cerita bokep

Kisah Ngentot Dengan Mama Binal

Perkenalkan namaku Toni. Well, langsung saja kali ya. Ceritaku ini bermula kirakira 2 tahun yang lalu. Saat itu umurku masih 16 tahun, yaah mendekati 17 tahun. Aku ingat betul karena ceritaku ini terjadi berdekatan dengan ulang tahunku, dan mungkin sedikit berhubungan dengan ulang tahunku itu.

Hari itu adalah tepat satu hari sebelum hari ulang tahunku yang ke 17. Saat itu aku dan Mamaku sedang makan malam berdua. Oh iya ada yang hampir kulupakan. Sejak umur 15 tahun aku tinggal berdua dengan Mamaku. Orangtuaku bercerai ketika aku berumur 15 tahun. Dan aku memilih untuk ikut Mama. Entah kenapa tapi sejak kecil aku memang lebih dekat ke Mama. Mungkin karena Mama sangat sayang kepadaku

Aku dan Mama tinggal di sebuah rumah yang lumayan besar. Maklumlah, Kakekku (dari pihak Mama) adalah pengusaha yang sangat sukses. Dan Mama adalah penerusnya. Oh iya sebagai gambaran, saat itu Mamaku masih berusia 33 tahun. Hari ulang tahun Mama terpaut dua minggu dari hari ulang tahunku. Mama mempunyai wajah yang sangat cantik. Berkulit kuning langsat yang menambah kecantikannya. Dengan tinggi dan berat sekitar 165 cm dan 45 kg membuat Mama terlihat sangat ideal. Sedangkan buah dada Mama kuperkirakan berukuran 36 yang nantinya ternyata terbukti perkiraanku salah.

Cerita Ngentot Dengan Mama Binal Kembali ke cerita awal. Pada saat asyikasyiknya aku melahap makan malamku, Mama tibatiba berkata, Ton, besok kamu kan ulang tahun.

Baca Juga: Ketemu Cewek Arab Sedang Berlibur

Aku yang lagi enakenaknya makan sih hanya mengangguk saja. Melihat aku yang tidak begitu menanggapinya, Mama berkata lagi, Kalo Mama nggak salah umurmu udah 17 tahun kan?

Dan seperti tadi, aku pun hanya menganggukangguk saja sambil tetap melahap makanan di depanku.

Ton, Mama ingin ulang tahunmu besok menjadi ulang tahun yang berkesan buatmu. Jadi kamu boleh meminta kado apa saja yang kamu mau.

Aku yang mulai tertarik dengan ucapan Mama pun bertanya, Apa saja Ma..?

Iya, apa saja yang kamu mau, jawab Mama.

Dengan hatihati aku bertanya lagi, Ma, Toni kan udah gede.

Betul, Mama tau itu. Lalu..? tanya Mama penuh selidik.

Toni rasa udah waktunya Toni tau yang namanya seks, kataku dengan hatihati.

Kulihat Mama agak terkejut dengan perkataanku barusan. Tapi setelah dapat menguasai keadaan, Mama pun tersenyum sambil bertanya, Apa nggak ada kado lain yang lebih kau inginkan dari pada itu, Ton..?

Tadi Mama bilang boleh minta apa saja, kok sekarang jadi menolaknya. Kalo Mama nggak mau ya udah. Beri aja Toni kado sweater atau baju seperti ulang tahun Toni yang udahudah. kataku dengan wajah agak muram.

Wow, tunggu dulu donk Sayang. Kan Mama belon bilang mau apa nggak. Jadi jangan ngambek dulu donk. kata Mama dengan wajah sabar.

Jadi boleh nggak, Ma..? tanyaku dengan tidak sabar.

Setelah Mama pikir, bolehlah. Buat anak tercinta sih apa saja boleh kok Sayang.. jawab Mama.

Terima kasih Ma. Toni sayang banget sama Mama. jawabku dengan antusias.

Waktu yang ditunggutunggu pun tiba. Seperti malam kemarin, aku dan Mama lagi makan malam berdua. Malam itu Mama terlihat cantik sekali.

Mama tibatiba berkata, Ton, kamu udah siap menerima kado istimewamu..? tanya Mama dengan tersenyum manis.

Aku yang memang sudah tidak sabar langsung saja menjawab, Ya jelas siap donk, Ma.

Setelah selesai makan Mama menggandengku ke ruang televisi.

Duduk di sini Sayang. Tunggu sebentar ya..! kata Mama sambil menyuruhku duduk di permadani.

Mama lalu masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian Mama keluar dari kamar. Aku terkejut, karena sekarang Mama hanya memakai baju tidur yang sangat seksi dan menonjolkan setiap lekuk tubuhnya. Di tangannya, Mama memegang beberapa buah CD. Mama lalu menuju ke VCD player lalu memasang CD yang dibawanya.

