cerita bokep

KEJUTAN DI HARI ULANG TAHUNKU

Hari itu hari Sabtu, pas di minggu ulang tahunku yang ke 17, jadi orangtuaku sengaja mengadakan pesta ulang tahun untukku, anakku satu-satunya. Pahami bahwa saya adalah anaknya yang malas tentang pesta itu-pestaan, alias benar-benar nerd dan pintar di sekolah, berbeda dengan kakak saya yang satu-satunya juga, badung dan enggan jika disuruh belajar (meski sekolahnya juga pintar loh, sampai lulus SMA dia tidak pernah lolos dari 10 besar di rangking sekolahnya).
Kakak saya adalah seorang gadis nakal, dia tidak ada di siang hari saat pesta, dimana ya, saya juga menjadi sedikit sedih sedikit. Tidak mengharapkan hadiah darinya, tapi dengan kehadirannya sendiri saya akan sangat senang, karena setidaknya saya bisa menunjukkan pacar saya di sekolah (yang saya undang ke pesta saya) bahwa keluarga saya juga memiliki seorang gadis yang tidak kurang kece kece dari Semua teman paling kece sekolah saya).
Fitting acara itu akan berakhir, yang merupakan acara disko gratis, saya kembali tertegun melihat teman-temanku ajojing, kakak perempuan satu-satunya perempuanku juga. Yah aku sangat senang, tahu kita hanya 2 bersaudara, tidak punya saudara kandung lainnya. Dia sudah kuliah tahun 2, saat saya kelas 2 SMA.kumpulan cerita sex terbaru 2017

“Jon .. selamat ulang tahun yah .. maaf saya kagak bawa kado ..” kata Fifi sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan setelah melihat setumpuk hadiah di atas meja. Wow dia pulang ke rumah saat teman saya belum bubar. Saya sangat senang, boro-boro berfikir hadiah deh, habis kakak saya memeluk dengan sukacita (kami sangat familiar banget, jadi peluk biasa). Adikku tidak lupa memberi saya sesuatu yang mengejutkan saya, itulah ciuman di pipi kiri saya di depan teman-teman saya. Gile bener .. familiar sih kakak yang kukenal, tapi untuk ciuman baru kali ini aku terima sejak tumbuh dewasa. Di balik suara tepuk tangan dari teman-temanku. Mungkin bagi mereka yang belum tahu pacar saya datang untuk memikirkan kali, tapi bagi yang sudah tau betul apa pikirannya deh. Kalaupun kakak perempuan saya setinggi 170 cm, tetap saja tinggi badan saya yang tingginya 175 cm saat itu.
Terkadang, saya sangat suka membayangkan bentuk tubuh Fifi. Anda lihat, dia tahu. Apalagi sejak aku sempat bermimpi basah pertama kali di SMP dulu. Saat itu aku hanya bermimpi adikku, si Fifi ini. Wajahnya seperti artis Hong Kong deh, cantik putih dan sangat berat kece pokoknya. Yang paling mengagumkan saat aku melihatnya hanya berbikini saat berenang, wah wah hanya dalam mimpi. Sedangkan untuk pacaran. Nah saya belum berani, karena aspirasi saya di peringkat satu terus berlanjut, dan idola saya baik Fifi yang telah muncul sejak pertama kali bermimpi basah dulu. Heran yah
Ketika saya ingin membubarkan pesta, teman saya yang menjadi seorang DJ benar-benar menyayanginya, dia membuat lagu untuk tarian yang lamban, dan saya diminta mengajak anak perempuan memilih saya (biasanya jika kali ini, ulang tahun mengajak orang di Taksirnya untuk menari) turun dan mengenalkan kepada semua tamu, wah brengsek. Ada desas-desus bahwa beberapa anak perempuan naksir saya di sekolah, tapi saya mengabaikan bebek, kurang peduli dengan mereka semua, dan mereka gila dan cantik juga loh, dan anak laki-laki di sekolah. Bukan apa-apa, jika saya naksir yang lain akan lenyap, mundur secara teratur, sebaiknya saya tidak memilih satu pun? Jadi bisa menempel semua cewek kece.
Sekarang teman brengsek ini menyuruhku mengajak seorang gadis menari lamban, seolah ingin mengumumkan siapa gadisku. Nah susah dong .. Gile juga .. Tapi saya ngomong sangat cepat, kudu Fifi meski lagi mojok di dekat orang tua saya (tapi tidak ngobrol, jadi bagi yang belum kenal Fifi, tetap berfikir Fifi hanya teman saya). Fifi sedikit terkejut saat mengetahui dan menyadari bahwa saya menari lamban, tapi saya belum berkomentar apapun. Begitu kita sampai di tengah arena tarian yang lamban, di tengah kerumunan pasangan baru lainnya, Fifi berbisik, cerita dewasa bergambar
“Jon … kenapa aku tetap menari lamban?”
“Yeah Fi .. aku belum punya cewek sih ..”
“Banyak temanmu nakal ..” bisik.
“Betapa banyak Fi .. tapi yang sekece kamu dimana disana ..” Rival saya untuk saudaranya sendiri.
“Gelo loh .. begitu banyak gadis kece terbuang ..”
“Beneran Fi .. tidak ada yang cantik dan matang seperti kamu, semua ABG doang ..”
Fifi tidak menjawab lagi, tapi menundukkan kepalanya di pundakku. Aroma rambutnya yang sudah keramas tadi siang dengan sedikit keringat kepalanya di hidungnya jadi merangsangnya. Begitu saya menggeser kepala saya sedikit lebih dekat ke telinganya lagi, kali ini lebih jelas saya mencium aroma parfum Fifi yang digunakan di belakang telinga. Adikku sangat senang, suka memakai parfum pria! Dan aku mengikutinya dengan merek parfum. Hanya karena bau badan kita berbeda sedikit yah sih saya sudah terangsang mencium aroma parfum dan bau badan Fifi. Batang pangkal pahaku terasa berat.
Begitu Fifi sadar, aku mencium baunya di belakang telinganya, dia memelukku lebih erat lagi. Alamak .. Cukup juga terasa payudaranya menekan dadaku. Wow .. empuk-empuk (memang enak?!) Pokoknya itu menciptakan sensasi tersendiri. Mungkin yang merasakan kenikmatan saat sang cewek saat menyentuh dada begitu. Saya sebagai pria memang enak rasanya.
