cerita bokep

Diperkosa Papa Kandung Sendiri

Kali ini menceritakan pengalaman Skandal sex sedarah dari seorang wanita bernama Devi (nama samaran). Berawal dari Papa Devi yang mabuk berat, saat itu Devi yang sedang tidur terlelap dikagetkan oleh sesosok Pria yang meraba selangkangannya. Setelah tersadar ternyata yang menggerayangi selangkanya adalah Papa kandungnya sendiri. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini

Perkenalkan nama saya adalah Devi (nama samaran), sebagai seorang gadis, saya memiliki postur tubuh yang cukup proposional. Saya mempunyai tinggi badan 171 cm dengan berat 58 kg. Kata orangorang disekitar, banyak yang bilang kalau saya bohay, sexy dan dan menggairahkan. Ditambah lagi payudara saya juga lumayan besar, hal itu terbukti dari ukuran Bra saya yang ukuranya 34 C.

Di usia saya yag ke 25 tahun ini, bisa dibilang saya sudah menjadi seorang wanita yang cukup matang. Namun sampai saat ini saya belum berminat untuk married. Oh iya, saya saat ini bekerja di sebuah perusahaan milik Papa saya sendiri yang letaknya Jakarta. Kirakira aku bekerja diperusahaan Papa saya sekitar dua tahun, dan posisi saya saat itu adalah sebagai general manager.

Disini saya akan meneritakan tentang skandal sex saya dengan Papa kandung saya sendiri. Berawal dari 6 tahun yang lalu, ketika saat itu saya masih semester 3, dan semuanya ini terjadi karena kehidupan keluarga saya yang bisa dibilang berantakan. Papa saya adalah seorang pengusaha yang sukses, dia memiliki perusahaan yang bergerak di bidang property dan perusahaanya cukup terkenal di Indonesia.

Baca Juga: Petualangan Sex Dengan Tante Gatel Dan Anak Nya

ML Dengan Anak Sendiri Papa saya adalah tipe orang yang gila kerja, namun Papa saya juga gila wanita, dengan apa yang dimilikinya Papa saya memiliki banyak sekali wanita simpanan.

Bunda saya adalah seorang anggota partai besar yang selalu sibuk dengan kegiatan sosialnya. Sering sekali saya memergoki Bunda sedang asyik bermesraan di handphonenya dengan Pria lain

Ketika itu tanpa sengaa saya pernah membaca sms di handphone Bunda, yang sat itu tertulis katakata mesum dari priapria simpanannya. Karena melihat kelakuan Bunda tidak benar, saypun mulai menyelidiki priapria simpanan Bunda itu. Setelah aku menyelidikinya ternyata pripria simpanan Bunda adalah seorang gigolo yang umurnya setara dengan saya.

Saat itu hatikupun merasa kecewa pada kedua orang tua saya , dan hatiku berkata, mengapa kehidupan keluarga saya sangat berantakan. Singkat cerita pada suatu malam, ketika saya tertidur lelap didalam kamar, tibatiba saya merasakan ada yang menggerayangi tubuh saya . Pada awalnya saya merasa seperti ada binatang yang merayap dari ujung rambut sampai ujung kaki saya.

Tetapi setelah kurasarasakan, yang awalnya aku kira adalah serangga, tibatiba geranyangan itu berhenti di sekitar selangkanganku. Saat itu keadaan saya antara sadar dan tidak sadar. Sampai pada akhirnya saya pun membuka mata saya , dan setelah terbuka mata, saya kaget seklai dengan apa yang sedang saya lihat. Saat itu saya melihat ternyata Papa yang saat itu sudah telanjang bulat sedang mengeluselus celana dalam saya dan tangan kanannya sedang mengocok Torpedo (Penis)nya sendiri. Seketika itu juga saya berteriak dan berkata,

Papa !!! apa yang Papa lakukan padaku, Papa sudah gila ya, anak sendiri mau di sikat ? , ucap saya menegur Papa .

