cerita bokep

CERITA JANDA DEA KIMCIL BAYARAN TETANGGAKU

Saya Andri, 25 Tahun, kisah saya dimulai sekitar tahun 2004 ketika saya memutuskan untuk pindah dari mess kantor saya, dan mencari rumah kontrakan di daerah sekitar rumah paman saya, di Jakarta Selatan, dari koran posting iklan kota akhirnya saya mendapatkan menyewa rumah samping jalan raya, di sepanjang Jl. TBS. daerah ini masih sebuah desa di mana orang masih sering kumpul-kumpul dan masih saling mengenal satu sama lain, antara imigran dan pribumi yang sangat akrab, suasana jauh berbeda dengan suasana di pedesaan di daerah saya berasal, saya sangat beruntung bisa sebuah rumah kontrakan di Jakarta dengan suasana seperti ini.

Setelah saya mulai tinggal di sana (pada waktu itu saya masih bujangan), saya mulai mengunjungi memperkenalkan diri ke rumah tetangga saya, yang sebelumnya dilaporkan ayah dari RT di muka yang terjadi tepat di depan rumah kontrakan saya. Tetangga saya meninggalkan, keluarga merasa cukup besar, terdiri dari 2 anak laki2 dan 3 anak perempuan (perempuan sebenarnya ada 2 lagi tapi harus puas turun dan bergabung suami mereka), Pak Edi saya sebut, sebuah pesiunan PNS desa asli di sini, menikah dengan Esty bu Borneo asli masih ada keturunan yang terkenal d **** k putih, dan indah. Demikian pula, tiga anak perempuan yang tersisa mewarisi kecantikan dari ibu mereka. Ketiga tetangga gadis pada usia yang mulai mekar dan segar yaitu, pertama Dea, sangat indah, paling indah di antara adik2nya, 160/42 ramping kecilnya, putih, 17 tahun dari Kelas 3 SMA, kedua Emi, kelas 1 SMA , manis menyenangkan nya, 160/45, lebih lengkap, putih, tomboi sedikit, rambut pendek, dan agak acuh tak acuh, Mella baru kelas tiga 2 SMP, 160/42 tubuh terbaik di antara kakak, rambut putih keriting panjang, sangat tersenyum.

ini adalah fokus saya untuk Dea, yang tertua dari tiga gadis ABG tetangga meninggalkan rumah saya, rumah dress Dea adalah, pakaian rumahanlah, kadang-kadang T-shirt, tank top, baju tidur, celana pendek, seperti remaja saat ini, sehingga kadang-kadang menunjukkan halus kulit putih, dari kaki ke paha yang kecil, putih mulus, dengan bulu-bulu halus beberapa di setiap inci kulit di kaki dan tangannya, bulu2 ini yang membuat saya selalu bermimpi dan ingin tahu lebih banyak di konten di balik pakaiannya, klo meninggalkan sekolah lebih awal selalu melalui depan saya tersandung rumah dan menunggu sementara pura2 bersihin motor atau menyapu, atau lainnya (nama bujangan semua dilakukan sendiri), dan Dea selalu tersenyum menyapa, hanya sebatas itu saja karena kami belum pernah resmi bertemu. Pada suatu waktu, seperti biasa ketika meninggalkan sekolah melalui depan rumah saya, tiba-tiba Dea datang kepada saya, sebuah acara yang luar biasa, hati saya mulai menggali dag menggali apa sih, tampaknya Dea juga berjalan ke arahku dengan sedikit ragu-ragu, “O mas apa yang Anda lakukan?” ia bertanya, “motor lagi manasin” kataku, oh wajah cantik sekarang benar-benar dapat saya menikmati dekat “mas maaf, mungkin Dea mintolong mas Andri” katanya masih terdengar ragu-ragu , “mas Andri tidak ada komputer di rumah” lanjutnya, “Tidak”, jawab saya, “II bisa menjadi tugas dari mas sekolah, dapat meminjam komputer, untuk mengetik laporan, Penawaran ke waktu sedikit sewa, dan ga menjadi ayah dari Klo rumah malam ini “obrolan, kesempatan weesss ya, buayaku insting dari terganggu” Ooo begitu mungkin dik Dea, malam ntar ya, tunggu aku keluar dari kantor paling abis ya sunset aku datang “kataku,” klo mo juga dapat menggunakan internet “aku melanjutkan,” bener mas !! saya juga kebetulan mencari data pada mas internet “katanya,” ya sudah ntar malam, ya, saya klo maen aja dah kembali di sini “kemudian setelah pamit dia kembali berbalik untuk jalan, oooo .. gadis memang dea cantik, terus aku melihat leher kecil rambut putih dan panjang dan halus keliahatan, hari di kantor aku membayangkan wajah cantik Dea, dan apa yang terjadi malam ntar, sementara mengatur plot.