Sepanjang satu lagu itu, tanganku yang tidak memegang tangan Fifi, aku harus menjelajah punggungnya. Dari leher ke pinggangnya. Karena Fifi sedang memakai gaun malam mini, nah dia tidak harus memakai semua rok dong, jadi jadilah salah satu atasan top, eh dress itu. Mini tuh maksud saya masih setinggi tengah paha. Sambil mengusap pinggang Fifi, aku tidak benar-benar merasakan garis celana dalamnya.
Timbul niat isengku pada saudaranya sendiri, semua ingin tahu juga.
“Fi .. kamu tidak memakai celana dalam dengan baik,” kataku sambil berbisik di telinganya.
“Eh .. enak .. aku kenakan nakal .. nakal nakal nih!” Jawab Fifi sambil berbisik.
“Kenapa Fi tidak dipegang .. batas celana dalamnya ..” bisikku lagi penasaran.
“Coba kamu rabanya turun sedikit lagi ..” jawab Fifi sambil berbisik juga.
Kemudian Kuraba mengikuti instruksinya, kali ini pantatnya terpaksa meraba-raba. Dan merabanya lebih bawah. Itu benar, akhirnya temukan dan telusuri garis besar celana dalamnya. Terlihat orang nih dansanya. Dengan putus asa aku merasa sedih. Ha! Gile apa .. teman saudari ini sendiri. Kesalahan saya hanya mengarah ke sisinya, dengan perlahan menelusuri garis celana Fifi yang sepertinya hanya garis itu. Oh .. saya tahu sekarang, celana dalam hanya model tali dan kenakan mereka berbentuk V.
“Fi .. celana kamu modelnya sangat aneh .. jadi kukirain kagak pake pants,” kataku masih berbisik.
“Karena itulah kamu mencari pacar dan pacar .. nanti akan tahu ..” jawab Fifi masih berbisik.
“Kalau pacarku seperti kamu bisa jadi Fi ..” jawabku intim.cerita abg mesum

Nah pembaca, jangan kaget kita bisa ngomong seperti ini kan karena sudah familiar.
Di kepala saya juga ada perasaan cemburu pada saat itu. Whoa .. fucking siapa pun ya sudah pegang-pegang Fifi sampai dia perlu memakai pakaian dalam seksi seperti itu. Sial … aku hanya ingin mempelajarinya. Tidak tahu waktu tuh cowok, adiknya Fifi jago taekwondo, karate sekaligus Merpati Putih.
Eh lagi enak untuk memeluk Fifi sambil menggoyang lagunya .. sialnya, temanku ganti jadi disko lagi. Nah sudah bubar tarianku yang lamban dan Fifi. Aku masih mencari teman lain, Fifi menghilang entah di mana. Karena acara terakhir dari pesta rumah adalah disko, nah lama setelah itu bubar partai, masak pesta anak SMA di rumah sampai jam 12 malam sih sih? Tidak sopan dong (peringkat 1 anak ya bilang, saya!).
Tepat 12 jam lewat 5 menit, teman terakhir tidak terlihat mobilnya. Aku lelah banget rasanya tidur deh, sambil berpikir Fifi. Dimana dia? Bisnis hadiah Besok adalah Tidak ada yang bisa mengambil ini. Aku naik ke lantai atas dan langsung menuju kamarku. Lepaskan pakaian dulu dan pergilah ke kamar mandi pribadi dan bersihkan. Masih telanjang aku kembali ke kamar tempat tidur. Ah biasanya tidur di CD, kali ini mau nyobain bugil ah, apakah ini besar, benar 17 tahun. Nah tubuhku yang besar dan anuku juga cukup besar kok. Panjangnya hanya 15 cm saja.
Karena AC kamar saya cukup dingin, saya biasa tidur dengan selimut (Sebenarnya tidak lucu, jika Anda mengerti kesehatan, saat tidur sudah nyenyak, tubuh kita tidak ‘terikat’ dan udara yang kita hirup sekitar 18-24 derajat celcius. Jangan lebih dingin, itu hanya tidur nyenyak ya ini dokter dokter Joni loh hehehe coba tanya pertanyaan dokter yang sebenarnya.) Bisakah bule-bule di film banyak tidur telanjang sih?
Masih terbaring, pikiranku melayang dengan tarian yang lamban bersama Fifi, adikku tercinta. Saat tarian itu saya masih lupakan apakah ngaceng atau tidak, tapi ketika saya pikir saya ingat. Ngaceng kenceng! Gile I terus Junior, bahkan lebih untuk membuat tenda di selimut saya akan. Baik wipe sayangku deh juniorku. Tentu saja, sambil membayangkan bagaimana bentuk tubuh Fifi tidak bersalah dalam keadaan telanjang seperti saya, terutama saat menari bersama. Wow .. menyenangkan loh.
Aku fantasi .. Tubuh Fifi mulus mulus (sepertinya tidak pernah terluka, cacar air yang paling banyak digunakan di pahanya) payudaranya cukup mantap saat dipegang, dengan puting susu cukup besar sehingga bisa dikulum dengan baik. Lalu perutnya yang datar dan rata karena hobinya yang aerobik dan kebugaran, dan pantatnya yang fantastis, sesaat sebelum saya memegang tarian yang lamban dengan sangat mantap.
Eh lagi nikmatnya asyik, jadi tiba-tiba pintu kamarku diketok. Tok .. tok .. tok .. hanya tiga kali dan tidak cepat. Karena kebiasaan menjaga kerahasiaan dalam keluarga kita, sebelum memasuki pintu terlebih dahulu, saya tidak pernah mengunci pintu.
“Siapa?” Saya bertanya.
“I’m Jon ..” kata sebuah suara yang familier, nampaknya berbisik tuh.
Wharakadah! Gadis yang sedang saya impikan datang kepada saya teman! Aku terdiam.
“Jon .. kamu tidak tidur kan?” Ditanyakan Fifi melalui pintu. Lalu masih menunggu jawaban saya. Nah bagaimana ya .. saya telanjang di selimut seperti ini. Ah iya.
“Bisakah Anda pergi ke Jon?” Fifi bertanya lagi, kapan aku ingin mengirimnya masuk, tapi belum sempat.