Kamu tenang aja Sayang, dan kamu jangan berteriak nanti malah semua orang bangun , ucap Papaku.

Saat itu sambil saya membereskan dasterku yang sudah berantakan, saat itu Papa saya masih terus mengocok Torpedo (Penis)nya yang besar dan berurat itu. Lalu Papa berkata lagi,

Ayo puaskan Papa Sayang sudah lama Papa melihat pertumbuhan tubuh kamu hari demi hari semakin sexy saja , ucap Papa saya.

Mendengar ucapan Papa, saat itu saya pun syok berat. Aku tidak menyangka Papaku sampai hati ingin menikmati tubuh anak kandungnya sendiri. Saat itu saya pun secara reflek juga mulai melirik ke arah Torpedo (Penis) Papa yang menurutku sangat besar sekali. Aku membandingkan Torpedo (Penis) Papa dengan para pacarku, sungguh Torpedo (Penis) Papa jauh lebih besar dan panjang dibandingkan mereka.

Terus terang saya juga belum pernah merasakan apa yang namanya ML, hubungan saya dengan pacarku selama ini, paling jauh adalah sekedar pegangpegang alat kelamin saja dan tidak lebih dari itu. Karena saya sangat tsaya t untuk melakukan halhal yang saya anggap tabu , maklum usia saya masih 19 tahun waktu itu. Ketika itu lalu Papa mulai melanjutkan untuk merabaraba saya lagi,

Ayo Sayang jangan takut, buka daster kamu dong !!! , pinta Papa..

Nggak Pah, Devi nggak mau seharusnya Papa tidak berbuat seperti ini. Akukan anak kandung Papa sendiri. Ingat Pah aku ini darah daging Papa !!!, ucap saya berusaha menyadarkan Papa saya.

Saat itu akupun mencium aroma minuman keras dari mulut Papa, bau alkohol begitu kencangnya sehingga rasanya kamarku di penuhi aroma itu. Saat itu saya pun tahu kalau Papa saya sedang mabuk berat dan dipenuhi oleh nafsu birahi yang tak terbendung lagi.

Papa kan bisa melakukannya dengan Bunda atau wanitawanita lain yang bisa Papa bayar , ucap saya

Ah Bunda kamu sudah tidak perduli dengan Papa, dan Papa juga sodah bosan dengan wanitawanita bayaran itu, Papa malam ini ingin menikmati tubuh kamu Sayang , jawab Papa.

Antara bingung dan marah (namun dalam hatiku kagum melihat Torpedo (Penis) sebesar itu) saya pun tidak tahu harus berbuat apa saya pun berkata

nanti kalau ketahuan Bunda atau orang lain bagaimana ? , ucapku.

Bodo amat lah, Papa tidak perduli dengan mereka semua , ucap Papa.

Sambil tangan nya yang kekar itu menarik tubuhku, Papa mulai mencium bibirku dengan nafsu yang sudah membakarnya, dirobeknya daster ku hingga tubuhku hanya dibalut BH dan celana dalam saja. Saya pun tak kuasa melawan tenaga Papa saya yang begitu besar, walaupun saya sudah mencoba, namun sia saja, Papa saya malahan tambah liar karena melihatku merontaronta.

Saya pun hanya bisa pasrah dan menangis saat Papa menarik bra dan celana dalam saya, hingga sekarang tubuhku benarbenar telanjang bulat. Papa pun mulai menjilat jilat puting payudara saya, sambil tangannya memainkan vagina saya . Dari yang tadinya saya meronta ronta, sekarang sedikit demi sedikit saya mulai menikmati permainan Papa.

Ssssss Aghhhhh terus Pah, enak Pah Ouhhhhh , desahku.

Saya pun mulai di kuasai oleh birahi perlahan menjalari tubuhku. Sementara Papa dengan rakusnya mulai menjilati liang senggama, dan sesekali menghisaphisap clitoris saya . Karena hal itu terasa nikmat tangan saya pun mulai mencaricari torpedo Papa. Setelah menemukanya, tangan saya mulai mengocok secara perlahan untuk mengimbangi serangan Papa saat itu.

