Lia, sekitar vagina, sehingga vagina ditutupi oleh rambut kemaluan hitam tebal.

Aku menarik Siska ke tempat tidur, Lia memberi tempat untuk Anda. Aku berbaring merapat ke Siska. Aku mengangkat kaki dan paha saya di atas kugesek-grit Siska, sementara aku meremas puting payudaranya Siska yang sudah menonjol keras. Aku lembut mencium leher ke bawah dan memutar-mutarkan Siska lidahku di puting payudaranya, sementara usaha saya ke selangkangan Siska, yang berpisah jembutnya hitam. Aku menggosok bibir vagina sehingga Siska Siska pinggul menggelinjangkan.

Siska memejamkan mata untuk menikmati sentuhan dan rangsanganku sementara meremas2 perlahan penisku. Aku memainkan menyapu jari bibir vagina Siska yang sudah lembab. Siska terus katup kujilati bersama-sama dengan perlahan menggosok Siska klitoris dengan ujung jari telunjuk saya. Siska tentu menggoyangkan pantat dan pinggul, bergetar dan membuka pahanya lebar dan membusungkan dadanya, tangannya menggenggam mulut penisku mengeras dan berdenyut-denyut.
“Uuff oom, apa yang harus dilakukan dengan tubuh saya,” Siska mengerang menahan kenikmatan.

Tubuhnya menggelinjang keras, Siska paha mengguncang dan kadang-kadang mencubit tangan saya erat-erat saat jarinya masih menyentuh klitoris Siska. Siska terus mencengkeram penisku keras. Saya juga terus meremas payudara perlahan-lahan menambahkan mulut Siska mengeras dan membengkak dengan tangan kiri saya sementara tangan kanan saya terjepit di antara pahanya Siska. Siska terus meremas penisku, sementara tangan lainnya memegang saya paha dan kaki ketat menggelepar keras sampai lembar putih berserakan lebih karuan, Siska telah nyampe sebelum kacau.

Siska terus tanpa berhenti klitoris saya bermain lembut. Lia yang menonton adegan menjadi sangat horny sehingga vaginanya juga telah basah, tapi belok tidak tiba jadi Lia harus bersabar sambil menonton adegan super hot. Siska terlihat menonjol puting keras kecoklatan, Siska telah kembali. Telah membuka pahanya lebar. vaginanya basah, serta rambut kemaluan lebat hitam di sekelilingnya.

Aku segera naik Siska, yang sudah menegang penisku diarahkan ke Siska vagina. Ujung penisku perlahan mengungkapkan bibir vagina Siska. Siska mendesah nikmat ketika saya perlahan-lahan merunduk penis besar dapat memasuki istirahat Vagina Siska yang memiliki berlendir basah. Ketika setengah ayam telah menembus vagina Siska, saya berhenti dan membiarkan Siska menikmatinya. Aku bisa melihat ekspresi wajah Siska yang menggelinjang kenikmatan. tangannya meremas-remas terpal. Dari mulutnya keluar desah napas nikmat.
Saat aku menikmati ekspresi wajah bahagia Siska ketika Lia mencium pantatku. Aku terkejut karena geli. Oleh karena itu saya menabrak penisku keras ke Siska. ayam besar dan panjang itu langsung menerobos Siska vaginanya sehingga sepenuhnya tertanam. Siska tersentak dan membelalakkan matanya dengan erangan yang besar.

“Aaoohh oom” Siska mengerang dengan kesenangan. Siska menhentak-tapping ass untuk menerima penisku sepenuhnya. Membelit paha pinggang.
Setelah jeda dan memberikan kesempatan untuk Siska untuk menikmati sensasi ini, aku mulai bergerak. penis kuenjotkan bolak-balik. Pada awalnya perlahan, kemudian cepat dan lebih cepat bergerak. Siska bergetar tubuh bergetar selaras dengan enjotan penisku. Siska mulut terbuka dan mendesis. Aku segera hancur bibir dan Siska Siska membalas. Tubuhku mulai berkeringat, keringat menetes dan menyatu dengan Siska. Siska membuka pahanya lebar sehingga saya bisa leluasa meningkatkan vaginanya. Suara suara percikan Siska cairan vagina untuk menyodok penisku. “Saya ingin nyampe oom” keluh Siska.