“Ya, masuk saja Fi ..” kataku cukup keras agar bisa terdengar jelas olehnya, jika pelan-pelan entar dia tidak kembali lagi, itu membuat sedih.
Si Fifipun masuk juga, setelah menutup pintu kamar, dia berbalik dan, “lampu Jon sudah berakhir?” Tanya Fifi. Maklum sebelum tidur, lampu terang kjekikan, hanya sisa lampu kecil, jadi redup. Nah idenya itu benar, jadi saya bisa melihat dengan jelas tubuh Fifi, seperti memakai baju tidur saat bayangannya terlihat saat memasuki kamarku.
“Iya deh ..” jawab saya, lalu sadar, wow .. senjata saya yang ngaceng cari dong!
“Eh …” Aku belum sempat mengatakannya lagi, Fifi telah menyalakan lampu. “Blar ..” terang deh.
Aku melihat Fifi. Dia memakai baju tidur favoritku, karena model boneka bayi itu, kanal itu baru saja melewati pantat kecilnya, berwarna kuning muda dan agak transparan. Biasanya saat dia berdiri dengan punggung menghadap lampu dia terlihat seperti bentuk tubuhnya, dan celana dalamnya. Kali ini tidak terlihat, lampu di tengah ruangan, saat ia masih berada di dekat pintu.
“Apa yang terjadi di Fi?” Saya bertanya bingung juga dan bertanya-tanya, apa waktu tidur malam seperti ini dia sembuh? Kalau masih sore aku tidak heran, kebanyakan dia ingin bertanya tentang komputer atau tentang mobilnya.
“Eh tadi maaf loh Jon ..”
“Mengapa?” Aku hanya memotongnya.
“Saya belum memberikan hadiah untukmu .. kagak apa lagi yang harus kuberikan padaku.” Melanjutkan Fifi mencoba tersenyum menghiburku. Baik bener juga
Saya tidak punya waktu untuk memikirkan pemberian hadiah Fifi atau tidak, dia ingin memperlambat berdansa dengan saya rasanya saya sangat bahagia. Jadi bagaimana sekarang? “Ah Fi Fi tidak ada .. tidak masalah soal kado itu .. aku punya saudara sebaik kamu sendiri adalah anugerah cantik setiap hari ..” kataku. Kemudian Fifi berjalan ke tempat tidur sambil terus mengamati mataku. Semoga beruntung tidak melihat junior saya Masih ngaceng man! Bayangkan dirimu deh cewek kece, seksi sudah dekat kamu, di tempat tidur yang telanjang. Dan tersenyum manis padamu.
Saat dia mendekati saya, saya meluncur ke tengah ranjang, jadi dia bisa duduk di tepi ranjang jika dia ingin berbicara sebentar. Nah saat semakin dekat itulah lampu kamar kembali kepadanya. Wow .. sempurna bayangan tubuhnya yang sempurna (tidak seperti gitar banget, tapi melengkung dan bengkok cantik) lebih jelas terlihat. Benar saja dia duduk di dekat pinggang saya, tepat di sebelah pinggang dan junior saya yang ngaceng berat. Selimut berkilauan membuat junior itu mengangguk ke gesekan gesekan. Tangan kiriku masih dalam selimut yang terpaksa menahan nih Junior. Fifi berpura-pura tidak melihat dan menyimpan senyuman yang sangat manis.
“Jon .. aku ingin memberimu hadiah spesial untukmu, tapi kau tidak bisa memberi tahu siapa pun, setuju?” Segera aku mengangguk, meski bingung menebak apa pemberian spesial itu, apa itu Blow Job? Belum tentu, teruslah membaca ceritanya.
“Janji Jon ..”
“Aku janji, adik Fifi terkasihku ..” aku bersikeras dari hanya mengangguk.
“Jon, Fifi mau tau .. kamu benar-benar belum berkencan? Maksudmu kencan dengan cewek?” Tanyanya.
“Bener Fi .. ini setiap malam dalam seminggu, jika kagak ada pesta ulang tahun, nah aku di rumah hanya berselancar di internet, kamu masih terbuang biarpun aku pergi sendiri kalau malam sepekan” kataku, dia Tumbuh lebih luas.
“Jadi, belumkah kamu menangkap tubuh seorang gadis dong?” Dia bertanya lagi, sedikit memancing.
“Nah, tidakkah kamu sering melihatnya?”
“Oh benarkah? Dimana?” Tanya Fifi terkejut sedikit.
“Di internet ..” jawab saya cepat, itu benar. Dia tersenyum lagi .. bertanya-tanya berapa lama aku melihat senyum Fifi senyap senyum manis, wah aku merasa lebih senang dan senang melihat bibirnya yang tersenyum.
“Jadi yang asli dan asli belum dong?” Kata Fifi masih sambil tersenyum. Bagi saya ini bukan pengganggu, tapi ucapan tulus kepada saudara laki-laki yang memang biasa. Aku mengangguk.
“Fifi ingin memberi hadiah istimewa, tapi Anda harus berjanji untuk tidak melakukan apapun jika kagak bilang, maukah kamu itu?” Tanya Fifi, sayangku. Aku mengangguk.
“Eh janji dulu ..”
“Iya Joni Janji Janji Janji sayang ..” kataku memuaskan keinginan Fifi.
“Siap menerima hadiah?” Dia bertanya lagi saat dia berdiri tegak saat dia santai.
Aku mengangguk dan kemudian berkata, “Bos siap ..”
Fifi kemudian naik ke tempat tidur, tangannya mendorong tubuhku perlahan sedikit bergeser. Tempat tidurku lebarnya 160 inci, jadi pas banget kalau mau tidur bersama. Lalu Fifi berlutut tegak di sampingku, menatap mataku masih dekat dengan senyum manisnya. Lalu perlahan ia mengambil bagian bawah baju tidurnya. Ops .. Fifi lupa sesuatu .. buru-buru turunkan ke tempat tidur dulu, menuju ke componya lemari saya, dia memilih untuk terburu-buru salah satu CD lalu diputarnya. Nah nampak lagu romantis, dipasang cukup keras tapi tidak mengganggu ruangan. Mungkin hanya agar pembicaraan kita tidak terdengar hanya beberapa kali. Lalu dia berjalan ke pintu dan mengunci pintu.
