cerita bokep

Cerita Dewasa Gara-Gara Kunci Kamar Dibawa Teman

Ketika itu aku masih kuliah di PTS di pulau Jawa. aku tinggal di suatu rumah dimana dalam 1 lantai ada beberapa kamar yg dihuni oleh aku dan teman2ku. suatu saat, salah satu temanku dikunjungi oleh 2 orang adiknya yg ingin berkunjung dan jalan2 dikota kami. beruntungnya bagi kami penghuni lantai 2 tsb adalah bahwa adik2nya temanku itu adalah 2 cewek yg sangat2 cantik. yg pertama sebut saja N, berumur 17 tahun, masih sma sedangkan yg kedua, sebut saja C, masih smp dan berumur 14 tahun. Teman2ku seringkali mencuri2 pandang ke arah N karena memang tubuh N memang sangat sintal danmenggoda birahi kami mahasiswa2 tuna susila.

Tapi entah kenapa, aku sangat tertarik dengan C dan sepertinya C juga tertarik dgn aku sebab C sering kutangkap basah sedang melirik aku dengan genit dan malu2. Senyum malunya ketika ku tangkap basah sedang melirik aku semakin membuat nafsuku membara dan membuatku utk berniat ngobrol dengannya. Sore itu aku berkesempatan ngobrol dengannya, yahh rada susah juga ngobrol dengan anak SMP sedangkan aku yg sudah kuliah ini tapi ya sudah asal ku bisa melihat C dari dekat maksudku adalah, aku ingin mengingat wajah dan keindahan tubuhnya sehingga malam nanti aku bisa onani.

Tapi ternyata gayung bersambut, C sangat antusias dengan obrolan basi yg aku suguhkan sehingga aku pun segera berniat untuk melakukan kontak fisik dengannya. Aku mulai dengan mencubit lengannya dan ngelitikin pinggangnya. Wahh. semakin ku sentuh kulitnya, semakin keras pula otongku jadinya. Rasanya ingin segera ku kocok burung kekarku ini tapi sudahlah ku tahan dulu. orang sabar banyak rejeki kataorang2..

Setelah puas menggrepe2 C, lalu kita pun bubar, dia kembali ke kamar temanku itu bersama kakaknya sementara aku pun kembali ke kamarku. Ahhhh bikin tugas rada males, maklumlah hari ini hari jumat besok sajalah pikirku. Lalu aku pun menyalakan laptopku dan segera bermainmain dengan Photoshop. iseng saja aku mengedit foto2 aku dan anak2 kost. walaupun kita laki2 tulen dan suka berkunjungke panti pijat plus plus, tapi aku dan anak2 memang suka foto2.. no nude loh tapinya.

Tanpa terasa malam telah tiba dan ketika aku lagi asik2nya mengedit foto anak2,
tiba2 ku dengar pintu kamarku ada yg mengetuk lalu ada yg manggil, mas
lagi di kamar ga? terdengar suara lembut bertanya.
wah, siapa nih yg nyariin.. pikirku. Kubuka pintu dan berdiri C didepan
kamarku, dia mengenakan celana pendek ketat dgn tanktop tanpa bh. terlihat sembulan
payudaranya yg tidak begitu besar (maklum masih smp), dan kulihat betapa mulus kulit
putihnya, lehernya dan punggungnya
masuk masuk kataku dengan cepat. pikiranku langsung mesum, wah kesempatan
nih kataku dalam hati.
lagi ngapain mas, kok ngga jalan2 sama anak2 yg lain? C bertanya. ahh ngga, lagi
males aja keluar kostan aku lagi isengin foto anak2, mau lihat? kataku. liat
dong mas katanya begitu antusias.

Cerita Seks. Aku pun segera duduk di depan laptopku, dan menunjukkan hasil foto anak2 yg sudah
ku isengin.. dia pun tertawa melihat foto2 hasil keisenganku itu. lalu ku suruh dia duduk jadi biar aku saja yg berdiri (aku cuma punya 1 kursi di kamarku). tanpa kuduga C malah
berkata, aku dipangku mas aja deh, biar sama2 bisa duduk.
ok boleh juga, kataku semangat.
Ketika pantatnya duduk di pahaku.. ahhhhhh enak sekali rasanya burungku segera
mengeras, dan diapun merasakan itu walaupun dia tidak bilang apa2. dek bangun sebentar deh kataku (maklum posisi burungku yg rada kejepit) lalu ku
betulkan posisi burungku yg sudah menggeliat itu, lalu dia pun ku pangku lagi.
Sekarang pas sekali posisi burungku berada di belahan pantatnya dia.
Dari belakang dia ku ajari berbagai trik photoshop. setiap kali ku berbicara, aku
bisikkan trik2nya ke kupingnya dia sehingga aku bisa mencium bau wangi badannya