“Ayo, oom .. Louder! Auu !!”. Aku mempercepat gerakan saya dan dalam waktu dua menit, Siska menjerit-jerit sambil dicap pantatnya up.
Tubuhnya bergetar karena rasa lezat yang luar biasa. paha ketat memutar pinggang dan lengannya di sekitar saya erat. Mengi terdengar puas dari mulutnya.
“Lia masih menunggu Sis,” aku mengingatkan.
Siska mengangguk dan melepaskan pelukannya. Aku menarik penisku keras dan tegak yang masih berkilauan dengan lendir vagina diolesi Siska. Siska dilihat dari aliran lendir liang vagina. Siska masih terbaring dengan paha terbuka dan mata tertutup. payudaranya membengkak, agak memerah dengan meremas dan gigitanku.
Aku berbalik ke Lia,

“Sekarang giliran Anda Li”. Saya tahu bahwa Lia sangat bernapsu.
Seketika saya mengatakan Lia menungging, aku ingin melakukan gaya lagi doggie seperti yang saya lakukan di kamar mandi beberapa saat yang lalu.
“Ayo, om, Lia sudah tidak sabar, di sini. Ingin cepat dienjot penis om mulut besar.”
“Siapa takut!” Saya bilang.

Karena Lia sudah sangat bersemangat, aku tdk menunggu terlalu lama. ayam segera kuarahkan ke vaginanya. Jembutnya bahwa kusibak hitam tebal, mereka melihat bahwa bibir vaginanya berlendir merah muda dan basah. Lia menunduk untuk beristirahat di atas bantal. Ass mengangkat. Lia memeras ujung bantal dengan desahan napas yang tidak teratur.
bulu-bulu halus meremang tubuh, menantikan saat-saat sensasional ketika penisku akan menerobos vaginanya. Aku semakin dekat. Aku mengelus kedua belahan pantatnya. Perlahan-lahan aku bermain-main dengan rambut kemaluan lebat di sekitar vagina yang basah dan kemudian menggesek itilnya. Lia mengerang napsunya yang memegang lebih hiruk pikuk. Ass bergetar stimulasi memegang tangan saya.

“Ayo, om”, dia mengerang.
“Aku tidak tahan ya!”. Aku mengarahkan penisku yang begitu keras ke arah vaginanya.
Kepala Kuselipkannya penisku antara bibir vaginanya. Lia mendesah. Lalu perlahan tapi pasti aku mendorong penisku maju. pecah vagina penisku. Lia menangis kecil ia memiringkan kepalanya ke atas. Aku berhenti sejenak dan biarkan Lia menikmatinya. Ketika Lia tengah mengerang dan menggelinjang-gelinjang, tiba-tiba aku menusukkan penisku maju cepat dan keras sehingga penisku meluncur ke dalam vaginanya. Lia tersentak dan menjerit keras.
“Oh om, lezat!” Dia menangis.
Aku mempercepat enjotan penisku di vaginanya. Semakin keras dan lebih cepat enjotanku, erangan keras dan jeritan.

“Aa..h.!” Dia menangis nyampe. Lia berbaring di tempat tidur telungkup, sementara aku belum ngecret.
Kemudian Lia kutelentangkan dan aku tubuhnya, paha saya ditekan erat dipahanya yang mengangkang. Itilnya ditempelkan di kepala penisku. Mencium leher, bahu dan belakang telinga, kepala penis mengelilingi gerakan kugerak- yang sudah basah melek vagina lips.Lia rem menikmati penisku di bibir vaginanya, akhirnya saya terjebak penisku.
“Aah” ‘serunya keenakan.