Saya merasa sedikit terkejut, apa yang sedang anda lakukan? Si Fifi kembali ke sisi saya, berlutut di tempat tidur sambil bergoyang menari mengikuti irama lagunya. Tangannya kembali memegang bagian bawah baju tidurnya dan mulai memutar sedikit, lalu menarik perlahan ke atas. Wow ini striptis. Aku hanya menunggu Begitu bagian bawah kemejanya mulai naik di bawah selangkangannya, aku menjadi lebih bersemangat! Cepat naikkan perasaanku lagi. Lalu datanglah celana dalam transparannya dan itu seperti tarian berbentuk V dan sebagian besar tali. Warnanya hitam, ada sedikit hak merah di tengah di dekat bagian bawah pusarnya, eh tuh bunga mawar merah, hanya satu.
Teman gila .. bulu ayamnya terlihat. Bagian femininnya digambarkan dalam paket CD yang halus yang mengikuti bentuk bibir cocknya. Wow .. sialan aku berjanji tidak bisa melakukan apapun. Kenapa pingin menyentuhnya. Tangan kiriku memegang juniorku. Semakin keras ngacengnya kamu.
Semakin tinggi Fifi menarik bajunya, semakin jelas penampilan tubuhnya yang putih. Begitu bagian bawah payudaranya muncul. Wow .. aku harus menelan. Semakin keras. Ops .. sialan ada bra nya! Eit tunggu sebentar, bra nya sangat imut … juga hitam transparan dan puting susu yang saya duga besar, itu benar-benar muncul dan terlihat jernih, kali ini saya tidak perlu menebak lagi, ternyata medium merahnya, bukan Neraka merah jambu, sedikit lebih tua Tapi tidak coklat tua. Saat gaunnya melintas di atas kepalanya, aku rindu untuk memeluk payudaranya. Tapi ingat janji .. wah tersentak .. saat Fifi kan tidak melihat.
Dan saat bajunya terlintas di kepala, Fifi segera melemparkannya ke karpet kamar saya. Tangannya kembali turun lagi yang membuat payudaranya terlihat dan bentuknya lebih menonjol saja. Gile bener .. sss .. alamak gak pegang ya .. Lalu Fifi bergeser posisi berlutut kali ini dia mengangkang saya. Wow .. sepertinya saya tidak tahan lagi. Dimana tangan kiriku tidak lagi memegang Junior lagi dan dengan posisi baru ini otomatis Fifi meremukkan perutku. Dia masih bergerak memutar dan menari. Mungkin tidak nyaman menari di atas selimut, dia bergeser dulu lalu tiba-tiba mengungkap selimut untuk membuangnya.
“Eit .. maaf Jon .. aku nggak tahu kau tidur terlalu telanjang!” Kas tangan saya menutupi junior saya. Tapi di mana bisa lagi siaga satu jadi kok. Pokoknya dia bicara dengan kalimat .. juga telanjang! Wow kalau dia tidur dong telanjang dong! Kenapa tidak sejak pertama kali aku memasuki kamarnya saat sedang tidur.
Karena saya diam tidak mengatakan apapun, Fifi kembali berlutut di perut saya menghadap wajah saya dengan tangan saya untuk melepaskan pegangan yang menutupi si Junior. Memaksa tanganku untuk posisi seperti seseorang menyerah berdiri, aku meletakkannya di samping kepalaku. Sepertinya Fifi sedang bergerak menari sambil membuka bra nya deh .. tapi susah atau susah susah membukanya?
“Fi .. bisakah saya membantu membuka bra anda?”
“Kupikir aku akan bertanya pada kalian tapi aku sangat canggung ..” Dan kemudian, saat dia berkata begitu, dia tertatih-tatih, tangannya menopang tubuhnya di samping kepalaku, napasnya yang mendengus sangat dekat dengan menyapu wajahku. Karena posisi berlutut di perut saya, nah mulut dan hidung saya hanya goto leher saja. Manis wangi juga lehernya .. tanganku mulai memeluknya dan mencari kaitan bra-nya di punggungnya. Meski aku sudah lama bertemu dengan lama-lama. Crazy menggila .. memeluk tubuh ayam panas seperti ini.
“Ayo Jon .. jangan nakal, hadiahnya masih banyak ..” kata Fifi lalu menggeser tubuhnya yang di atas saya jadi turun sedikit dan berhadapan muka dengan muka saya. Alam .. mendengus napas yang menyentuh wajah saya membuat saya konak lagi dan lebih bergairah. Tidak tahu siapa yang memulainya, di samping bibir kita menempel dan lidah Fifi menyapu bibirku. Sepertinya Fifi juga nafsu akan menciumku satu kali, wajahku lurus lurus, tapi wajahnya memiringkan. Yah, dia berusaha lebih keras untuk menciumku?
“Blp .. buka mulutnya Jon .. aku ajarin ciuman ..” kata Fifi. Lalu aku mengikuti mulutku, membiarkan lidah Fifi masuk ke mulutku. Dia menyapu gigi depan saya, lalu lidah saya didorong dan didorong maju mundur, dan lidah saya juga tertarik dengan lidahnya. Seruan seru juga loh, tukar menukar.
Aku lupa tanganku melepaskan bra yang belum jelas tanganku menggosok punggungnya dengan bebas tanpa bra bra. Penyeka menjaga punggungnya tetap halus dan hangat. Payudara kita masih terpisah dengan bra-nya. Ops .. Saya hanya mengatakan itu masih terpisah, Fifi menarik BH-nya untuk disingkirkan. Dengan ciuman, otakku memikirkan dasar kami. Wow pistol saya mengusap celana dalam yang sama di Fifi mini ya, sedikit sakit sih, lepuh nggak?
“Fi .. bisakah aku mengeluarkan celana dalammu? Dick aku muak dengan gesekan.” Kataku melepaskan ciuman cepat. Alhasil pun lepas tuh terus menerus.
“Eit .. jangan nakal dulu, bisakah kamu mencium yang pernah saya mainkan?”
“Ya bos ..” jawabku.
