cerita bokep

Cersex Tugas Sebagai Pembantu Melayani Kebutuhan Sex Majikan

Cerita dewasa yang kupikir sangat sulit untuk kulupakan. Kejadiannya 2 tahun yang lalu. Saat itu aku memang masih gadis desa yang baru saja ke kota. Kota yang menjadi tujuanku adalah Cianjur. Kota yang memang belum terlalu berkembang, namun kupikir aku akan betah. Aku tak tentu tujuan, tapi akhirnya aku memilih menjadi seorang pembantu rumah tangga. Kudapatkan pekerjaan itu di sebuah rumah yang memang tidak terlalu besar. Majikanku itu memang sudah menikah dan punya anak.

Ia berprofesi sebagai seorang guru olahraga di SD. Tapi mungkin karena rumah yang ditempati mereka bertiga kurang besar, ditambah lagi ibu majikanku itu sudah tua, maka istri dan anaknya yang masih kecil itu tinggal di rumah terpisah bersama ibu majikanku. Aku berhasil mendapat pekerjaan ini memang karena bagaimana pun seorang pria tentu sulit merawat rumah sendirian, karena istrinya itu memang jarang datang berkunjung (entah bagaimana kehidupan seks mereka itu).

Singkat cerita dewasa nya inilah awal perkenalanku:
Aku melangkah masuk ke rumah itu. Bu Titin, mempersilakanku masuk. Ia tampaknya setuju jika aku bekerja di rumah suaminya itu. Setelah berbincang beberapa saat, suaminya pulang. Dan saat itulah aku melihat suami Bu Titin. Dia pun melihat ke arahku. Oh Tuhan, suaminya benarbenar tampan dan seksi. Mungkin karena ia adalah seorang guru olahraga. Pantas saja ia menjaga bentuk tubuhnya itu.

Tin, siapa dia? Pembantu buatku yang baru ya?
Iya, Mas. Aku bingung caricari, eh akhirnya ketemu juga, kata Bu Titin.
Lastri, perkenalkan ini suamiku, Yayan.
Lastri Pak, kataku malumalu.
Aku benarbenar terpesona oleh penampilannya itu. Ditambah lagi saat itu dia seperti mandi keringat. Benarbenar bau kejantanannya membuatku bergairah.
Yayan, katanya sambil menjulurkan tangannya yang kekar itu padaku.

Singkatnya, aku telah 2 minggu bekerja di rumah Mas Yayan. Aku benarbenar bahagia bisa menjadi pembantu Mas Yayan. Ia tipe pria idamanku. Aku pun merasa beruntung pula karena Bu Titin memang tidak pernah tinggal satu rumah bersama Mas Yayan seperti yang sudah kutuliskan tadi. Palingpaling hari Sabtu Bu Titin datang berkunjung dengan anaknya. Setelah itu pulang lagi. Jika Mas Yayan sudah berangkat, aku sering masuk ke kamarnya.

Kuperhatikan selama ini, ia selalu memakai bajubaju ketat dan celana pendek yang super ketat yang sangat seksi menonjolkan otototot tubuhnya. Aku ingin tahu, apakah bajubaju seperti itu yang menjadi kegemarannya, soalnya setiap kali bajunya kucuci, aku cuma mencuci bajubaju seperti itu. Dan benarlah, semua jenis bajunya memang seperti itu. Kadangkadang aku juga sering melihat album fotonya, dan ya ampun! ada sebuah album foto yang disimpannya di bawah tempat tidur.

Cerita Dewasa Album itu kutemukan tak sengaja waktu aku hendak mengganti sepreinya. Kurasa album itu dirahasiakan olehnya, soalnya fotofotonya benarbenar super erotis. Bagaimana tidak, ia berpose bertelanjang bulat tanpa memakai pakaian sehelai pun di setiap fotofotonya. Langsung saja gairahku memuncak melihatnya. Oh Mas Yayan, aku ingin sekali melihatmu bukan hanya di foto seperti ini!

Setiap kali mencuci bajunya, aku tak langsung mencucinya. Kadang kudekap rapatrapat baju dan celananya itu. Apalagi yang basah karena keringatnya. Oh benarbenar jantan. Lalu celana dalamnya pun sering kucium dan kujilati. Kadang jika beruntung, kutemukan bulubulu kemaluannya tertinggal di celana dalamnya.

Tiba suatu hari, datanglah keberuntunganku. Mas Yayan waktu itu pulang agak sore. Ia memakai kaos ketat berwarna putih yang benarbenar seksi ditambah celana street yang memperlihatkan pahanya yang kekar dan berbulu itu.

Darimana Mas? tanyaku.
Oh aku dari tempat fitness, katanya sambil masuk ke kamar tidurnya.
Ehm.. pantas aja Mas badannya sangat bagus, kataku malumalu.
Mas Yayan terdiam sejenak. Lantas ia memandangku.
Memangnya kamu senang melihat tubuhku ini?
Ya tentu Mas. Sejak pertama kali kita kenalan, aku langsung mengagumi Mas, kataku mantap.
Kalau boleh aku tahu, bagian mana dari tubuhku yang kamu suka, Lastri?
Aku suka lengan Mas yang kekar dan dada Mas yang bidang. Aku kadang suka jengah loh Mas kalau melihat Mas melepas pakaian Mas. Kadang aku ingin sekali menyentuhnya. Maaf Mas kalau aku lancang.
Ia tersenyum, Wah nggak nyangka, aku punya pengagum.
Mas kelihatannya lelah. Boleh aku pijetin?
Boleh, kamu pijetin aku sambil nonton film asyik.

