cerita bokep

Cerita Hot Kisah Pilu Hilangnya Perawanku Diambil Teman Kantor

Tahun kemarin kemarin masih sama seperti tahun ini dimana aku masih bekerja ditempat yang sama, padahal tahun kemarin ku sudah melakukan masukan lamaran kerja di kantor lain tapi semua belum ada yang cocok.
Nama saya Amelia biasa dipanggil Lia umurku sekarang 27 tahun, aku mempunyai kejadian yang membuat aku syok samapi sekarang. Tubuhku yang seksi dan dan kulit putihku teman kator terutama pada laki laki selalu menggodaku, payudaraku yang besar dan agak menonjol jika memakai blazer ketat makin pede aku bila memakai blezer warna hitam dan rok diatas dengkul yang seksi terlihat bokongku yang montok.
Aku sudah tidak perawan lagi karena kejadian satu tahun lalu Saat ini Aske pun bekerja di kantorku, aku sengaja merekomendasikan Aske ke atasanku agar dia di terima bekerja di kantorku, supaya aku mempunyai teman untuk ngobrol dan berbagi cerita, walaupun begitu, kami tidak lagi pernah membicarakan peristiwa yang tragis itu.
Ke.. Ada karyawan baru lho.. Di kantor kita ujarku pada Aske yang saat itu sedang membereskan meja kerjanya.o.. Ya.. Cewek.. Cowok..? tanya Aske Ada dua orang Ke.. Dan semuanya cewek, kita yang ditugasin ngasih training kerja ke mereka hari ini.. jawabku, sambil memperhatikan Aske yang hari ini terlihat sangat cantik dengan pakaian kerjanya.
Aske saat ini mengenakan rok span pendek warna biru dengan blus putih dan blazer senada roknya, dia juga melingkari lehernya yang jenjang dengan syal kecil berwarna biru muda, Aske memang sangat cantik, apalagi rambutnya sekarang sudah panjang.
Kapan mulainya Kak Lia..? tanya Aske lagi, sambil mengenakan sepatu hak tingginya.Ya sekarang non.. Cepetan siap siap.. seruku.Singkat cerita, kami sudah bertemu dan berkenalan dengan kedua pegawai baru itu. yang pertama namanya Alfa, usianya 28 tahun sama dengan usiaku.
Wajahnya lumayan cantik dengan rambut ikal sebahu, Alfa berkacamata, tapi itu malah membuat wajahnya semakin menarik, tingginya sama denganku, sekitar 165 cm, tubuhnya padat berisi. Saat ini Alfa mengenakan rok putih pendek dan kemeja biru, khas pakaian kerja.

Pegawai yang kedua, Susan, wajahnya biasa biasa aja dan kulitnya sedikit gelap, tapi bentuk tubuhnya.. Ya ampun.. Seksi banget, postur tubuh Susan lumayan tinggi dengan kaki yang jenjang dan pinggul yang kecil, dibalut rok pendek berwarna hitam, benar benar seksi.
Apalagi buah dadanya juga termasuk besar untuk gadis se usianya, seperti hendak menyembul keluar dari blus hitamnya yang ketat.Saat itu kami ditugaskan untuk memantau proyek pembangunan gedung yang dikerjakan oleh perusahaan kami, jaraknya lumayan jauh.
Sehingga kami harus segera berangkat.Waktu sudah menunjukan jam 11 siang saat kami tiba di proyek pembangunan itu, dan kami langsung menemui dua orang pimpinan proyek di situ, namanya bapak Alex dan Paul.
Sebelumnya aku memang sudah membuat janji dengan mereka.Kita makan siang dulu yuk.. ajak Pak Alex kepada kami.Astaga..!! Sudah jam 12 rupanya.. seruku.Aku memang tidak sadar karena asyik membicarakan pekerjaan dengan mereka.
Iya nih Kak Lia.. Kita kan sudah laper.. Iyakan.. seru Aske sambil melihat ke arah Alfa dan Susan, yang langsung di sambut oleh anggukan kepala mereka berdua.Akhirnya kami berlima pergi ke restoran pilihan Pak Alex.Gimana..? Enak kan makanan di sini.
Saya biasa makan siang di sini dengan Pak Paul komentar Pak Alex.Iya.. Makanan disini nggak bikin bosen sambung Pak Paul sambil terus mengunyah makanannya.Wah pinter juga nih Pak Alex milih tempat makan.. jawabku sambil meminum jus jeruk kesukaanku.
Sementara Aske, Alfa dan Susan masih tetap sibuk menikmati makanan mereka masing masing.Tapi tiba tiba aku merasa kepalaku pusing dan mataku berkunang kunang setelah meminum jus jeruk tadi.Permisi…Saya mau ke toilet dulu.. ujarku sambil mencoba berdiri dan berjalan ke arah toilet, tapi rupanya aku sudah tidak kuat lagi menahan pusing yang menyerang kepalaku, aku langsung ambruk, beruntung Pak Alex dengan sigap langsung menangkap tubuhku agar aku tidak jatuh ke lantai, aku masih sempat mendengar Pak Alex memanggil namaku sebelum akhirnya aku tak sadarkan diri..