“Elu tidak keberatan ..” kata Fifi. Lalu dia bergerak lebih jauh ke bawah. Kali ini sampai dia duduk di kakiku. Dia benar-benar menempati ujung kakiku, tidak sibuk, dia berlutut sedikit, bergerak perlahan di wajahnya sambil mencium tubuhku juga. Geli pernah loh, apalagi saat dia mencium putingku. Wow .. sampai aku memegang kepalanya karena geli. Untung dia tidak marah. Saat hidungnya menusuk bulu pangkal paha saya, semakin geli dan Junior mulai menangkap gerutuannya dan mencium kepalanya, sepertinya ada satu mata di kepala si Junior tuh .. saya sangat pusing.
Teman gila .. kali ini saya rasa akan bisa dikagiokein deh, saya ingin menikmati rasa karaokein saudara tersayang ini. Dimulai dengan jepitan bibirnya yang kencang di pangkal paha, rasanya sulit untuk menggambarkannya, nah glee. Apalagi saat bibirnya masih dalam jepitan ketat bergerak turun menyentuh lingkaran helm senapanku. Nah itu mau ngecret waktu. Gile bener .. untunglah perlawanan junior saya juga.
Apalagi sensasi yang timbul saat bibir Fifi turun dari tangkai junior saya yang keras dan penuh dengan pembuluh darah. Wow, gesekannya sulit untuk dideskripsikan (namanya juga yang pertama kali) apalagi pada saat itu juga helm di kepala kemaluanku menjilat lidah hangat Fifi. Wow .. dimana tempatnya, benar-benar ingin ngecret itu.
Dan sebagai genggaman Fifi yang kencang, kakak perempuanku turun ke pangkal pahaku yang mulai mengisi pangkal pistolku, kepala helm junior juga menyentuh daging tenggorokan Fifi yang lembut dan lembut. Weleh .. weleh .. orang gila .. enak banget! Dan, “Cret .. cret .. cret .. cret .. cret ..” beberapa kali aku ngecret. Aku melihatnya, Fifi melirikku juga, gile melihatnya .. wow .. seksi sama sekali .. (sering aku bernyanyi dan terus membayangkan wajah Fifi saat dia sedang karaoke barku) Gile deh, masih muda gini si Fifi Pandai mengisap senjataku Dia suka sekali lagi .. bukan setetes cairan cairku yang mencair dari mulutnya. Nah di film Bohongin tuh, yang sebagian besar sampai meleleh dengan baik karena si gadis tidak mau menelan protein yang kita keluarkan, atau mungkin dalam film tuh sperma meleleh karena sangat menyenangkan untuk menonton dan menyaksikan cairan mencair.
“Fiii … Aduh .. bagus banget …” kataku pelan. Ketat takut orang tua saya mendengarnya lagi. Gile loh .. ini tabu, pamali .. incest.
“Jon .. hadiah belum selesai .. ini foreplay baru untukmu …”
Hah ..! Gile bener .. apalagi ya?
“Elu basahin memekku dengan ciuman yang saya ajarin yah? Sementara saya membuat burung anda tegang lagi,” kata Fifi lalu berdiri dan membuka CD secepat kilat.
Lalu dia mengambil posisi ke-69 seperti gambar di internet yang saya lihat saat pasangan saling mengisap.
Begitu Fifi berada dalam posisi mengangkang dengan pahanya terbuka lebar, aroma femininnya langsung tercium olehku. Gile bener .. enak .. enak loh berbau harum khas feminin wanita, wah pantesan banyak foto orang lagi ismek dan jimek yah? Awalnya kujilati bagian pertama dari wanita kelima yang sudah terlihat basah, lalu setelah beberapa kali dijilat dengan ujung lidah ke badan lidah juga, bibir luar gelikanir Fifi warna kemerahan sedikit mulai terbuka dan melebar. Nah itu jangan lupa target bibir kita dengan warna pink mungil. Sebelumnya pastikan lagi deh, jilati lanjutkan dari batas feminitas terluar terendah di dekat perbatasan anus hingga ke arah klitorisnya, tentunya dengan menjalin lama tanpa gangguan, jeli tuh cewek yang kita jilat. Nah jadi berulang beberapa kali .. seru .. rasakan jus segar dari tubuh cewek seperti yang saya lakukan di Fifiku saya, jika rasanya jusnya mulai berkurang kurang asyik, ubah lagi dengan mengisap semua bibir luar yang melambai, baik mengulum dan Mengisapnya, teruskan dengan sedikit menjilat dan mengisap terus, jadi sisa jus dari tubuhnya dan sedikit tertinggal di lidah kita tetap kita bisa menikmatinya. Biasanya seorang gadis melihat ke depan dan menghasilkan lebih banyak jus alami ini dari dalam tubuhnya. Wow .. seru deh kalau normal untuk menikmati sama kita bisa lebih banyak bonus jus.
“Aaahh .. enak Jon .. lanjutkan .. lanjutkan ..” kata Fifi.
“Iya Fi .. blp .. aku juga slat .. slup .. slup .. dikaraokein elu itu .. slup ..” jawabku.
“Blp .. blp .. ehm .. blp .. blp ..” tidak jelas apa jawaban Fifi, jelas saya ingin menyimpan anugerah terus juga saya balas senang dong Fifi, biarlah adil.
Suka dan isep saya ulangi lagi. Kali ini saya menambahkan dengan momen baru, karena melihat gambar di internet (wah lihat gambar porno juga berguna kadangkala juga?). Aku mencoba memasukkan lidahku ke dalam hubungan intim Fifi dimana jus lezat keluar. Lubangnya masih terlihat sangat nafsuin. Tentunya terlihat empot-empire terbuka dengan gerakan merangsang nafsu saya. Karena batang laki-laki saya jauh, lidah yah yah praktis dong. Aku mendorong lidahku melewati lubang di lubang feminin adikku yang seksi, sementara sesekali memindahkan gerakannya dengan menjilati celah feminitas dan mengisap semua bibir bawah Fifi. Wow enak, untungnya Fifi telah memberikan kursus kilat bagaimana cara mencium dan kulum-kuluman.
Sulit untuk menggambarkan kesenangan yang saya dapatkan deh, bayangkan saja, kakak laki-laki saya adalah karaoke, sementara kujilati kewanitaannya.