Karena ukuran Torpedo (Penis) Papa big size, sampaisampai tangan saya tidak mencakup untuk menggenggam torpedo Papa,

Iya Sayang, terusin kocokan kamu Ouhhhhh , kata Papa.

Pada akhirnya Papa pun mengakhiri jilatanjilatannya dan kaki saya pun mulai ditariknya. Setelah itu dengan posisi berjongkok Papa pun memegang batang Torpedo (Penis)nya, lalu mengarahkan Torpedo (Penis)nya ke liang senggama saya . Sebelum Papa memasukan kejantanannya aku berkata,

Papa, kalau nanti Devi bunting bagaimana Pahj??? , ucap saya.

Udah kamu nggak usah khawatir, nanti kalau sampai bunting kita gugurin aja Sayang yaaa , ucap Papa dengan santainya.

Iya Pah, tapi pelanpelan ya Papa masukin titit (Penis)nya, soalnya Devi belum bernah ML sebelumnya , ucap saya .

Iya Sayang, ini juga pelanpelan kog Sayang , ucap Papa.

Kemudian Papa pun mulai menempelkan Torpedo (Penis)nya di bibir liang senggama saya , dan,

Aghhhh Aowww sakit Pah , rintih saya kesakitan.

Tahan dulu ya Sayang, sakitnya cuma sebentar kok Sayang, abis itu pasti enak banget deh , ucap Papa menenangkan saya.

Lalu Papa pun mencoba memasukan lagi kejantanannya, dan

Zlebbbbbbb, masuklah semua batang kejantanan Papa didalam liang senggama saya . Seketika itu aku berteriak,

Aowwww sa sa sakit sekali Papa. Hu huhu huhuhu, teriak kesakitan saya

Teriakan saya saat itukencang sekali, karena sangat sakit saya tidak perduli ketika itu ada yang mendengar atau tidak. Papa pun mulai menggenjot liang senggama saya . Lamakelamaan saya pun tidak merasakan sakit lagi, kini yang saya rasakan hanya kenikmatan yang tiada tara dan saya merasa Torpedo (Penis) Papa memenuhi seluruh rongga rahim saya.

Saya pun mulai mengikuti ritme goyangan Papa dengan cara mulai menggoyangkan pantat ku ke kiri dan ke kanan,

Ssss Aghhhhh Enak sekali Pah, Ouhhhh Yeahhh , desahku

Ssss Aghhhh Iya Sayang, terus goyangin pantat kamu Sayang Oughhhh , ucap Papa sembari terus menyodok Liang senggama saya .

Saat itu mulut Papa mengkulum puting susuku, dan sesekali beliau menjambak rambutku. Karena perbutanya itu, saya pun semakin panas dan terbakar oleh birahi yang berapiapi itu. Sampaisampai saat itu saya lupa jika Pria yang sedang bersetubuh dengan saya adalah Papa kandung saya . Lalu,

Papa, Devi pingin di atas nih, boleh yaaa , pintaku pada Papa.

Iya Sayang, pokoknya Papa nurut aja deh, jawab Papa sembari menghentikan aksinya lalu berbaring di samping saya .

Saya pun mulai menaiki tubuh Papa saya yang sudah basah oleh keringat kami berdua. Dan saya mulai mengarahkan torpedo Papa ke liang senggama saya ,

Zlebbbbbbbb ouhhhh Sssss Aghhhhhhh , desah saya .

Pada akhirnya seluruh Torpedo (Penis) Papa terbenam ke dalam liang senggama yang masih rapat itu. Lamakelamaan saya sudah tidak merasakan sakit lagi, tidak seperti tadi ketika pertama kali Papa tadi menusukkan Torpedo (Penis)nya dalam Liang senggama saya . Lalu Saya pun mulai naik turun dan bergoyang ke kiri dan ke kanan, sembari kedua payudara saya diremas oleh Papa.