Oughh.. aku mulai siuman dari pingsanku, tapi aku merasakan tubuhku kelu dan pegal, rupanya kedua tanganku terikat ke sebuah tiang yang berada di belakangku dan mulutku di plester dengan lakban, rupanya saat ini aku berada dalam sebuah ruangan yang mirip gudang atau bengkel yang entah berada di daerah mana.
Dalam keadaan masih setengah sadar samar-samar aku melihat di depanku, Paul dan Alex sedang menggumuli tubuh Susan yang masih pingsan di atas kap mobil kijang perusahaanku, seketika itu juga aku terkesiap.
Darahku seperti berhenti mengalir dan jantungku pun seperti berhenti berdetak, aku terbayang kembali kejadian setahun yang lalu saat kami diperkosa oleh orang orang yang tidak kami kenal.Saat itu tampak kulihat Paul sedang merobek blus hitam Susan dengan pisau, lalu memotong bra nya sehingga buah dada Susan yang besar langsung mencuat ke luar.
Paul tampak sangat bernafsu sekali memandangi payudara Susan yang sudah terbuka itu. Gila Lex.. Toketnya gede banget..!! seru Paul kepada Alex sambil mulai meremas dan menciumi buah dada Susan, tapi saat itu Alex tidak menjawab karena sedang sibuk menciumi kemaluan Susan yang sudah terbuka lebar.
Saat itu tubuh Susan sudah benar benar dalam keadaan bugil, tiba tiba Alex berdiri dan menurunkan resleting celananya sendiri, lalu mengeluarkan batang penisnya, kemudian Alex memposisikan tubuhnya di antara selangkangan Susan, dan mulai menempelkan dan menggesek gesekan kemaluannya di bibir vagina Susan.
Gua sudah nggak tahan lagi ni Ul.. gumam Alex sambil berusaha memasukkan kemaluannya ke dalam liang vagina Susan yang sempit itu, seketika itu juga Susan langsung terbangun karena merasakan sakit yang bukan kepalang di kemaluannya.

Jangann.. Jangan.. Perkosa saya..!! aku kembali menjerit panik.Maaf Lia.. Gua nggak tahan Liat tubuh molek lu.. gumam Paul sambil mulai memainkan kemaluannya di vaginaku, menggesekannya dan sesekali memutar mutarkannya di bibir kemaluanku.
Liaa.. Elu cantik sekali.. Gua masukin sekarang ya.. ceracau Paul sambil mendorongkan batang penisnya ke dalam liang vaginaku.Aku hanya bisa memejamkan mata dan menangis saat kurasakan kemaluan Paul amblas seluruhnya.
Terbenam ke dalam liang kemaluanku.Ougghh.. Ohh.. Sakitt.. Sshh.. Lepasskann..!!Aku merintih pelan berusaha menutupi hasrat birahi yang bergejolak dalam tubuhku, saat Paul mulai memompa tubuhku, menyentak nyentakkan penisnya di dalam vaginaku.
Sehingga membuat tubuhku menggerinjal dan berguncang maju mundur mengikuti irama pompaannya, sementara tangannya dengan kasar merobek-robek kemeja yang ku kenakan, menarik lepas braku dan melemparkannya ke lantai.
Kemudian Paul mulai meremas remas buah dadaku sambil pantatnya tetap bergerak maju-mundur memompa vaginaku.Ohh.. Sshh.. Lepasskann.. Jangann.. Shh.. desahku pelan saat Paul menyetubuhiku dari belakang.
Saat ini posisiku tepat menghadap ke arah Alex yang masih sibuk menggarap tubuh mulus Alfa, penisnya menghujam keluar masuk di dalam lubang kemaluan Alfa, membuat bibir vaginanya berwarna kemerahan akibat terus menerus di gesek oleh kemaluan Alex.
Buah dadanya tampak menggeletar geletar mengikuti gunjangan tubuhnya yang sedang di genjot oleh Alex. Kulihat Alfa mulai membuka matanya dengan perlahan, dia tampak sangat kaget saat itu, raut mukanya menunjukkan ketakutan dan kesakitan yang luar biasa.
Jangan.. Ssakitt.. Ouhh.. Periihh.. Lepaskann..!! seru Alfa sambil menangis dan meronta ronta, tapi Alex malah memompanya dengan semakin cepat dan kasar, batang penisnya tampak keluar masuk dengan cepat di dalam vagina Alfa.
Sementara tubuhnya menghimpit dan menindih tubuh Alfa yang terlentang itu sambil mulutnya berusaha untuk menciumi bibir tipis gadis itu.Toll.. Ongg.. Ssu.. Dd. Ahh.. Lepass.. Kann jerit Alfa dengan nafas tersengal sengal, aku sangat kasihan melihat keadaan dirinya.
Tapi aku juga tidak mampu menolongnya, karena saat ini aku juga sedang diperkosa.. Aku menjulurkan tanganku menggapai tangannya dan menggenggamnya dengan erat, berusaha mengurangi penderitaannya. Cerita Bokep