Akhirnya pukul 18.30 aku pulang dan mengambil mandi, sekitar pukul 19.00 bel berbunyi, hehehe saat ini ditunggu, saya langsung keluar membuka pintu gerbang, anjriiiiiiiit ternyata persis Dea, sangat indah, rentang hidup jean mini dan baju merah muda dengan lengan pendek , kulit putih mulus dihiasi dengan rambut haluss, suatu pemandangan yang luar biasa menakjubkan. “Malam mas” katanya, “malam dik dea” Saya menjawab, “sendirian aja, emi ma mella mana?” Aku bertanya, “Tidak ada mas rumah lagi belajar juga” jawabnya, “oo begitu, masuklah, jangan ragu-ragu, laptop sudah mas menyalahkan kok” Aku diundang. Kemudian Dea langsung ke laptop yang sudah saya mengaktifkan. Aku segera istana untuk mengambil minuman dan makanan ringan yang harus saya siapin kebetulan adalah saya telah berhenti di sebuah mini market, tidak lupa aku tuangkan sebungkus stimulan bubuk bahwa beberapa hari kemarin aku pesen melalui toko seks online dr Surabaya 75 rb. 4 bungkus, “mengapa repot2 mas” katanya, “ga kebetulan benar-benar” jawab saya, “lanjut ya bro, saya menonton TV” kataku, aku langsung menyalahkan TV dan menonton ga jauh dari dia, sambil menonton sekali dalam sementara aku punya lirik dia, sementara kepala geleng2, “hm, emang gadis cantik ini, pahanya mulus tepat, dalemannya bagaimana ya” kata bathinku, aku terus menonton TV dan ia kuliat jambu jus minuman yang telah disiapkan untuk itu, ntar lagi hit ya. Sekitar 10 menit kemudian “mas” “O Dea apa itu?” Aku berkata, “harus pergi ke Internet?” Dia bertanya, “harap aja, untuk mengetahui bagaimana” Saya menjawab, “Ya mas” katanya. Kebetulan komputer saya sudah saya set, sehingga mendapatkan di Internet Explorer langsung ke situs web xxx (forum tetangga) yang isinya foto2 bugil dan cerita seru juga, aku lirik dia ternyata dia masih pergi ga ada in situ browsing lainnya, aku melihat wajahnya memiliki memerah, mungkin obat saya memberi perangsang juga sudah mulai bekerja. “Mas” tiba2 ia disebut, “apa dea” aku berdiri dan mendekatinya secara langsung. “Bagaimana terbuka adalah bagaimana itu?” Dia mengatakan, tampaknya dia cerita menarik mo terbuka yang judulnya “seks dengan ABG”, sedangkan niat mo klo terbuka klik .. aja ga tidak menelepon saya, hmmm. Tentu dah anak nih horny, maka saya langsung memegang mouse sementara tangannya masih di atas, sementara aku memegang tangannya, dia diam-diam menulis, bisa mencium rambutnya, dan paha atas terlihat putih mulus karena aku sambil jongkok di belakangnya, tinggal hanya klik dik kataku, hover, “rambut wangi sekali dik” aku tidak melihat “ah mas bisa HANYA” katanya. “Mas sering melihat gambar dan cerita seperti ini ya” tanya, “ya bro, mas’re masih sendirian, kesepian setiap malam, jadi ya untuk aja hiburan”, “tidak mas’ve pernah melakukan” tanyanya, waaah anak ini dia bertanya sudah mulai memimpin K *** LKU saya pikir plus