Lia merasa bahwa kesenangan luar biasa dan sedikit demi sedikit aku menaruh penisku. Lia menggoyangkan pantatnya sehingga penisku hampir seluruhnya masuk.
“Om enjot dong penis, terasa baik sekali”. Perlahan-lahan aku mulai mengenjot penisku masuk dan keluar dari vaginanya.
Lia pull-nrik seprai begitu lezat, sementara pahanya dikangkangin lebar, sampai akhirnya kakinya di sekitar pantatnya begitu dalam penisku ke dalam vaginanya. Lia berteriak dan penjepit menekan kakinya di pantat saya, menarik keras sprei. Aku membenamkan penisku benar-benar dalam vaginanya.

“Om, saya nyampe lagi..Ahh .. Ahh .. Ahh,” serunya.
Beberapa saat kemudian, Lia membuka kakinya sedikit mencubit pantat, paha dan akhirnya dibuka lebar2 cepat kuenjot penisku masuk dan keluar dari vaginanya. Dia menemukan itu deliciously.after delapan sampai sembilan enjotan penisku di vaginanya dan akhirnya saya merasa ada sesuatu yang meledak di dalam penisku. Croot .. Croot..Croot .. croot ..
“Lia, aku keluar,” dia mengerang.

Pejuku muncrat memenuhi banyak vagina. Tanganku meraih pahanya dan menariknya erat terhadap penisku, sehingga penisku di vaginanya pendalaman sunset.
Lia berkeringat, keringat yang bercampur dengan keringat saya sendiri. Lia mencengkeram kuat seprei, menahan rasa lezat yang melalui tubuhnya. Aku membiarkan penisku masih bersarang di vaginanya dan ditanam bibirku di bibirnya. Kami berpagutan erat.
“Oh! Sukacita!” Katanya.
“Om ya luar biasa, sudah babak ketiga, dapat membuat saya 2 kali nyampe, dan ngecretnya tetap banyak”. Aku menarik penisku dari vaginanya.

Pejuku dicampur cairan vaginanya, menetes paha basah. Kami bertiga runtuh di tempat tidur. Aku di tengah-tengah antara Siska dan Lia. Aku mencium mereka, kita hanya berbaring masih merasakan kenikmatan yang masih berlangsung. Akhirnya kami tertidur karena kelelahan.
Lia terbangun keesokan harinya karena tempat diguncang keras dan terdengar erangan Siska, saya sudah mulai dengan kegiatan pagi Mengen toti Siska. Siska yang mengangkang punggungnya berteriak keenakan

“Aa ..”, teriaknya. ayam besar dan panjang menerobos ke luar di vaginanya.
Siska dicap pantatnya supaya penisku merunduk lebih dalam. Aku berhenti dan membiarkan Siska menikmatinya. Siska terus mendesis dan mengerang nikmat. Aku terus penisku mengenjotkan keluar. Siska erangan semakin keras. Toketnya gemetar irama dengan enjotanku. Siska mencengkeram lengan saya sementara saya masih harus mengocok penisku masuk dan keluar dengan cepat.

“Cepat .. oom ..” gumam Siska,
“Siska ingin nyampe ..” Aku lebih mempercepat enjotanku tempo.
Siska tiba-tiba menarik saya sampai saya jatuh sepenuhnya pada tubuh Siska.
“Aaahh ..”, teriaknya.
Siska tubuh bergetar. Hentakkannya dihentak- ass up. Paha diangkat dan pantat memutar untuk berbaur sepenuhnya. Terengah-breath.I menarik penisku yang berlumuran dengan Siska cairan vagina, masih sulit karena belum ngecret.
“Sekarang giliran Anda Lia”, bisiknya.

tubuh Lia kuraihnya dan payudaranya menjadi sasaran remasanku. Tanganku hanya jembutnya menembus mulut padat.
“Aah om”, erang Lia.
“Om sangat kuat ya”. Aku tidak menjawab, hanya terus meremas payudaranya.
Lia bangun dan segera mengisap penisku, menjilat mulut dioleskan penis cair, dan kemudian kepala besar direndam dalam mulutnya. Lia mengangguk penis begitu besar keluar di mulutnya. Aku mengerang keenakan. jari-jari saya dimakamkan di vaginanya yang sudah basah dari menonton adegan menarik antara saya dan Siska, napsuku juga sudah menyala dari sebelumnya.