Setelah diputar, ternyata itu adalah VCD XXX, VCD yang pertama kuingat berjudul ChowDown. Setelah duduk di sebelahku, Mama memandangiku sambil berkata, Kamu udah siap Ton..? tanya Mama.

Udah dari tadi Ma. jawabku.

Mama pun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Lalu sedetik kemudian Mama mulai mencium bibirku. Dengan refleks aku pun membalas ciumannya. Dan tidak lama kedua lidah kami pun bertautan.

Mmmh.. mmhh.. mmm.. hanya desahan saja yang terdengar kini dengan diiringi desahandesahan dari film yang diputar di TV.

Aku memeluk Mama eraterat sambil tetap berciuman. Mama pun terlihat sudah sangat terangsang.

Tidak lama tanganku pun mulai menggerayangi tubuh Mama. Tangan kiriku mulai meremasremas payudara Mama dari luar baju tidurnya. Sedangkan tangan kananku mulai merabaraba selangkangan Mama.

Ahh..! teriak Mama ketika tanganku menyentuh vaginanya.

Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling meraba, Mama melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Mama menuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas baju tidur Mama dari tubuhnya. Sekarang Mama hanya memakai BH dan celana dalam saja. Mama tersenyum padaku lalu mendekatiku. Dan tidak lama, tangan Mama mulai berusaha melepas pakaian yang kukenakan. Aku hanya menurut saja diperlakukan begitu. Dan kini pun hanya tinggal CD saja yang melekat di tubuhku.

Dengan tubuh yang samasama setengah telanjang, aku dan Mama kembali berpelukan sambil berciuman. Hanya desahan saja yang terdengar di ruangan. Lalu perlahan tanganku membuka kaitan BH Mama. Melihat aku yang kesulitan membuka BHnya, Mama tersenyum, lalu tangannya membantuku membuka BHnya. Sekarang buah dada Mama yang indah itu pun terpampang jelas di depanku.

Tetek Mama gede banget sih. Toni suka deh, kataku sambil meraba payudara Mama.

Jangan diliatin aja donk Sayang..! Dijilat dan disedot donk Sayang..! pinta Mama.

Tanpa dikomando dua kali, aku langsung saja menjilati payudara Mama yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremasremas payudara Mama yang sebelah kiri.

Aahh Ohhh fuck..! teriak Mama ketika buah dadanya kujilat dan kusedotsedot.

Secara bergantian payudara Mama kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Mama meremasremas batang penisku dari luar CDku. Dan tanpa sadar, Mama berusaha melepaskan CDku. Aku pun tidak mau kalah. Setelah puas menggarap payudara Mama yang besar itu, aku pun berusaha melepaskan CD Mama. Melihat kelakuanku yang tidak mau kalah, Mama hanya tersenyum saja. Sesaat kemudian kami berdua sudah telanjang bulat. Aku hanya dapat menelan ludah melihat tubuh indah Mama. Di selangkangan Mama, terlihat bulubulu yang tertata rapi membentuk segitiga.

Ton, kontol kamu gede bauanget, kata Mama takjub melihat batang penisku yang sudah menegang.

Masa sih Mam..? tanyaku seakan tidak percaya, Tapi tetek Mama juga gede kok. Emang tetek Mama itu ukuran berapa..? tanyaku lagi.

Ukuran 38B, emang kenapa si Ton. Kamu suka kan..? tanya Mama.

Ya jelas donk Mama sayang, mana mungkin Toni nggak suka. jawabku, dan tanganku kembali meremas payudara Mama sambil menggigitnya.

Aauww..! teriak Mama, Kamu nakal Sayang, masa tetek Mama digigit..? kata Mama manja.

Maaf, Ma. Toni nggak sengaja. jawabku sekenanya.

Nggak apaapa kok Sayang, Mama suka kok. Kamu boleh memperlakukan Mama sesukamu. kata Mama sambil tangan kanannya masih meremasremas kemaluaku.

Dan tidak lama Mama pun berjongkok, lalu tersenyum. Mama mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu mulai mengeluarkan lidahnya.

Uuhh aahh enak Mam..! aku berteriak ketika lidah Mama mulai menyentuh kepala penisku.

Mama masih menjilati penisku, mulai dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan oleh lidah Mama. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesahdesah memperoleh perlakuan seperti itu.

Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah. Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Mama.

Aahh oohh.. yeeahh.. enaakk ba..nget Maa..! teriakku lagi.

Kuperhatikan penisku diemutemut oleh Mama tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Mama bergerakgerak dengan lincah seperti ular.

Dan sekarang kulihat Mama menyedotnyedot bulu kemaluaku seperti mau dikeramasi.