besar. “Ya tidak pernah sih keluar ma pacar, tapi sekarang dah putus” jawabku, “mang sampai melakukan aja, ML juga kah” tanyanya. “Kedengarannya” Saya menjawab, “dik dea punya pacar?” Aku bertanya, “sudah mas, teman sekolah” jawabnya, “dah melakukan aja” Aku bertanya, “mencium-cium aja biasa mas, kemudian pacar saya diperas tetekku, itu aja” jawabnya, “ga enak?” Aku bertanya, “lezat juga mas” Jawa, “tidak pernah lebih, kayak terus k **** l atau Anda diisep” tanyaku, “tidak emas, jadi emang enak” katanya, “ya enaklah mo coba?” aku tanya iseng, dia tersenyum dan kemudian diam-diam menulis, wah saya bingung ya apa yang saya maksud tersenyum ingin atau tidak ya, aku melihatnya bernapas aga berburu, dan tempat duduknya gelisah saat matanya masih menatap laptop saya, setelah jeda saya masih itu di belakang diri, mencium rambutnya, dia diam saja, truss menuju tengkuknya, Dea tetep aja diam, bernapas menambahkan berburu dan k ***** LKU semakin besar, saya mencoba untuk tetap burung saya di punngungnya sambil terus mencium rambut dan lehernya. “Dik” kau cantik, mungkin mas menciumu, mas dah ga tahan “bisikku di telinga deket, dia diam-diam terus tanganku segera turun meraba pahanya yang mulus putih dan lembut, kuraba-touch terus, akhirnya dia tidak tahan dan berbelok segera mencium bibirku, “aku MAS juga pingin” katanya, terus mencium bibir lidah … untuk waktu yang lama sementara tanganku menyentuh pahanya dan punggungnya, payudaranya yang kecil merasa terjebak di dadaku begitu pula K ***** LKU terjebak dalam perutnya. “Dik pindah ke sofa yuk” bisikku, tanpa menunggu jawaban saya membawanya ke sofa dan terus berciuman, gila … lezat ABG, ciuman itu telah profesional penumpukan letakkan kembali di sofa dan kemudian saya meletakkan tangan saya sudah mulai bergerilya dia di dadanya masih tertutup nya “sayang dibuka sedikit sehingga nya” bisikku, dia diam saja, berarti ya ya, sambil terus berciuman, tangan membuka baju sekali menghubungkan bra , saya meletakkan tangan saya ke payudaranya dan meremas perlahan, dia menggelinjang menahan kenikmatan, aku membuka sedikit lebih, dan terlihat bukit yang sangat indah sedikit, payudara putih, dengan punting merah muda, masih sangat kenyal sekali, tanpa menyadari tangannya membelai K ***** LKU, aku lebih bibir semangat daan menggigiti lidahnya membuat saya meluncur ke tenggorokannya, tingkat putih leher, mencium berkali-kali, ia mulai berbicara “oooh … oooh..geli mas .. . enakk “aku tidak peduli aku pindah langsung ke dadanya, puting dan memijat kukulum-pijat sekitar putingnya dengan lidah saya, bernafas lebih berat, dan tangannya mulai membuka kancing celananya. Akhirnya tersembulah batang torpedoku yang besar, dia terus mengelus dengan dia mungil, saya membuka seluruh bajunya sehingga dia Topless, bagus, putih, tangannya yang kecil kecil panjang berbulu