Dan setelah beberapa menit, kuberanikan diri utk memeluk dirinya dari belakang, dan
melihat C yg tidak menolak, aku lalu memberanikan diri utk merayunya. kamu kok
wangi sekali dik? kataku sambil mencium leher dan pipinya. Dia hanya tersenyum
malu dan tidak menjawab. Lalu ketika dia menengok ke arah ku, aku pun dengan segera
melumat bibirnya yg mungil dan berwarna pink itu ohhh nikmat sekali bibir C ini.
begitu lembut dan begitu mungil.. sambil mencium bibirnya, tanganku segera
meremasremas payudaranya yg baru mulai tumbuh itu. kurasakan burungku sudah
keras sekali, dan dengan segera tubuh C segera ku goyang2kan maju dan mundur shg aku
bisa merasakan gesekan nikmat di burungku ini. setelah itu ku buka tanktop, kulihat betapa ranum badan C ini kulit putihnya smakin membuat nafsuku menggila
lalu kubuka celana pendek ketatnya itu dan kulihat vaginanya yg berwarna pink tanpa
ditumbuhi sehelai rambut pun. wahhhhhhhhhhhhhhh..

Setelah kuciumi seluruh badannya, aku pun langsung menciumi lubang kenikmatan itu
dan kulihat C menutup mata dan menggeliat keenakan enak dik? tanyaku. enak
banget mas. sahutnya singkat. Setelah menciumi vaginanya, aku pun segera mengambil posisi..

ku tindih badannya dan kulumat kembali bibirnya sementara tangan kananku memegang burungku yg sudah berada di depan vaginanya. Sambil terus kucium, kumasukkan burungku
perlahanlahan. walaupun Vnya sudah basah, namun palkon ku yg rada besar ini mengalami kesulitan utk masuk ke dalam. kupaksa sedikit, lalu awwww sakit
mas katanya sembari meringis kesakitan. iya gapapa, sakit sedikit sekarang
tapi nanti enak kok dik kataku sembari terus kusodok ke dalam vaginanya dan ku
goyang maju mundur.. ohhhhhh enak sekali vaginanya C ini begitu ketat dan
hangat, belum pernah kurasakan vagina seperti ini sebelumnya.

akhirnya burungku bisa masuk seluruhnya kedalam vaginanya dan C juga tidak lagi berkata sakit. sambil kutindih dan kupeluk tubuhnya, kucium bibirnya dan terus ku gerakkan burungku keluar masuk vaginanya rada2 susah bagi burungku utk gerak maju mundur karena vagina C ini masih ketat sekali rasanya, dan nikmatnya bener2 tidak ketulungan.

Cerita 17 tahun Entah C klimaks atau tidak, tapi yg jelas aku sudah tidak tahan ingin ngecrot yg
sebanyakbanyaknya karena tidak terasa sudah 15 menit lebih kami bercinta
kulihat ke arah vaginanya, dan kulihat ada sedikit darah di burungku dan di sprei
kasur pasti darah keperawanannya pikirku.
dik, mau udahan apa terus? tanyaku. terserah mas aja deh. katanya. ya sudah,
aku memutuskan utk ngecrot saja sebentar lagi.

Aku pun mempercepat gerakan maju mundurku sehingga aku bisa ngecrot. dik, kamu
udah pernah mens belum? tanyaku. udah mas. jawabnya sambil kembali menutup mata
dan menggigit bibirku lagi wah, bisa hamil nih kalo di keluarin di dalem
pikirku.

Maksudku utk mengambil kondom sebelum aku ngecrot ternyata tidak kesampean sebab
tiba2 CROOOOOOOOOOOTTTTT. CROOTTTT CROTTTTT.. ahhhhhhhhhhh.
CROTT CROT.. spermaku menyembur dengan ganasnya di dalam vagina C kulihat ada kenikmatan diwajah C, dan kurasakan hangatnya vagina C setelah kusembur dgn spermaku.. enak dik? tanyaku. enak bgt mas katanya sembari tersenyum malu. Lalu kupeluk tubuhnya dgn erat dan kucium bibirnya kembali.
Lelah sekali rasanya dan bbrp menit setelah klimaks, kami berdua masih berpelukan
ditempat tidur.. uuhhhh.. lemas sekali, belum pernah aku bercinta sampai
selemas ini sebelumnya.

sepintas ada kecemasan dlm pikiranku, wah bagaimana kalo nanti C hamil nih?
tanyaku dalam hati.. namun kecemasan itu tidak berlangsung lama karena C menciumku dengan lembut dan perasaan enak, puas, dan nafsu yg terpuaskan semuanya tercampur
jadi satu dalam ciuman itu.

dik, jangan bilang sama kakak kamu ya. mas bisa dimarahin nanti. pintaku. iya
mas, aku ngga bilang sama siapa2. katanya dgn cepat.
setelah beberapa menit, kucabut burungku yg masih berada dalam vaginanya, lalu aku
berdiri di samping tempat tidur, sementara C masih dalam posisi berbaring, lalu
ku dekatkan burungku ke mulutnya. dia terlihat bingung, oh iya aku lupa,
C masih SMP kataku dalam hati. dik, emutin burung mas yah, mau kan? enak
kok rasanya tapi jangan digigit yah! pintaku. tanpa banyak protes, dia pun
langsung mengulum burungku dengan lahapnya.
Setelah beberapa menit, udah dik.. udah cukup. kataku. setelah kulihat jam, aku
baru menyadari bahwa sebentar lagi anak2 bakal balik ke kostan. harus cepet2 pake
baju nih, kalo ketauan bisa gawat.