Maaa enak Maa..! aku hanya dapat berteriak.

Aku merasa ada yang mau keluar dari penisku, aku tidak tahan lagi, dan seerr.. Aku kaget juga, kupikir yang keluar tadi adalah sperma, tapi tidak tahunya adalah air kencingku yang menyembur sedikit.

Wah, maaf Ma. Toni nggak sengaja. kataku buruburu dengan napas yang masih terengahengah.

Tapi apa yang terjadi, Mama malah menjilati air kencingku yang berleleran. Gila.., sensasi yang kurasakan sangat luar biasa. Dan tibatiba Mama menarik tanganku dan mengajakku ke kamar mandi. Kamar mandi kami dapat dibilang sangat besar dan mewah. Sudah itu wangi lagi. Mama menuntunku menuju jacuzi, lalu Mama pun berlutut lagi. Batang penisku dikocokkocok di depan wajahnya, terus disedotsedot seperti makan es krim. Cerita novelseks.com

 

Ayo Sayang..! Sekarang kencingi Mamamu ini..! kata Mama.

Aku kaget juga. Tapi aku memang sudah tidak tahan lagi ingin kencing. Aku pun mengerahkan semua tenaga untuk kencing. Kulihat mulut Mama menganga dan lidah Mama seperti ular menelusuri kepala penisku.

Dan ketika kulihat mulut Mama tepat di depan batang penisku, Maa.., Toni mo pipiis..! teriakku.

Kulihat air kencingku menyembur kencang sekali dan seerr.., masuk ke dalam mulut Mama.

Kuperhatikan mata Mama merem sambil mulutnya terus menganga menerima siraman air kencingku. Kepalang tanggung, akhirnya kumasukkan juga penisku ke mulut Mama sehingga air kencingku memancar dan muncrat keluar lagi berleleran di tubuh telanjang Mama.

Enak nggak Ma..? tanyaku setelah aku selesai kencing.

Mama memandangku dengan manja, sedangkan mulutnya masih mengulum batang kemaluanku.

Setelah itu kedua bijiku pun dijilatinya.

Kamu mau tau rasanya, Ton..? tanya Mamaku setelah melepaskan kulumannya dari penisku.

Boleh aja, Ma. jawabku penuh semangat.

Mama lalu menyuruhku tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku mengikuti saja perintah Mama.

Mama lalu berdiri dengan kedua kakinya berada di kiri kanan kepalaku. Dan sesekali kakinya digosokgosokkan ke wajahku. Dan meskipun ada air kencingku yang berleleran di kaki Mama, aku tidak merasa jijik untuk menjilati kaki Mama. Setelah itu Mama perlahanlahan mulai jongkok. Kuperhatikan pantat seksi Mama mulai mendekati wajahku. Aku menunggu dengan sabar sampai sesaat vagina Mama benarbenar berada tepat di atas mulutku.

Lubang kemaluan Mama terlihat sudah berlendir bertanda Mama sudah terangsang. Kujilati lubang kemaluan dan lubang anusnya secara bergantian. Mama menguakkan bibir vaginanya secara perlahan sampaisampai aku dapat melihat lubang kemaluannya mengembang.

Mama mau kencing nih. Minuumm.. Sayang..! Mama merintih dengan sangat keras.

Seerr.., dari lubang kencing Mama memancar cairan yang bening dan panas sekali, masuk ke mulutku dengan deras.

Entah karena sudah nafsu atau karena apa, kutelan saja cairan yang rasanya asin dan agak pahit yang keluar dari kemaluan Mama. Suara erangan kepuasan menggema di dalam kamar mandi itu.

Bagaimana rasanya Sayang, enak bukan..? tanya Mama sambil matanya terpejam menahan nikmat karena vaginanya kujilatjilat.

Enak banget, Ma. jawabku singkat.

Setelah itu Mama berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku dapat melihat vaginanya dengan jelas.

Sayang, sekarang kamu jilatin memek Mama ini..! kata Mama sambil menunjuk ke arah vaginanya.

Setelah itu Mama tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar Mama. Kudekatkan wajahku ke vagina Mama, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya.

Ahh fuuckkk.. yeaahh.. shiitt hisapnya itilnya Sayang..! Mama hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisaphisap.

Ohhh Aahh.. fuuck mee yeaaahh masukin kontolmu sekarang Sayang..! Mama udah nggak tahan..! pinta Mama memohon.

Aku pun perlahan bangun dan mensejajarkan tubuhku dengan Mama. Kugenggam batang penisku, lalu perlahanlahan kudorong pantatku menuju vagina Mama.

Ketika memasuki liang senggamanya, Mama berteriakteriak, apalagi ketika separuh penisku mulai menelusuri dinding vaginanya. Baru pertama kali aku merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti ini. Rasanya seperti diuruturut, enak seperti dieluselus daging basah dan kenyal.