halus, terus kulum saya dan memijat payudaranya kanan dan kiri secara bergantian, tahan nya kepala lebih nikmat, dan rilis torpedoku dan menjambak rambut saya dan kepala saya lebih dan lebih menekan dadanya. “Dik mo mengisap saya ga burung” bisikku, “tidak tahu bagaimana mas” katanya, “biasa aja, anggap saja makan es krim menjilat dan kurikulum, tetapi tidak untuk memukul gigi” kataku, “aku mencoba ubi sebagai” ia kemudian segera dia tenggelam, lengan yang memegang kecil dasar torpedoku dengan pijat, lidahnya mulai menjilati torpedoku kepala, “ooouuuch dik lezat” saya mulai mengoceh, “kulum dik” kataku dia mulai memasukkan torpedoku ke mulutnya yang kecil dan merah ., hampir tidak muat torpedoku, dan mulai mengocok, memajukan dukungan dari kepalanya “dik enaaaaak ..terus …” aku mulai melantur, tangannya masih memijat buah pelirku, sambil mencari payudaranya dan meremas tanganku perlahan. Setelah sekitar 10 menit terasa cairan di torpedoku sudah mendesak pingin keluar, dengan kenikmatan yang luar biasa yang kusemprotkan air mani di mulutnya. “Uaaaaaaaah … uaaaaaaah.enaaaak dik !!!” Beberapa kali kusemprot mulutnya, kemudian aku duduk di sofa dengan lemas, dia memutahkan kembali sperma kusemprotkan sebelumnya di asbak, “lezat dik sedotannmu, Anda dengan cepat belajar”, “Ya mas aku juga enaak”, “menerima cinta ya bro, mas saya sangat puas hari ini “” sama-sama mas “katanya, sambil mengenakan bra dan atas punggungnya. “Dik mungkin bertanya lagi kapan2 mas, mas mas janji akan memuaskan kakak” kataku, “mungkin mas, besok malam saya di sini lagi, tugas jg belum selesai, ya sudah mas dah malem, met jumpa besok” pamitnya.

Sepanjang malam aku tidak bisa tidur, gambaran kejadian itu terus menari di sofa, berutung sekali aku kontrak rumah di sini, itu bisa mendapatkan seorang gadis ABG secantik dia, besok malam janji datang lagi, tak sabar aku melihat ke depan untuk malam berikutnya, pagi hari sebelum matahari mulai menunjukkan kekuatannya terhadap dunia, seperti biasa aku mendapatkan ke kantor, sambil menunggu Dea lewat, tidak lama dea terlihat berjalan, berpakaian sekolahnya seragam dan putih abu-abu , seragam putih pada sedikit ketat, sementara rok abu-abu di bawah panjang, masih keliahatan sangat cantik dan segar. “Pagi mas” katanya, “saya dik, eh bisa tidur ga semalem” tanyaku, dia tersenyum “jam 12.00 hanya bisa tidur” jawabnya, “ntar malem jadi di sini lagi” Aku bertanya, “yam sebagai tugas ngelanjutan kemarin tidak selesai “katanya,” apa tugas tugas. ” Candaku, dia tersenyum dan berjalan menjauh dari saya. Kemudian pak ayah edi Dea melalui “kerja dik Andri berkat lo, Dea telah membantu pada tugas” katanya, “ya, Pak sama-sama, tidak ada masalah kapan nanti saya bantu, Pak mo mana” kataku pernah bertanya, “ini mo membayar tagihan listrik “katanya,” ooo hati2 pak “kataku, kemudian pak edi lulus.