Lia telentang dengan mata tertutup dan pahanya lebar mengangkang sudah siap dien tot. Lia emutannya finish. Saya naik Lia dan mengarahkan penisku yang masih keras ke vagina. membelai penisku di bibir vaginanya. Lia mendesis dan mulai menggelinjang. Kepala penisku perlahan-lahan mulai mengungkap yang memiliki bibir vagina basah. Aku menekan penis saya sedikit demi sedikit dan saya merasa penisku mulai memasuki vaginanya. Lia mulai mendesah mendesah. Tiba2 aku mendorong penisku ke dalam vaginanya.
“Aaa ..” he cried loudly. His eyes widened. dick stuck in once in her vagina.
Then I started moving his cock out. My hands were hacked into his back and held him close. My mouth went down on his neck.
“Louder again om”, he groaned.

I pumped my cock out getting excited. Sweat poured from my whole body, mixed with sweat. I raised a little chest. My mouth was immediately pounced on her left breasts who shook it. From left her breasts turning to the right. “Om, I want nyampe again”, he falters.
“Me too,” I said.

I increased the speed of my cock genjotan. Lia screaming grew louder, and embraced me tightly. Lia had nyampe. Finally with a loud pounding I buried my cock deep. Lia cried out loud. Hentakkannya dihentak- ass up. Thigh appointed convolute waist accompany muncratnya pejuku into her vagina. It was the morning that grueling but very delicious. About ten minutes I quietly let it loosens the pleasure slowly. I let go of my cock and slammed into the top of a soft mattress between Lia and Siska.

After a few moments of rest, we turned to the bathroom and clean the body. We looked at each watering with warm water. Lia and Siska rubbing my body to the foam body. Morbidly with his hands but with their breasts. Treated like that I turned back. Slowly my cock started to get up again.
“Wuii .. Si ujang own wake ya”, teased Lia, stroking my dick,
“After we eat and start the next round”, he added.

The event finished bath and I ordered breakfast for the three of us. When booking breakfast came, Lia and Siska rushed back to the bathroom because it was still naked. I accept it only with a meal order berlilitkan towel around his waist. Current available food eaten with gusto, after returning we lay in bed that had a random-acakkan sepreinya.
Lia immediately started the action, lustfully immediately cock diemutnya, dikocok2nya the generated insert it into her mouth so hard again.
“Come on,” I said,
“Now you menungging. I want a doggy-style “. Without saying a word Lia and Siska immediately carry out orders.
I looked at their buttocks, hands stroked ngelus their vagina from behind. itilnya kugesek-string.
“Come oom”, said Lia,
“has not wait!”. I’m directing my cock which has hardened into the vagina Lia.

Without difficulty, penetrate the vagina Lia cock which has been wet. A few minutes mengenjot vagina Lia, I then switched to Siska. Siska small cry when my dick broke through her vagina. I mengenjot slowly and then faster and faster. Siska groaned loudly. A few minutes later I switched to Lia. And so on many times.
Finally I mengenjot vagina Lia hard. Lia screamed and kept groaning when my cock moving in and out of her vagina. I speed up the movement and jerking my cock hard. Lia cried out, nyampe and fall onto the bed. Escaping from Lia, I switched to Siska. I quickly Siska are flat, then thrust my cock into her vagina. Siska also cried. toketnya shaking in rhythm with my cock enjotan.

“Aaauu, om” she cried,
“Siska want nyampe!”
“Me too,” I replied as she stamped my dick hard.
I collapsed onto the body Siska Siska kutindih. At that moment I felt heavy pejuku radiating into her vagina. I’m tired, too Siska and Lia. Lia crept close and I stroked his head. I wake up. Siska and Lia too. I sat on the bed. Vaginal pejuku mixed with ciranku trickled out. I embrace their shoulders.
“Thanks Sis, thanks Lia”, I said,
“You should be grateful to the distinguished Lia om, om already provide enjoyment for a very create Lia”.

Post Terkait