Aku masih menggenggam tangan Alfa dengan erat saat kurasakan tubuhku makin terguncang dengan hebat, sementara kudengar Paul menggumam pelan..Liaa.. Gua keluar.. sambil tangannya mencengkeram pinggulku dan menyentak nyentakan pantatnya.
Membuat batang penisnya makin dalam tertanam di liang vaginaku.Ughh.. Keluarkan penismu.. Keluarkann penismuu.. Jangan di dalaam..!! jeritku panik. Tapi Paul malah makin dalam menghujamkan batang penisnya ke dalam liang kemaluanku.
Aku hanya bisa menangis dan memejamkan mata, merasakan kepedihan yang amat sangat, saat kurasakan cairan hangat menyembur dan memenuhi liang rahimku.Sorry Li.. Abis tanggung.. sahut Paul tersenyum penuh kemenangan sambil mencabut kemaluannya dari liang vaginaku.
Sementara aku masih menggenggam tangan Alfa saat Alex mulai memacu tubuh gadis itu dengan cepat dan kemudian menghentakkan penisnya dengan kasar di dalam liang vagina Alfa, tubuh Alfa melenting ke atas.
Matanya membeliak dan wajahnya tampak merasakan sakit yang amat sangat, bersamaan dengan itu tubuh Alex mengejang, berejakulasi dan memuntahkan cairan spermanya di dalam liang vagina Alfa.Tidaakk..!! jerit Alfa histeris, saat cairan sperma Alex memenuhi liang rahimnya, tangannya makin kencang menggenggam tanganku sampai akhirnya melemah, tubuhnya lemas, dia tidak bisa lagi menjerit dan meronta.
Alfa hanya bisa menangis tersedu menyesali tragedi yang menimpa dirinya, Alex tertawa puas sambil mencabut kemaluannya dari vagina Alfa.Ughh.. Alfa merintih lirih.. saat kemaluan Alex terlepas dari kemaluannya.
Tampak cairan sperma dan darah perawan Alfa meleleh ke luar dari sela sela bibir vaginanya.Tubuhku sudah sangat lemas saat Paul mengikat kedua pergelangan tanganku, kemudian mengikat kedua belah kakiku ke kaki meja.
Sehingga posisiku kini terbaring tengkurap dengan kedua belah kaki terpentang lebar karena Paul mengikat kaki kiri dan kananku di kaki meja yang berlainan, lalu Paul mengambil meja yang lain dan meletakkannya di sebelah meja tempatku berbaring.