Hari itu di kantor aku tidak konsentrasi kerja, membayangkan apa yang terjadi nanti malam, setelah merapikan meja pukul 16.30 aku segera kembali perjalanan pulang dari kantor satu jam, 17:30 dah nyampe rumah dan mandi, maka saya menyalahkan laptop, dan menonton TV. Sekitar 19.00 bel “adalah saat2 yang ditunggu” mengatakan bathinku, segera aku membuka pintu gerbang dan kembali aku membeku., Dea ternyata berpakaian lebih seksi lagi malam ini, dia memakai kemeja ketat, tanpa lengan merah, dan celana pendek merah pula, kontras dengan putih mulus warna kulit, setiap pertemuan tampaknya lebih indah hehehe aja, “OEE .. kenapa mas diam, saya diberitahu untuk pergi ga” dia membangunkan pikiran saya, “ooo ya-ya silahkan masuk, maaf kau cantik
sih maam ini “kataku setelah saya melewati, saya melirik dadanya, baik itu tampaknya dia tidak memakai bra, sudah mempersiapkan ya, saya hanya berpakaian kemeja, dan celana pendek kolor menulis.” tugas dikerjain langsung aja dik, saat aku minuman ambilin “kataku, saat ini sudah digunakan ga stimulan lagi.kulihat ia mulai bekerja pada pekerjaannya, tidak lama setelah membuka internet, saya tetap diam sambil sesekali melirik pahanya yang mulus sambil menonton TV, setelah beberapa waktu sudah ga tahan rasanya segera aku mendekatinya, dan bibir kuserbu dengan agak kasar, tapi ternyata responnya sangat positif, dia juga membalas serbuanku dengan semangat 45, ternyata dari Dea sebelumnya juga sudah horny, tanpa pikir panjang aku melepas kemejanya dan memang Dea tidak mengenakan bra, aku tidak peduli aku melepas bajuku juga, dan segera saya kulum, payudara, memijat saya lidah-pijat dengan alternating “mmmas ouhhh..ouhhh” ia mulai mengoceh, tangan saya mulai menyelipkan ke celana pendeknya, dan setuh vagina saya, sudah direndam dengan feminin cairan, terus saya bermain jari-jari saya di sekitar vagina tanpa membuka celananya, dan dia sendiri melakukan hal yang sama terhadap torpedoku, di remas-remas torpedoku yang telah diperbesar , yang jumlahnya hampir sama dengan pergelangan tangan, “mas besar telah mas” katanya, “ya bro, itu akan muasin adik nanti” kataku, sambil terus menghisap putingnya yang sudah sangat keras dan kenyal.

Saya minum dalam keindahan dari semua itu hati saya, maka saya bopong dia ke sofa, dan kulorot celana pendek sekali celana, wauwww benar-benar sangat indah, vagina kecil, berbulu jarang, mengejutkan bahkan menggali sehingga lemak, tapi vagina pemasangan sangat bagus, dilihat hanya bagian dari dua daging yang menempel, clit masih tersembunyi di dalam, paha sampai kakinya sangat mulus putih, ramping dan bulu membuat saya ga tahan, suatu keindahan alam, langsung aja kukulum kembali payudara kuputer-puter dengan lidahku, segera tubuh kususuri dengan lidah saya, kujilatin semua mulai dari dahi, wajah, leher, lengan, punggung kedada, perlahan-lahan turun ke perut dan kemudian ke pangkal pahanya, dia mulai mengoceh “mmmmas enakk … masss buruk ..” saya juga melewati kegiatan saya kujilatin pangkal pahanya dan kuputer-puter, maka kesisi berikutnya terus turun

perlahan-lahan sampai jari-jari kakinya, pindah ke jari kaki satunya teruss naik lagi ke arah pangkal pahanya, dia semakin meracau, saya membuka vagina lubang dan dominasi warna merah muda terlihat di depan saya, segera kujilat dan bagian kusedot vagina, Dea semakin menggelinjang pengangkat mengangkat paha, aku mengusap terus lidah saya di sekitar vagina, maka saya menghisap dan kucucup klitoris, ia mengangkat pinggulnya dan tangan tua menekan kepala saya masuk, kutusuk-tusuk bagian tengah dengan lidahnya, ia mendapatkan kesenangan mengigau dan cair semakin mengalir dari antara