cerita bokep

Cerita Sex Kerinduan

Sudah satu minggu ini akau berada di rumah sendirian. Istriku, Ranti, sedang ditugaskan dari sekolah tempatnya bekerja untuk mengikuti suatu pelatihan yang dilaksanakan di semarang selama 4 hari. Terus terang saja aku jadi kesepian juga rasanya. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada istri di sisiku. Memang kami belum dikaruniai anak. Maklum baru 1 tahun berjalan. Karena sendirian itu, dan maklum karena otak lakilaki, pikirannya jadi kemanamana.

Aku teringat peristiwa yang aku alami dengan umi mertuaku. Ibu mertuaku memang bukan ibu kandung istriku, karena ibu kandung Ranti telah meninggal dunia. Ayah mertuaku kemudian nikah dengan umi mertuaku yang sekarang ini dan kebetulan tidak mempunyai anak. umi mertuaku ini usianya sekitar 43 tahun, wajahnya cantik, dan tubuhnya benarbenar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku. payudaranya besar sesuai dengan pinggulnya.

Demikian juga pantatnya juga bulat banget. Aku sering membayangkan umi mertuaku itu kalau sedang telentang pasti vaginanya membusung k

Peristiwa itu terjadi waktu malam seminggu sebelum hari perkawainanku dengan Ranti. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan pernikahanku. Mendadak listrik padam. Dalam kegelapan itu,umi berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru umi mertuaku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon umi mertuaku

Harihari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga umi mertuaku. Pada saatsaat aku duduk berdua dengan dia, aku sering memberanikan diri memandang umi mertuaku lamalama, dan dia biasanya tersenyum manis dan berkata,

Apaaa..?, sudahsudah, umi jadi malu.

Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan umi mertuaku itu. Aku kadangkadang sagat merasa bersalah dengan Ranti istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati.

Kadangkadang aku demikian kurang ajar membayangkan umi mertuaku kusetubuhi, umi mertuaku juga sayang sama kami, walaupun Ranti adalah anak tirinya.

Pagipagi hari berikutnya, aku ditelepon umi mertuaku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan umi arisan di rumah saudara, karena mengantarnya pergi ke acarra tersebut. Aku sih setuju saja.

Sore harinya kami jadi pergi, dan pulang sudah sehabis maghrib. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada umi mertuaku

Cerita Deawasa Kerinduan

Dalam perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya,

umi, ngapain sih dulu umi cium ?.

Aaaah, kamu ini seperti masih diingatingat juga sich, jawab umiku sambil memandangku.

pasti umi, Kan enak, kataku menggoda.

eeeeeee, mulai kurang ajar thoo, Ingat Ranti lho, Nanti kedengaran ayahmu nggak baik .

iya umi, sebenarnya kenapa yah umi, jadi penasaran .

Aah, ini anak tidah mau diam siih, Tapi yaa, begini, sebenarnya waktu itu, itu, umi lihat wajahmu itu kok ganteng. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu membuat umi jadi gemes banget. Makanya waktu listrik padam, setan dari mana, umi jadi ingin sekali menciummu dan merangkulmu. umi sebenarnya jadi malu sekali. umi macam apa kau ini, masa lihat menantunya sendiri blingsatan.

Mungkin, setannya saya ini umi, Saat ini setannya itu juga berdebardebar kalau lihat umi mertuanya. umi boleh percaya boleh tidak, kadangkadang kalau lagi sama Ranti, malah bayangin umi.

Kalau umi pernah bayangin nggak, aku semakin berani.

aah nggak tahu ah, udah, udaah, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Hatihati setirnya. Nanti kalau nabraknabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama umi. Pasti umi yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet, katanya.

Padahal keduanya ngebet. jadi pengiin banget sama umi, Gimana,

Aduuh, jangan begitu ya. umi jadi susah. Tapi terus terang aja.., umi jadi seperti orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, sudah naik begini, umi jadi pengin, kita cepat pulang saja yaa, Nanti diterusin dirumah, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang, Toh lagi kosong khan, Tapi menepi sebentar, umi pengen cium kamu di sini, kata umi dengan suara bergetar.

oohhh aku jadi berdebardebar sekali. Mungkin terpengaruh juga karena aku sudah beberapa hari tidak bersetubuh dengan istriku.

Cerita Mesum Kerinduan

Aku jadi nafsu banget. Aku menepi di tempat yang agak gelap dan sepi.

Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku dan umi mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Benarbenar, selama ini kami saling

merindukan.

eehhm,umi kangen banget, bisik umi mertuaku.

aku juga mi, bisikku.

yang, udah dulu, eehmm udah dulu, napas kami memburu.

Ayo jalan lagi, Hatihati yaa, kata umi mertuaku.

anak nakal, Pahaku dicubitnya. dan mobil melaju pulang berjalan tenang, kami berdiam diri,

Sampai di rumahku, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi aku tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora.

Kami tumpahkan kerinduan kami.

Aku ciumi umi mertuaku dengan penuh nafsu. Aku rogoh payudaranya yang selalu aku bayangkan, aduuh benarbenar besar dan lembut.

umi, kangen banget umi, kangen banget.

Aduuh sayang, umi juga, Peluklah umi yang, peluklah umi nafasnya semakin memburu.

Matanya terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. umi agak kaget dan membuka matanya. Kemudian dengan sertamerta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.

Eehhmm..,emhhh, umi belum pernah ciuman seperti ini, Lagi say masukkan lidahmu ke mulut umi

umi mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik,

say, bawalah umi ke kamar, Enakan di kamar, jangan disini.

Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong.

