Cerita bokep

Cerita Seks Dewasa Mertua

Cerita bokep – Perkenalkan namaku adalah Rino, aku berusia 24 tahun, jujur wajahku tampan ( bukannya sombong ), tak heran kalau banyak wanita yang tergila gila padaku. Aku bekerja di perusahaan asing sebagai management. Kejadian ini berawal pada saat saya hidup berumah tangga, sudah 1 tahun lebih aku hidup berumah tangga, tapi belum juga dikaruniai seorang anak. saya punya seorang isteri yang sangat cantik, setia, sabar dan sikapnya dewasa, dia bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit negeri tangerang. Tiap malam jumat aku selalu melakukan hubungan sex dengan isteriku, bahkan bukan hanya hari itu juga akan tetapi di hari ssenin tersebut sering kulakukan dengan isteriku.

Kejadian itu berawal saat aku sedang bercumbu secara isteriku dikamar, waktu itu aku lupa mengunci pintunya. Tak sengaja ibu mertua ku lewat didepan kamar temapt aku bercumbu beserta isteriku. Dia langsung terpaku melihatku yang sedang asyik mencumbu isteriku. Langsung saya menghentikan cumbuanku dan berhenti, “oh.. mama… ehmm.. ehh…. ada apa….. ma??? “ sapaku sambil berjalan menuju pintu. “maaf mama gak tahu kalau kalian lagi itu……habis pintunya tadi gak dikunci sih….!!! “ sahut ibu mertuaku.

Sejak ibu mertuaku melihat kejadian tersebut, cara memandang dia ke arahku agak berbeda. Bahkan sikapnya pun agak berubah terhadapku. Saya tidak tahu apa yang menimpa embuk mertuaku sehingga menjadi seperti itu. Suatu hari aku di minta ibu mertuaku mengantarkanya di Bali, karena dia ingin melayat saudaranya yang meninggal. Aku kendati berangkat sabtu pagi kebetulan sabtu itu aku libur kerja. Hari itu saya naik pesawat tiba dalam bandara pukul 9 pagi. Langsung aku dan permulaan mertuaku pergi ke tempat kediaman saudaranya. Waktu terus berlalu, malampun tiba. Akhirnya malam itu saya menginap diHotel yang bisa dibilang hotel berbintang diBali. Pukul 11 malam aku terbangun oleh dering telepon diHP ku. Aku tahu nomor dirahasiakan. Aku segera menjawab dering telepon tersebut. “halo tersebut siapa yah…malam malam begini kok nelpon” tanyaku lalu membuka kedua mataku yang masih mengantuk. “dik…ini mama…kamu uda tidur yah?? Bissa tolongin mama gak??

Koper mama yang berisi pakaian tidak bissa dibuka…. Kamu cepetan kesini yah…. kekamar mama…” sambut ibu mertuaku ditelepon. “oh…mama… iya ma… aku cepat kesana” saya segera bergegas menuju lubang ibu mertuaku yang berdampingan dengan kamarku. aku mengetuk pintu ruang ibu mertuaku. “iya dik… bentar” tak lama kemudian ibu mertuaku membukakan pintu. Dia mengenakan kaos berwarna putih dan rok berpoleng hitam. “ma… mana tas koper nya katanya gak bissa dibuka” sapaku serta masuk kekamar ibu mertuaku. “itu loh kopernya…. dik didepan ranjang itu loh…. Dari tadi mama coba buka tetapi tidak bissa. ” Jawab ibu mertuaku sambil menutup pintu kamar. Setelah beberapa menit aku akhirnya saya berhasil membuka kopernya secara paksa.

Baca Juga: Ngentot Bersama Resepsionis Cantik

Ternyata isi koper itu ialah BH & CD G-string nya ibu mertuaku. Saat melihat hal itu aku mulai ngeres pikiranku. “terima kasih yah.. dik…kamu uda nolongin mama…” “ah iya ma gak papa kok” Aku sejenak duduk disofa kamar itu. “kenapa dik…. kamu capek…. ” Tanya ibu mertuaku sambil mendekati aku yang duduk disofa. Sejenak saya memandang wajah ibu mertuaku yang begitu mempesona. Kemudian dia juga memandangku. Kami berpandang pandangan sampai aku mencoba mengecup bibirnya yang merah. Saat saya mengecup bibirnya, dia membalas kecupan bibirku, lidahku serta lidahnya saling bertabrakan. Tatkala ke-2 tangan ibu mertuaku mulai meraih punggungku dan mulai dari memeluk tubuhku. Aku melepaskan cumbuanku. “kenapa……sayang…. Kenapa tidak kamu teruskan…???? ” kata embuk mertuaku sambil memegangi wajahku.

“Maaf…. maaf…. atas kelancangan saya…. sekali lagi maaf….. ” “kamu takut sama isteri kamu….??? “ Bertanya mamaku lalu merayu tubuhku. “mama… maafin saya ma…. itu dosa ma….. lagian aku gak sama…hhffzz” jari telunjuk permulaan mertuaku menghentikan ucapanku tersebut. “ssssstttt…. Uda kamu gak usah tegak sama papa… ingat dik…disini kita Cuma berdua… berdua…. Isteri awak & suami mama tidak kan pernah tahu kejadian ini….. ” sahut ibu mertuaku serta mencoba mencium pipiku. “ma… maafin aku ma… hamba ma…. Saya sebenernya pula sudah bukan tahan mengamati mama…. Malam ini” langsung ciuman bibir embuk mertuaku yang mendarat dipipi ku lanjutkan dengan bibirku” kucumbu ibu mertuaku diatas sofa itu. Setelah kaum menit ibu mertuaku mensyaratkan dingin. “ada apa ma..??? “ tanyaku secara serius “jangan disini diranjang aja yah….