“Jon .. saya pikir Anda siap menerima hadiah berikutnya,” kata Fifi yang bergegas bangkit dan berganti posisi, kali ini dia membungkuk di atas pinggang saya. Hehehe .. dia yang tidak tahan tuh. Kesenangan .. pasti aku akan bersetubuh dengan adikku yang cantik. Yang jelas adalah batang jantan saya tidak mengecilkan tuh. Alasan Fifi sendiri adalah membuat tetesan femininnya lebih basah dulu jadi kita senggama lebih mudah, daripada alasan membuat lelucon ngaceng saya lagi.
Dengan satu tangan memegang tanganku yang junior dan satu tangan membuka celah kewanitaannya, Fifi melihat ke bawah dengan sangat jelas sehingga tidak ketinggalan adegan intercourse pertama kami. Saya juga mengangkat kepala saya meski sudah disandarkan bantal tinggi. Gila terlihat sangat kelima bibir pub yang terbuka dan siap disusupi oleh batang berandan ngaceng berat saya. Si Fifi perlahan menurunkan pinggul dan yunior saya, helmnya menyentuh belahan dada feminin Fifi yang feminin. Semakin Fifi menurunkan pinggulnya, kemudi Junior mulai tidak terlihat dengan rasa mudah tumbuh.
Fifi yang tidak sabar begitu helm Junior menghilang dari tatapannya tepat di atas pinggulku, yah itu telah meruntuhkan seluruh tubuh Junior dan batang laki-lakiku lenyap dari pandangan.
“Aow … sakit Fi ..” Aku ingin berteriak, tiba-tiba jadi kulit kepala perutku tertarik oleh genggaman ketat dinding feminin Fifi. Rasakan gesekan dan tarik kulit itu loh.
“Shh .. jangan ribut .. saya juga sakit jin .. kurang pas ..” kata Fifi lalu dia menarik tangkai jantan saya dengan mengangkat pinggulnya lagi. Waw .. kesenangannya terasa tak terlukiskan deh. Jangan sampai semuanya habis, kali ini Fifi mengibaskan pinggulnya sedikit untuk menghaluskan pelumas atau arah yang benar, saya tidak tahu deh. Lalu dia menurunkannya perlahan lagi terlebih dahulu. Nah ini baru mantap .. Pas masuk. Sementara goyang Fifi kiri dan kanan dan kembali sedikit ke belakang, akhirnya tangkai laki-laki saya terbenam dalam kegembiraan kesenangan manula saya. Duh .. ujung batang jantanku tersentuh dengan baik? Jangan rahim kali
“Oohhh .. Joni sayang ..” kakakku Fifi diam tidak lagi menggerakkan tunggulnya tapi bagian atas tubuhnya terjatuh di atasku. Dada lebatnya berisi, terletak di dadaku, dan wajahnya sangat dekat dengan wajahku.
“Fi .. saya bisa menggosok tubuh anda bukan?” Tanyaku, takut melanggar janjinya. Dia tersenyum dan mengangguk, dan bergegas masuk ke cipok. Keras! Bibirku macet karena mereka menciumnya dengan sedotan. Tak heran buat kejadian itu, dia berciuman lagi kali ini bibirku dilumatnya dan bibir kamipun lagi.
Aku sadar ujung junior menyentuh sesuatu di dalam.
“Fi .. bisakah kamu hamil nih?” Tanyaku dengan nada cemas. Lah iya .. saat gila menghamili saudaranya sendiri, bersetubuh dengan saudara kandung sendiri adalah tindakan gila. Apalagi sampai hamil.
“Tenang Jon .. saya baru saja selesai haid saya pagi ini yang baru bersih ..”
Hah? Aku yang melongo .. pantesan tentu saja dia sakit saat kita baru bersatu sebelum berlumpur sejak kujilati menggali kewanitaan.
“Fi .. kamu belum perawan sejak kapan ya?” Saya bertanya.
“Eh .. nakal yah tanya .. gak usah bilang deh .. nikmati saja joni sayang ..” kata si Fifi, sudah nih. Tapi saya melihat dia sedih tuh karena saya bertanya tentang hal itu. Kami diam. Fifi terus berdiam diri saat beristirahat bersamaku tanpa bergerak dengan memiringkan kepalanya ke wajahku. Hidung kami tersentuh Saya menikmati momen ini. Saat-saat indah bersatu dengan kakak perempuanku. Hidungnya yang halus menyapu wajahku dengan embusan udara segar. (Wah jangan sampai mulut kumur dengan cairan close up dulu ya) Tanganku menggosok punggungnya yang halus tapi agak berkeringat karena saya menahannya dalam keadaan lembab. Mungkin posisinya tidak bagus, Fifi menggerakkan bagian bawah tubuhnya sedikit. Wow .. sensasi di dalam lubang dimana kita bersatu itu enak sekali.
“Fifi adikku sayang, ngapain lagi ya sekarang ..” tanyaku bingung. Baik tanpa menjawab dia bangkit dari bawah tubuhku. Kali ini dia benar-benar duduk di pinggangku. Wow payudara mantap merah karena terlihat lebih cantik. Puttingnya juga ngaceng banget lagi, tajam.
“Nikmat Jon, jangan pindahkan pinggulnya ..” kata si Fifi.
“Ok boss ..” Lalu mulailah gerakan Fifi. Mula-mula gerakan itu hanya mengajumundurkan pinggul saja sehingga batang saya yang sangat terbenam tidak keluar sama sekali, tapi di dalamnya ada. Wow .. usahakan deh sendiri komentar saya. Jika saya katakan bagus untuk tidak mempercayainya. Intinya sulit untuk dijelaskan. Ujung kepala Junior terutama helm junior yang menikmati gesekan gesekan di rongga kita, nampaknya menyentuh sesuatu yang agak kenyal? Seperti ada dodol bola deh di sana. Apakah itu rahim? Kepala Junior mengepung dan menyorongkan dodol bola. Gile bener .. sensasi yang ditimbulkan luar biasa enaknya, beneran loh aku terasa banget dan yakin, lubang kecil di helm si junior menyentuh dan disentuh sesuatu di dalamnya sana.
“Oohhh Jon ..”
“Ya .. Fi ..”
“Oohhh Jon .. sayang ..”
“Ya .. Fifi sayang ..”
“Jon .. aaahh ..”
“Ya Fifi kakakku tercinta .. eugh ..”
“Oohhh Jon .. sayang .. enak kok .. kamu enak apa?”
“Ya Fifi sayang … wah nikmatu aaah .. enak Fi ..”