Beberapa saat kemudian Alex membaringkan tubuh bugil Susan yang masih pingsan ke atas meja di sebelah kananku, tubuhnya di baringkan terlentang dengan posisi kedua kakinya menjuntai ke lantai, aku menoleh ke kiri saat ku lihat Paul sedang membaringkan tubuh Aske yang masih pingsan itu ke atas meja di sebelah kiriku.
Dan mengikat kedua belah kaki Aske ke kaki meja, posisinya terlentang dengan kedua kaki terpentang sehingga selangkangannya terbuka dengan lebar.Putih banget nih cewek gumam Paul sambil matanya memelototi paha Aske yang putih mulus.
Kemudian dia mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya dan mulai merobek blus putih yang dikenakan Aske, lalu meyelipkan pisaunya ke belahan bra Aske dan memotongnya hingga putus, kini tubuh bagian atas Aske tampak terbuka lebar, memperlihatkan buah dadanya yang putih mulus dengan putingnya yang coklat kemerahan.
Lalu Paul mengarahkan pisaunya ke sela-sela rok span biru yang dikenakan Aske dan mulai merobeknya dari atas hingga bawah, kemudian memotong celana dalam gadis itu dan mencampakkannya ke lantai.
Kini tubuh Aske benar-benar telanjang, hanya tinggal syal birunya saja yang masih melingkar di leher jenjangnya, selangkangannya tampak terbuka lebar memperlihatkan kemaluannya yang di tumbuhi bulu bulu halus di sekitarnya.
Paul berjongkok di sisi gadis itu dan mulai meraba raba bagian vital Aske, mulutnya menciumi dan mengulum bibir Aske yang ranum itu, sementara tangannya meremas remas buah dada Aske sambil sesekali tangannya memilin milin puting gadis itu, tiba tiba kudengar Susan menjerit jerit ketakutan.

Rupanya dia sudah siuman dari pingsannya.Saat itu Susan sedang di kerjai oleh Alex, mungkin Alex masih penasaran karena tadi gagal membobol kegadisan Susan pikirku, nafas Susan telihat tersengal-sengal, matanya membeLiak, sementara mulutnya tidak berhenti menjerit-jerit.
Jangann.. Jangan.. Liaa.. Tolong Susan Li.. Sakiitt..!! jerit Susan sambil tubuhnya meronta berusaha melepaskan diri dari himpitan Alex yang saat itu sedang berusaha memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Susan.
Setengah sudah penis Alex melesak masuk ke dalam liang vagina Susan.Gila luh, punya lu emang benar benar sempit.. ujar Alex sambil terus mendorongkan batang penisnya, membuat Susan makin mengerang kesakitan.
Susan berusaha menarik tubuhnya sendiri ke atas supaya batang penis Alex bisa terlepas dari kemaluannya, tapi rupanya Alex sudah sangat bernafsu, ditariknya pinggang Susan ke arah tubuhnya, lalu Alex menghentakkan pantatnya ke arah depan.
Dengan sekali hujam amblaslah kemaluannya ke dalam lubang kemaluan Susan.Tidak..!! Lepasskan sayaa.. Tolongg..!! jerit Susan melolong kesakitan tubuhnya melenting ke atas dan tangannya mencengkeram bibir meja dengan keras.
Tubuhnya mulai terguncang guncang dengan keras saat Alex mulai memompakan batang penisnya ke dalam kemaluan Susan sambil tangannya meremas-remas payudara Susan dengan kasar, gadis itu memalingkan mukanya ke arahku.
Sepertinya dia tidak sudi menatap wajah orang yang sedang memperkosanya itu. Susan menatapku air matanya menetes dari matanya yang sayu, rambutnya yang panjang tergerai tidak karuan, sebagian menutupi wajahnya.
Sshh.. Liaa.. Sakiitt gumam Susan lirih sambil menatap ke arahku dengan pandangan yang nanar dan putus asa, sepertinya Susan masih tidak percaya kalau saat ini kegadisannya telah terenggut, sesekali matanya terpejam menahan sakit.

Saat Alex terus menghujamkan batang penisnya dan memompanya dengan kasar.Sementara di sebelah kiriku, Paul masih sibuk menggerayangi tubuh mulus Aske, melumat bibirnya, mengulum dan sesekali menggigit puting buah dadanya.
Lalu Paul berdiri dan memposisikan tubuhnya di antara selangkangan Aske, mengeluarkan kemaluannya dan mulai mengesek-gesekannya ke bibir kemaluan gadis itu.Dari dulu gua sudah ingin nidurin luh, makanya jangan sombong, gua jebol vagina lu sekarang..!! gumam Paul sambil memandangi wajah Aske yang cantik.
Lalu Paul meludahi telapak tangannya sendiri dan mengurapinya ke kepala penisnya, kemudian dia mulai mengarahkan batang kemaluannya yang sudah licin itu ke dalam vagina Aske dan mendorongnya dengan perlahan.
Batang penis Paul masuk sedikit demi sedikit sampai akhirnya amblas seluruhnya ke dalam liang kewanitaan Aske, raut muka Paul tampak menunjukkan kenikmatan yang luar biasa, saat seluruh batang penisnya terbenam di liang kemaluan gadis itu.
Matanya sampai terpejam sementara tangannya menarik syal yang melilit di leher jenjang Aske.Oughh.. Ssakitt.. gumam Aske mulai tersadar dari pingsannya.

Post Terkait