Aahhkk enak se..kali.. Sayang..! Fuuuck me.. hardeer.. honey..! jeritan Mama memenuhi kamar mandi.

Setelah sekitar 10 menitan, aku mencabut batang kemaluanku dari lubang vagina Mama. Mama terlihat sangat kecewa ketika aku melakukan itu. Dan tidak lama kemudian aku meminta Mama untuk berganti posisi. Kuminta Mama untuk menungging. Lalu dari belakang kuremasremas pantat Mama yang semok itu. Lalu kuarahkan batang penisku ke bibir vagina Mama. Setelah kurasa tepat, lalu kusetubuhi Mama dari belakang dengan doggie style.

Aduhh enak sekali Sayang..! Kamu pin..tarr Sayang..! jerit Mama ketika kusetubuhi dari belakang.

Sedangkan aku pun tidak kalah hebohnya dalam berteriak, Maaa memek.. nya.. e..naak..!

Rupanya gaya itu membuat Mama sudah tidak tahan lagi, sehingga sesaat kemudian, Sayang Mama mau sam..paai Aahhh..!
Mama berteriak keras sekali, dan aku yakin kalau kami tidak berada di rumah itu, orang lain pasti mendengar teriakan Mama.

Aku merasakan penisku seperti disiram cairan hangat. Walau kusadari Mama sudah mencapai puncaknya, aku tetap saja memompa batang penisku di dalam vagina Mama. Malah semakin giat karena sekarang liang Mama sudah licin oleh cairan Mama.

Dan tidak lama, Maa Toni.. mau sampaaii nih..! kataku ketika aku merasa mau orgasme.

Cabut kontolmu Sayaang..! perintah Mama.

Segera saja batang kemaluanku kucabut dari liang Mama yang masih menungging.

Mama lalu berbalik kepadaku dan memegang batang penisku. Lalu dibukanya mulutnya dan Mama pun mulai mengulum kemaluanku. Aahh oohhh..! hanya desahan itu yang keluar dari mulutku.

Dan, creet.. croott crot..! air maniku menyemprot sebanyak sepuluh kali ke dalam mulut Mama. Mama tidak langsung menelan spermaku, melainkan memainkan spermaku di dalam mulutnya seperti orang yang sedang berkumur. Dan sebelum ditelan, Mama membuka mulutnya dan menunjukkan spermaku yang ada di dalam mulutnya itu. Baru setelah itu pejuku ditelan sampai habis.

Belum selesai sampai di situ, Mama menjilatjilat batang penisku dan membersihkan sisa sperma yang masih menempel di kemaluaku. Rasanya ngilu, nyeri plus gimana gitu. Setelah itu kami berdua menuju ke ruang TV. Aku dan Mama duduk bersebelahan dalam keadaan telanjang bulat.

Bagaimana kadonya, Ton..? tanya Mama ketika sudah agak tenang.
Luar biasa, Ma. Nggak ada kado yang sehebat tadi. Terima kasih, Ma. sahutku.
Mama bahagia kalo kamu puas. Sebenarnya Mama juga menginginkannya kok. jawab Mama.
Lalu kenapa Mama nggak minta ke Toni..? tanyaku lagi.
Iya ya, kalo tau kamu punya kontol segitu gedenya Mama pasti udah minta sejak dulu. Tapi nggak apa
apa kok, kan belon terlambat. Betul kan..? sahut Mama sambil tersenyum manis padaku.
Iya Ma. Tapi Ma, setelah ini masih ada ronde selanjutnya kan..? tanyaku.
Kalo kamu masih kuat, ya pasti donk Sayang..! jawab Mama manja.
Toni sayang banget sama Mama, kataku.
Mama juga sayang banget sama Toni. jawab Mama.

Setelah berisrirahat secukupnya, kami berdua melanjutkan persetubuhan kami sampai jam dua pagi. Setelah itu kami berdua tidur dalam keadaan telanjang bulat. Dan keesokan harinya aku dan Mama, yang kebetulan lagi tidak masuk kerja, berada di rumah dalam keadaan telanjang bulat selama sehari penuh. Dan tidak terhitung berapa kali kami bersetubuh. Sampai sekarang aku masih tinggal dengan Mama dan masih setia menyetubuhi Mama setiap hari, selama Mama tidak haid.

Itu adalah hadiah ulang tahun yang paling berkesan dalam hidupku. Bagi pembaca cewek yang ingin berkenalan, silakan kirim email. Saya akan membalas setiap email yang masuk asal bukan email yang sekedar iseng. Terima kasih kepada KisahSexIndo yang sudah memuat pengalaman saya.

Post Terkait