“Pegang dan remas-remas tetekku dong Jon ..” kata si Fifi dengan manja.
“Wah tetek kamu mantap banget Fi .. pas susunya .. kenceng lagi ..” jawab jujur ​​dariku keluar deh.
“Oohhh Jon … terus Jon .. lebih kuat remasnya ..”
“Ya Fi .. lebih enak?”
“Ooohh Jon .. terus Jon .. putingnya juga ..”
“Oohhh .. aahhh joniii ..”
“Eh Fi .. jangan kenceng-kenceng ..” kataku khawatir juga, habis makin lama kenceng saja desahan dan suara Fifi yang keluar dari bibir seksi-nya itu.
Kali ini Fifi menunduk deh jadinya, mulutnya mencium mulutku lagi, nah suaranya kan cuma nafas doang tuh. Wah ada yang seru lagi Kali ini Fifi mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Gila, rasanya gesekan batang kejantananku pada dinding liang kewanitaan Fifi yang menggenggam erat itu loh. Waw .. enak gila .. lebih enak dari Frozz deh. Sensasi yang di timbulkan sampai naik kepalaku, buktinya waktu melewati leher dan mulut nafasku semakin menderu-deru. Terbukti dong mau enak .. asyik loh.
Cukup lama juga Fifi lakukan olahraga turun naik di atas pinggangku, pasti dia capek juga, habis biarpun AC kamarku dingin punggungnya keringatan tuh. Tanganku sampai basah telapaknya waktu mengusap-usap terus dari tadi. Tiba-tiba saja Fifi menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan bikin keras menghujam kearah batang kejantananku, bikin mantap deh tusukan-tusukannya. Lalu lidahku disedot kuat-kuat dan dia roboh lemas setelah tegang-tegang dikit sebelumnya. Wah …. Ini orgasme kali yah Kok aku kaga ngecret sih kata siapa orgasmenya cewek dan cowok mesti barengan?
Aku iseng ah, walau tidak disuruh kugoyang pinggulku menyodok naik dikit. Habis si Fifi sih sih, dulu lagi asyik menggoyangkan pinggulnya.
“Oohhh Joni .. sayang .. nakal yah .. tapi enak Jon .. apa kok .. iya terus Jon .. kamu enak yang?”
“Ya .. Fifiku sayang .. kamu sudah orgasme yah .. wah licin nih Fi jadinya tapi nikmat juga kok aaah .. enak Fi .. ganteng sekali ..”
“Iya Jon .. tadi aku mencapai surga tuh .. lidah elu gak kegigit kan?” Tanya si Fifi. Wah dia tidak sadar tadi menyedot kuat-kuat lidahku, dan dugaanku dia mencapai orgasme ternyata benar. Wah untung tidak digigit ya lidahku. Kalau tidak saat dia lupa gitu salah-salah aku jadi si bisu Joni lagi hehehe… habis lidahnya putus.
“Jon.. biar elu lebih menikmati hadiahnya, ganti posisi yah?” tawar si Fifi padaku. Asyik.. doggy style boleh aku praktikkan nih.
“Gaya nungging yah Fi?”
“Elu mau gaya begitu?”
“Iya Fi.. kayak di foto dalam internet.”
“Hayo deh berhubung ini hadiah..”
Kamipun berganti gaya jadi doggy style. Cuma sebentar saja, walaupun seru aku melihat Fifi dari belakangnya, dengan kulit punggung mulus walau berkeringat, pinggangnya yang ramping dan buah pantatnya yang besar jelas pemandangan indah tersendiri. Tapi.. ada yang bikin gaya ini jadi sebentar. Setiap kali kusodok maju batang kejantananku semakin ke dalam rongga liang kewanitaan si Fifi, dia seperti tersendak kesakitan.
“Kamu nggak enak yah Fi?” tanyaku pelan-pelan takut menyakiti kakak tersayangku.
“Nggak pa-pa, terusin saja, yang penting kamu senang..” jawab Fifi, weleh-weleh.. baru dua sodokan lagi reaksinya sama saja, kesakitan. Wah aku tidak mau jadi adik tidak berbudi. Dikasih hadiah sangat nikmat begini masak dengan tega menyakiti kakak tersayang sih?
“Fi.. ganti gaya lagi deh.. gaya apalagi yang kamu mau dan kamu anggap akan menyenangkan Joni?”
“Oh.. Joni sayang.. aku bener-bener sayang sama elu Jon..” kata Fifi begitu mengakhiri persetubuhan kami dan berbalik menghadap dan memelukku dengan erat. Lagi-lagi aku di cium olehnya, kali ini sebentar saja lalu dia mengambil posisi persis di tengah ranjang dan mengangkang lebar-lebar, dengkulnya ditekuk naik sampai dekat kepalanya.
Wah.. ini posisi surga bagiku. Gile bener.. melihatnya saja si Junior terkejut. Bibir luar liang kewanitaan Fifi otomatis merekah (karena indahnya bentuk bibir itu kadang-kadang ada yang mengumpamakan sebagai bunga yang merekah) bibir dalamnya yang berwarna pink dan tidak kalah sexy-nya di mataku ikutan merekah juga, membuka gerbang surganya yang berupa lubang hitam menantang untuk ditutupi oleh batang kejantananku.
Aku dengan masih berlutut bergerak mendekati pintu surga itu, dan dengan posisi sedikit berlutut itulah kutempelkan juniorku di pintu surga yang gelap itu. Kugesek sedikit seperti dalam BF lalu karena memang masih becek-becek dikit yah lancar saja kucelupin si junior dan batang kejantananku itu semuanya. Waw.. gesekan dinding liang kewanitaan kakakku ini masih saja mantap dan kesat, seret juga malah.
“Aahhh..” si Fifi malah yang bersuara.
“Enak Fi?”
“Iya gerakin keluar masuk dong Jon..”