Saat itu aksi goangan maut saya pun semakin tidak beraturan dan bibirku meracau hebat. Sampai pada akhirnya ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam liang senggama saya ,

Papa, Aghhhhhh Devi udah nggak kuat lagi nih Ouhhhh Yeahhh , ucap saya mulai tidak tahan.

Sambung saya lagi,

Devi udah basah banget ni Pah, Ouhhhh Devi mau keluar nih Ssss Aghhhhh , ucap saya mulai tidak tahan lagi.

Ketika itu Papa saya semakin gencar saja menghujam Liang senggama saya dengan Torpedonya. Permainan Sex kami semakin cepat dan makin cepat lagi,

Tahan dulu Sayang, kita keluaran samasama ya Sayang sebentar lagi Papa juga mau keluar nih Ssss Ouhhhh !!! , Pinta Papa.

Saat itu saya tidak menjawab Papa, namun saya hanya menggangguk pertanda saya mengiyakan permintaan Papa tercinta saya ,

Aghhhhh Aghhhhh Ouhhhh yeahhh , desah saya .

Ayoo Sayang, Papa mau keluar nih, Ouhhhhh, ucap Papa menuju puncaknya.

Dan tak lama kemudian, Crottt Crottt Crottt Crottt .

Devi juga mau keluar nih Pah Ssss Aghhhhh , ucap menuju klimaks saya .

Tidak lama setelah itu saya pun mendapatkan Klimaksku dengan nikmatnya,

Syurrr Syurrr Syurrr Ouhhhhhhhh Yeahhhhhh .

Papa langsung membalikkan tubuhku dan menekan Torpedo (Penis)nya sambil mendekap tubuhku sekuat tenaga, begitu pun saya membalas memeluk tubuh Papa, sampai saya merasa melayang di awangawang. Tak terasa sudah 35 menit berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 3 lewat 10 menit, kami bertempur dengan hebatnya, sehingga ranjangku pun basah oleh peluh kami.

Papa tidak menyaangka kamu bisa sehebat ini Sayang , kata Papa.

Makasih Papa, tapi tadi Papa udah jahat sama Devi , masak Devi tadi mau diperkosa Papa , ucapku mengeluh.

Iya Sayang, Maafin Papa yaaaa , ucap maaf Papa.

Iya Papa, Devi Maafin. Tapi ada syaratnya Pah, Papa harus janji, kalau Devi mau apa aja Papa harus turutin apa yang Devi minta , ucap saya .

Iyaiya Papa janji deh, pokoknya apa yang Devi minta bakalan Papa beliin deh Sayang , ucap Papa.

Makasih ya Papa Sayang emuaachhh, ucpku sembari mengecup bibir Papa.

Selasainya sedikit percakapan kami setelah berhubungan sex, kemudian Papa pun mengecup kening, lalu beranjak keluar dari kamar saya . Setalah itu saya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dengan siraman air hangat yang membuat saya sangat relaxs. Semenjak kejadian itu saya dan Papa selalu mengulangi perbuatan ini kapan saja dan dimana saja selama ada kesempatan.

Terkadang kami melakukan di hotel, rumah, mobil, bahkan bisa jadi kami melakukan di ruang kerja Papa ataupun di ruang kerja saya. Kamipun sampai saat ini masih tetap melakukan hubungan skandal sex, dan sampai hari ini, skandal sex sedarah ini tidak ada seorangpun yang mengetahui perbuatan kami ini termasuk Bunda.Mungkin Bunda sibuk dengan para gigologigolonya.

Tapi aku merasa bahwa Bunda sudah tahu, tapi walaupu Bunda tahu, dia tidak mau ambil pusing dengan skandal sex sedarah kami. Entah sampai kapan aib ini akan kami jalani, semoga kami segera diberi kesadaran untuk berhenti melakuka skandal sex terlarang ini.

Post Terkait