Aku merasa tidak enak di tempat tidur kami. Aku merasa tidak enak dengan Ranti apabila kami memakai tempat tidur di kamar kami.

umi kita pakai kamar tengah saja yaa.

baik sayang. Aku juga nggak enak pakai kamar tidurmu. Lebih bebas di kamar ini, kata umi mertuaku penuh pengertian. Aku remas pantatnya yang bulat.

achh.., dasar anak nakal, umi mertuaku merengut manja.

Kami duduk di tempat tidur, sambil beciuman aku buka pakaian umi mertuaku. Aku sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan payudaranya yang mangkal menggantung indah. umi aku rebahkan di tempat tidur. Celana dalamnya aku pelorotkan dan aku pelorotkan dari kakinya yang indah. Sekali lagi aku kagum melihat vagina ibu mertuaku yang dengan bulunya yang tipis lembut.

Cerita Ngentot Kerinduan

Seperti aku membayangkan selama ini, vagina umiu mertuaku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang bulat. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan umi mertuaku telentang di depanku. umi mertuaku memandangku dengan tanpa berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Aku berbaring miring di samping umi mertuaku. Aku kecup, kujilati, semuanya, dari kepala sampai kakinya yang mulus.

auchhh settttt..yachhhhhhh.hemmmmmmmmmmmsaat meremas lembut payudarnya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya

ahhhhhhhhh.. hiiiiiiiisayyyyyyyyyyyyyaaacchhhh aku mainmainkan. Liangnya vaginanya yang sudah basah. lidahku basah dengan cairan vagina umi mertuaku, dan aku gigit lembut di clitorisnya

hepyachhh. umi menggelinjang keenakan dan mendesisdesis.

Sementara rambutku dipegang umi dan dieluselusnya. Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. umi menggeliatgeliat, meremasremas kepalaku dan rambutku, mengelus punggungku, pantatku, dan akhirnya memegang penisku yang sudah siap sedia masuk ke liang vagina umi mertuaku.

umi, aku kaangen banget umi, kanget banget, bisikku.

sayang, umi juga. sshh, masukin , masukin sekarang, umi sudah pengiin banget , yachhh, bisik umiku tersengalsengal.

Aku naik ke atas tubuh umi mertuaku Tangan kananku mengelus punggungnya, pantatnya, pinggulnya dan

perut umi mertuaku. Kami berpandangan. Berpandangan sangat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesekgesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi abaaba penisku.

Cerita Sex 2016 Kerinduan

paha umi mertuaku dikangkangnya lebarlebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina umi mertuaku. Kepala penisku mulai

pelan pelan sayang, achhh. setttt..eh..ehrrrrrrrrrrrrrrrrr masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya.

Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin.

.Aduuh .enaak, enaak sekali. herrrrrrrrrrrheeeahhhhhhhhhhhhhhhhhhh erangan umi semakin menjadi=jadi

Masukkan separo saja. Keluarmasukkan kepalanya ini, Aduuh ..kepalanya enaak sekali.

Nafsu kami semakin menggelora. Aku semakin cepat,

..oohhhoccchhhhhh seeeeppppppsemakin memompa penisku ke vagina umi mertuaku. umi, masuk semua, masuk semua ya umi

boleh sayanggg, uichhhhh.enaak banget.achhhhhhhhhhh ngganjel banget. ochhhhhhhh Ibu marem banget kami mendesisdesis, menggeliatgeliat, melenguh penuh kenikmatan.

Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan.

Aduuh, vaginanya keset banget. Aku paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Aku semakin ngotot menyetubuhi umi mertuaku, mencoblos vagina umi mertuaku yang keset, dan hangat, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). Bunyinya kecepakkecepok membuat aku semakin bernafsu. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi.

umi mau keluaaaar achhhhhhhh, Aduuhhhh , enaak bangeettt.

sshhhh, hiiiiya yaaacccchhhhh, keluariin , keluarin.

umi juga mau muncaak, mau muncaak, say, say, Terusss achhh,

Kami berpagutan kuatkuat. Napas kami terhenti. Penisku aku tekan kuatkuat ke dalam vagina umi mertuaku.

Pangkal penisku berdenyutdenyut. menyemprotlah sudah spermaku ke vagina umi mertuaku. Kami bersamasama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah.

Rasanya lemas sekali. Napas yang tadi hampir terputus semakin menurun.

Cerita Sex Terbaru Kerinduan

Aku angkat badanku. Akan aku cabut penisku yang sudah menancap dari dalam liang vaginanya, tetapi ditahan umi mertuaku.

Biar di dalam dulu , Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja, masa orang ditindih sekuatnya, katanya sambil memencet hidungku.

Kami miring, berhadapan, umi mertuaku memencet hidungku lagi,

Dasar anak kurang ajar, Berani sama uminya.., Masa uminya dinaikin, Tapi say, umi nikmat banget, marem banget. umi belum pernah merasakan seperti ini.

umi, saya juga. Mungkin karena curian ini ya, bukan miliknya,

Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas say.., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek

umi, malam ini umi nggak usah pulang. Aku pengin dikelonin umi malam ini. Aku pengin diteteki sampai pagi, kataku.

Ooh jangan cah bagus, kalau dituruti umi juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh, jawab umiku.

Tapi umi, rasanya enakkk.

Hiyya, umi tahu, tapi kita harus pakai taktik . Toh, umi tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hatihati, semuanya akan bubar deh.

Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tiada katakata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam katakata. Kami saling mengasihi, antara ibu dan anak, antara seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain.

Malam itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Penisku dicuci oleh umi mertuaku, sampai tegak lagi.

Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam.

Malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Harihari selanjutnya berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga diri. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benarbenar aman.

Tetapi kami banyak kesempatan untuk sekedar berciuman dan membelai. Kadangkadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakain dewasa dalam menjaga hubungan cintakasih kami.

Post Terkait