Aku menurut deh, kugerakkan pelan-pelan saja. Tips; gerakkan ini sebaiknya divariasikan antara gerakan menusuk dengan seluruh tubuh dan gerakan menusuk menggunakan pinggul saja. Dengan gerakan pinggul saja tusukan batang kejantanan kita semakin dalam loh! dan semakin membuat cewek kita keenakan. Kata salah seorang teman cewekku sih, membawa cewek tembus surga ke-7. Apalagi dengan tusukan perlahan-lahan tapi mantap. Gocekan kiri kanan saat menusuk sebaiknya memang melingkari dodol bola di dalam sana, alias memoles seluruh permukaan bola dodol itu. Waw.. gocekan begini selain kitanya enak juga, kujamin, cewek normal akan segera mencapai orgasme dengan cukup cepat. Asal jangan lonte saja deh yang sudah kecapekan melayani langganan (dulu-dulu juga hooker high class senang sama aku gara-gara mereka ngakunya mencapai orgasme dengan teknikku ini, maklum si Joni pantang mencapai orgasme dibawah 1/2 jam, biasanya malah lebih 1 jam, yang penting mengatur pernafasan dan pikiran kita).
Memang tidak lama berlangsung, si Fifi kakak tersayangku ini buru-buru melebarkan kakinya lagi dan tangannya buru-buru meraih leherku untuk diciumi lagi. Gila ciumannya buas sekali, cepat dan srobotan terus. Pokoknya ciuman buas yah begitulah kali. Tiba-tiba saja aku yang tetap mengatur enak-enak tusukan mantap dalam persetubuhan kami terkaget lagi. Bibirku disedot keras lagi. Kali ini karena aku tahu bahwa si Fifi mungkin mencapai orgasme. Aku siaga, sengaja mulutku makin merapat, menjaga giginya kalau-kalau menggigit. Berhasil.. tidak kena gigit.
“Oohhh Jon.. sayang.. enak sekali.. ooohh Jonii.. sss.. kamu enak Yang?”
“Ya.. Fifi sayang.. aahhh.. nikmat sekali Fi.. aaah.. enak Fi..”
“Gila Jon.. elu belum mau keluar lagi yah?” tanya si Fifi setelah agak reda capeknya.
“Adik siapa dulu dong?” wah sempat-sempatnya kami yang sedang bercumbu begitu bercanda juga. Tuh hidungku dipencet si Fifi yang masih dalam posisi mengangkang heboh dan kutusuk, eh pompa deh.
“Enak nggak Jon hadiahku?”
“Bukan enak lagi Fi.. indah dan bagus sekali.. aku nggak mungkin bisa membalas hadiah seperti ini..” jawabku.
“Ah Joni.. Joni.. adikku sayang.. kalau bukan adikku.. aku mau aja deh pacaran sama elu Jon..”
“Loh memangnya sekarang kagak bisa apa?”
Akhirnya sambil bercinta dengan hot terus sebelum aku ngecret lagi kami ngobrol-ngobrol sedikit.
Aku tidak menyinggung soal keperawanan dan pacarnya sekarang. Dia cuma cerita batang kejantananku adalah yang terpanjang dan terbesar yang pernah dia rasakan, padahal dia baru mencoba 2 batang kejantanan selain punyaku.
“Fi.. gara-gara cerita ngesek dan soal batang kejantananku yang super menurut elu, kayaknya aku mau keluar lagi nih..”
“Aahhh.. Joni.. Sayang.. jangan takut.. aku sayang banget sama elo Jon.. silakan saja keluarkan di dalam rahimku Jon.. jangan khawatirkan apa-apa..” kata si Fifi sambil mengusap-usap perutku segala sekaligus mengusap-usap wajahku. Ah mana tahan aku melihat wajah manisnya yang cantik dan tersenyum terus melihatku. Kupompa semakin cepat dikit deh dan dalam-dalam setiap tusukannya.
“Oohhh.. oh.. ah.. ahhh.. heh.. heh.. eh.. eh..” begitulah suara kami berdua akhirnya gara-gara aku mempercepat irama persetubuhan kami. “Jonn.. aku keluar lagi nih.. aaahh Joniii…” Wah tampang sexy si Fifi saat mencapai Orgasmenya yang ketiga kali ini tidak bisa kutahan lagi deh, apalagi wajahnya yang memerah berusaha tetap tersenyum senang dan tidak memejamkan matanya tapi melihat ke dalam mataku. Wah.. sudah nyobain belum bersetubuh sampai ceweknya mencapai orgasme tapi tidak merem tuh cewek, nah tampangnya cewek begitu menurutku adalah tercantik darinya. Dan biasanya nikmat melihat wajah cewek saat mencapai orgasme, sepertinya lebih enak dari orgasme itu sendiri bagiku. Makanya hobiku bikin orgasme cewek, bukannya aku orgasme duluan, tidak sedikit kok aku malah tidak orgasme saat bersatu dengan cewek. Sweer.. mula-mula kupikir aku impoten, tetapi ternyata sebagian cewek bilang malah aku terlalu perkasa urusan ranjang dan senggama begitu, Well nggak tahu deh, walaupun hobby bercinta, kupikir tidak perlu setiap bersenggama kita mengeluarkan sperma dong?
“Cret.. cret.. cret..” entah berapa kali saat ini aku ngecretnya. Yang jelas cairan hangatku menembak bola dodol dalam medan tempur kami berdua. Wah saat terkejut, begitu kenikmatannya sukar dilukiskan juga loh. Aku sampai roboh kecapaian dalam pelukan si Fifi yang masih ngangkang terus.
“Oohhh Fifi sayang..”
“Yah.. Joni adikku sayang..”
“Hadiah kamu tak ternilai Fi..”
Malam itu kami tidur seranjang. Bohong besar kalau aku cerita senggama sampai pagi. Aku kecapaian kok. Sepertinya waktu baru berbaring sama-sama sebelum tidur, karena kami sama-sama capek untuk matiin lampu, aku melihat hari sudah pukul 3 pagi.
Dalam ngobrol-ngobrol sebelum pulas, sepertinya si Fifi cerita, perawannya hilang waktu SMA kelas 2, saat pergi ke luar kota barengan kakak kelas lalu sekarang ini sehabis menikmati dan tahu si Fifi tidak perawan lagi, pacarnya yang di kampus mulai menjauhinya, jadi dia kosong tuh saat ini, belum ketemu cowok yang sreg.
Dan sebelum pulas kami juga berandai-andai, siapa tahu saja bisa sama-sama terus setiap malam minggu pergi barengan saja. Soal tidur malam sih, sepertinya pintu penghubung antar kamar kami mesti dicari kuncinya tuh, maklum sudah lama tidak pernah dibuka.

Post Terkait