mereka, hmmmmm … menikmati perawan setelah cair …. “Ouhhhhh ahhhhhh. Ouuuuuh aaahhhh” itu berasal dari bibir mungilnya, setelah sekitar 15 menit aku tidak tahan, kuposisikan dia di sofa, punggungnya aku menopang bantal sofa yang ada, kemudian kuarahkan kepala torpedoku, dia segera meraih torpedoku dan digesek-grit ke vagina tengah., ouuuuh nikmat mas …. mas Massukkkkkan, kembali dia meracau, shhettttt saya ga … yang peduli tentang keperawanan mas penting enaaaakkkkk ouch. tangannya mencengkeram pinggiran kursi segera, dan torpedoku mulai perlahan-lahan menekan -lahan tarik, sehingga lubang siap untuk ditembus agak membesar, mengingat vagina kecil dan lucu, terus perlahan-lahan ditarik torpedoku mengulur-ulur, feminitas cairan semakin berat dan permukaan semakin licin, kali ini torpedoku kulesatkan, menekan keras torpedoku dengan memukul, “ouuuuuuuch..mas sakit” teriaknya ketika torpedoku sudah masuk di liang, saya sengaja membiarkan irama lakukan setelah rasa sakit tidak terlalu “sabar sayang .. .. Nanti juga ga sakit..tahan ya, “bisikku, kudiamkan torpedoku beberapa saat, kemudian perlahan-lahan menarik dan menekan lagi .. masih sangat keset torpedoku terasa diremes-remes, terutama ketika saya tekan, pinggul Dea juga diperketat dan mengangkat, sehingga klip lebih terasa di torpedoku, terus saya dia.semakin genjot dan lebih cepat “keluh dia lebih senang serta nyeri bersama-sama, tapi segera suara erangan hanya kenikmatan ..” uahhh- ssssssshhhh …… aaaaahhh ssssshh lezat massssssss “itu terdengar lagi dan kali, dan kemudian saya mengatur posisi doggie style nya …… ouuuuh Dea semakin mengigau dengan panetrasi torpedoku memperdalam terjebak … masssss masssss …… …… . kuat enakkknya ga mas, setelah doggie 10 menit, aku mengambil dia untuk bermain WOT sehingga ia dapat mengatur ritme mereka sendiri, mereka tidak maju tapi rasanya sangat nikmatttt …. dia mulai mengenjot … .kepalanya dilemparkan kiri depan-belakang ……. “aku dah ga Massss tahannnn ia menangis …. Rupanya dia akan orgasme pertama sementara aku masih belummm … ..” rilis … dik … ga papa. .. rilis … “kataku, dea benar-benar sudah tidak bisa menahan jeritan panjang” massssssssssssssssssss Ahhhhhhhhh “akhirnya dia orgasme dan tubuhnya ambruk di dada saya, karena saya tidak tubunya orgasme maka saya berbalik saya lakukan dengan posisi konvensional , karena hanya dengan posisi ini aku bisa orgasme, .. aku genjot kembali lagi torpedoku tanpa ada perlawanan dari dia, kupuaskan memiliki jiwa saya dan dia passsrah hanya baru 5 menit, aku tidak bisa menahan cairan magmaku dan “ahhhhhhhhhhhhh … .ahhhhhhhhhhhhhhh. .. .ahhhhhhhhh “berteriak bersama cum kusemprotkan dalam vaginanya, kemudian segera menyuruhnya untuk bangun dan mencuci vaginanya dengan air dingin, semua yang terjadi sangat lezat sekali, tidak dapat digambarkan dengan kata-kata, setelah berpakaian” dik maafkan mas andri , telah mengambil keperawanannmu “kataku,” mas ga papa, sama-sama enakkkk pula, aku minta maaf ga kok “katanya tanpa penyesalan, saya juga kasihan sama Dea, seorang gadis cantik dia..sudah korban bejat nafsu, tapi dia suka . Setelah bersih -bersih Dea meninggalkan rumah.
Sejak insiden itu, itu hampir 2 kali seminggu aku bercinta dengan Dea, sampai sekitar setahun, aku menikah, Dea sendiri melanjutkan kekasih petualangan, kadang-kadang saya nMinta ransum daripadanya Klo istri saya bekerja, 2 tahun kemudian saya pindah rumah, karena sekarang rumah saya sendiri sendiri di Jakarta Timur, karena di kontak dengan Dea terputus, dan kabar terakhir dia telah menjadi ayam kampus dengan tarif yang tinggi, tentu saja tanpa sepengetahuan orang tua

Post Terkait