Ia pun segera mengambil sebuah VCD dan menyalakan TV. Lalu ia memasangnya. Tak berapa lama, di layar muncul film erotis. Oh aku makin bergairah. Ia tersenyum lagi memandangku. Ayo kamu naik ke tempat tidurku. Pijati badanku yang pegalpegal ini. Aku benarbenar menikmati sensasi itu. Sambil tanganku memegangmegang tubuh pria yang selama ini jadi obsesiku, aku nonton film seperti itu. Terus terang aku baru pertama kali melihat film yang begituan.

Setelah film selesai, Mas Yayan mematikan televisi. Ia lantas berkata,
Kamu benar benar cantik. Terus terang aku ingin sekali kita bisa seperti ini sejak kita ketemu.
Ah Mas bisa aja.
Lantas Mas Yayan menarik kaos ketat yang membungkus rapat tubuhnya itu. Dan terlihatlah oleh mataku, tubuh seksi berotot dan berkeringat yang selama ini aku impikan.

Oh, desahku.
Gimana? Kalau mau pegang, pegang aja.
Langsung saja kupegang lenganlengannya yang kekar itu. Dadanya yang bidang dan perutnya yang seksi. Mataku langsung tertuju kepada puting susunya. Berbulu sangat lebat sekali, membuatku makin dan makin bergairah.
Ah.. ah.. katanya begitu kupegang dadanya itu.
Lastri, aku.. aku.. sudah lama tidak merasakan seperti ini bersama istriku.

Mas Yayan lalu menarikku ke depan tubuhnya, Lepas bajumu! katanya singkat. Lalu kutelanjangi diriku sepenuhnya. Kudengar decak kagumnya melihat tubuhku yang memang sintal dan aduhai ini. Las, kamu.. kamu.. Ia langsung menjilati wajahku dan kami pun berciuman lama sekali. Bibirnya begitu seksi dan lidahnya pintar sekali bergoyanggoyang. Sesekali kumisnya yang cukup tebal itu menyentuh lidahku. Las, jilati seluruh tubuhku yang berkeringat ini! Aku tak menyianyiakan kesempatan ini.

Langsung kujilati dadanya yang bidang itu. Puting susunya yang menjadi tujuan utamaku. Ah benarbenar nikmat rasanya. Lidahku mempermainkan putingnya itu. Kuhisaphisap dan rasanya enak. Bulubulu putingnya itu kukulum berkalikali hingga kudengar erangannya. Kujilat dan kujilat lagi hingga puas. Setelah itu kujilat bagian tubuhnya yang lain. Dari otot lengannya, ketiaknya yang juga penuh dengan bulubulu, perutnya, dan kuperosotkan celananya. Ternyata ia masih memakai celana dalam dan penisnya sudah tegang berat.

Aku tidak membuka celana dalamnya dulu. Biar kupanjangkan waktu yang menggairahkan ini. Kujilati pahanya, kakinya, hingga punggung dan pantatnya. Kujilati hingga tubuhnya benarbenar sudah terlumat oleh lidahku. Ia mengerangngerang tak kuat menahan gairah. Aku lalu menarik celana dalamnya keluar. Las, kulum tititku ini! desahnya tak teratur. Aku tidak terkejut, dugaanku selama ini benar. Batang kemaluannya itu panjang sekali. Mungkin mencapai 18 cm. Di sekelilingnya ditutupi bulubulu kemaluan yang rimbun sekali. Aku lantas menjilatjilat kepalanya yang sudah keras sekali itu. Kumasukkan ke dalam mulutku dan kutarik keluar lagi. Begitu seirama dengan jarijariku meraba puttng susunya. Ia benarbenar kegirangan.

Setelah cukup lama aku menikmati penisnya itu, ia pun orgasme. Spermanya sangat banyak sekali. Muncrat langsung ke wajahku. Tak kusiasiakan, kujilati semuanya dan kutelan habis. Ia lagilagi tersenyum padaku. Oh pria impianku. Tak berapa lama, ia lalu melumat habis seluruh tubuhku. Payudaraku dijamah dan diremasremas oleh lengannya itu. Setelah puas menjilatinya, ia pun menjilati vaginaku yang masih perawan.

Lalu adegan bersenggama pun dimulai. Penisnya masuk ke dalam vaginaku. Ah benarbenar nikmat. Darah keperawananku keluar. Itu telah menjadi miliknya. Ia benarbenar hebat. Kami mencoba berbagai cara hingga ia dan aku mencapai puncak orgasme berkalikali. Kami terus dan terus melakukannya hingga tak sadar waktu sudah tengah malam. Kami benarbenar puas.

Akhirnya sejak hari itu, hampir setiap hari aku melakukannya dengan Mas Yayan. Aku tidak lagi tidur di kamar pembantu yang disediakan untukku.

Aku selalu tidur di kamarnya, di sampingnya. Aku sadar tugasku sebagai pembantu adalah melayani kebutuhan Mas Yayan apapun yang dia inginkan.

Post Terkait