Mama gak nyaman kalo diatas sofa… kunci dulu pintunya dik” sahut permulaan mertuaku. “langsung beserta lekas aku bangun dari sofa dan berjalan menunjukkan gerbang untuk menguncinya. Kulihat vaginanya sudah basah, sinambung saya menyosor selakanganya yang wangi dan menciumi seluruh permukaan vaginanya yang ternyata juga wangi. “aaaaahhh….. aaaahhhh…. aaaaahhhh…… aaaaahhh….. aaaahhhh…. aaaaahhhh…… terus… jangan berhenti… terus…. Mama pengen engkau terus ciumin punya mama…. aaaaahhh….. aaaahhhh…. aaaaahhhh…… mama mohon jangan berhenti” berkali kali cairan sperma keluar daripada vagina ibu mertuaku. “setelah kurang lebih menit aku beralih menciumi leher, dada, serta kedua payudaranya yang montok sambil menindih tubuhnya.

Penisku yang tegak berdiri menggesek gesek selakangannya.. “aaaaahhh….. aaaahhhh…. aaaaahhhh…… aaaaahhh….. aaaahhhh…. aaaaahhhh…… kenapa ….. kenapa sayaaaang….. aaaaahhh….. aaaahhhh…. aaaaahhhh…… kenapa gak kamu masukin…. Mama uda gak tahan… aaaaahhh….. aaaahhhh…. aaaaahhhh……” “maaf ma… saya takut mama hamil…. soalnya aku waham tidak bissa menahan air maniku nanti….. ” sahutku menjawab. “oooooohhhh… aaaaahhh…. ooooohhhh……aaaahhhh…. oooooohhhh ….. aaaaahhhh…… bukan sayyang tidak jangan buat mama tersiksa cepat masukin…. Mama gak peduli hamil segala sesuatu tidak…. ” Langsung aku menancapkan penisku kevaginanya yang bersimbah. “slep slep slep slep” penisku tampak masuk keluar masuk. Aku berulang periode menggenjot tubuhku.

Cerita Seks Dewasa Mertua – Cerita Dewasa – Ibu mertuaku mengeluh keenakan lalu memejamkan mata dan mendesah aaaaahhh…. ooooohhhh……aaaahhhh…. oooooohhhh ….. aaaaahhhh…… “beberapa menit lalu penisku bereaksi pinggul sebagaimana bergetar hebat saat larutan maniku menongol deras menuju kedalam vaginanya ibu mertuaku. Beberapa menit kemudian kami berganti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas pangkuanku serta mengelus elus rambutku dan menggiatkan genjot tubuhnya. Akupun menciumi leher, puncak & payudaranya dengan liar serta bringas. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memalu emas tempawan dan mendesah Cerita Sex Embuk Mertua “aaaaahhh…. ooooohhhh……aaaahhhh…. oooooohhhh ….. aaaaahhhh…… “ Tak lama lantas kurasakan uap maniku keluar bersamaan dengan air mani embuk mertuaku.

Kenapa gak dari lepas sih kamu melakukan ini di mama aaaaahhh…. ooooohhhh……aaaahhhh…. oooooohhhh ….. aaaaahhhh…… “ sambil mendesah & mengetuk pacar dia bertanya kepadaku. “saya tidak tau ma… bahwa sebenernya mama pengen banget bercinta secara saya…. ” Jawabku beserta nada lirih. Setelah beberapa menit kita berganti status lagi. Posisiku sekarang tubuhku berbaring lebih dari ranjang serta permulaan mertuaku menindih tubuhku. Dia berkali kali mengobarkan genjot tubunya sendiri lalu mendesah dan memejamkan mata “aaaaahhh…. ooooohhhh……aaaahhhh…. oooooohhhh ….. aaaaahhhh…… “ waktu langsung lalu abdi tertidur datang cepat diranjang besar itu” sinar matahari menyorot wajahku daripada jendela.

Kulihat ibu mertuaku lumayan duduk tersenyum diatas tilam sambil memandangku. “ayo pola sayaaaang udah awal nih” sapa embuk mertuaku serta mengeringkan rambutnya yang becek “mama…uda pagi yah…ma…. Ma saya pengen lagi nih.. langsung ku ciumi lehernya sambil memeluknya dari belakang. “eits… eits… tidak tanpa jangan gak boleh gak boleh…. Kemarin saja jual mahal sama mama…. Sekarang kamu sendiri yang minta” sambut mamaku sambil ketawa kecil. “mending awak mandi dulu sana gi…. Habis itu kita sarapan dulu baru deh kita lanjutin lagi ronde keduanya…. Gimana sayang tawaran mama? Mau gak? Kalo gak mau yah kamu gak boleh nyentuh mama lagi” tawar permulaan mertuaku. “ya deh ya deh… saya mau” sahutku dengan ketawa.