Kami pun segera mengenakan baju masing2 dan lalu berpelukan sambil nonton tv. tidak
lama setelah itu terdengar suara2 brisik anak2 yg sudah kembali dari jalan2.
Nyet, gw bawain nasi goreng nih. blm makan kan lo? salah satu temanku berkata
dari teras lantai 2 kostan kami aku dan C pun segera bangun dan keluar kamar
sambil menyambut mereka yg baru balik jalan2. tidak ada kecurigaan dari mereka yg
melihat kami berdua keluar dari kamar dengan wajah sedikit lelah yahh untunglah,ternyata semua berjalan lancar sesuai dengan rencana. kataku dalam hati sambil tersenyum puas. dan kulihat C melirikku sambil tersenyum simpul seperti biasa

Cerita Seks Namaku Hendriansyah, biasa dipanggil Hendri.Saat ini aku kuliah di salah satu Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata yang terjadi terjadi saat aku masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa Timur.Saat itu aku tinggal di sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku tinggalah seorang wanita, Nia Ramawati namanya, tapi ia biasa dipanggil Ninik. Usianya saat itu sekitar 24 tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak Ninik. Ia bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Sarah Vi, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu. Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah buah dadanya yang indah. Kirakira ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing. Keindahan tubuh Mbak Ninik tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremasremas pantatnya yang aduhai itu. Bahkan jika Mbak Ninik memintaku mencium pantatnya akan kulakukan.

Satu hal lagi yang membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang merah. Ingin sekali aku mencium bibir yang merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan keindahan tubuhnya.Setiap pagi saat menyapu teras rumahnya, Mbak Ninik selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek.Jika ia sedang menunduk, sering kali aku melihat bayangan celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu penisku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah pasti ia tidak memakai celana dalam. Kemudian aku membayangkan bagaimana ya tubuh Mbak Ninik jika sedang bugil, rambut vaginanya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu penisku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Mbak Ninik. Terutama bagian pantat, buah dada dan vaginanya, akan kujilati sampai puas. Malam itu, aku pergi ke rumah Ferri, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Baron, temanku yang main drum.

Cerita Dewasa Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah. Waduh kunci terbawa Baron, ucapku dalam hati. Padahal rumah Baron cukup jauh juga.Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah Ferri tentu tidak sopan. Terpaksa aku tidur di teras rumah, ya itungitung sambil jaga malam. Lho masih di luar Hen.. Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak Ninik baru pulang. Eh iya.. Mbak Ninik juga baru pulang, ucapku membalas sapaannya. Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun, jawabnya. Kok kamu tidur di luar Hen. Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk, jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Mbak Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Mbak Ninik membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksapaksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan. Kenapa Mbak, pintunya macet.. Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya. jawab Mbak Ninik. Kamu bisa membukanya, Hen. lanjutnya. Coba Mbak, saya bantu. jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku.

Aku mulai bergaya, ya sedikitsedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Kletek.. kletek akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega. Wah pinter juga kamu Hen, belajar dari mana. Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya saudaranya Mc Gayver, ucapku bercanda. Terima kasih ya Hen, ucap Mbak Ninik sambil masuk rumah. Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian. Mbak Ninik keluar dan menghampiriku. Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Hen, kata Mbak Ninik. Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, jawabku basabasi. Nanti sakit lho.

Ayo masuk saja, nggak apaapa kok.. ayo. Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan. Mbak, saya tidur di kursi saja. Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu. Ini bantal dan selimutnya Hen. Aku tersentak kaget melihat Mbak Ninik datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek. Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju, ujarku. Oh nggak papa Hen, telanjang juga nggak papa. Benar Mbak, aku telanjang nggak papa, ujarku menggoda. Nggak papa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku, kata Mbak Ninik sambil masuk kamar. Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Ninik hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Ninik.

Cerita 17 tahun Apalagi ia tidak mengenakan apaapa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Mbak Ninik. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Ninik tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya. Kurang hangat selimutnya Hen, kata Mbak Ninik. Iya Mbak, mana selimut yang hangat, jawabku memberanikan diri. Ini di sini, kata Mbak Ninik sambil menunjuk tempat tidurnya. Aku berlagak bingung dan heran.

Namun aku mengerti Mbak Ninik ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku.., Pikiranku melayang kemanamana. Hal itu membuat penisku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Mbak Ninik yang tertutup kain tipis itu. Sudah jangan bengong, ayo sini naik, kata Mbak Ninik. Eit, katanya tadi mau telanjang, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik, kata Mbak Ninik saat aku hendak naik ranjangnya. Kali ini aku benarbenar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu penisku sudah berdiri. Ouww, punyamu sudah berdiri Hen, kedinginan ya, ingin yang hangat, katanya.

Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Mbak juga dong, kataku. OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku. Kembali aku kaget dibuatnya, aku benarbenar tidak mengira Mbak Ninik mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan penis berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Mbak Ninik penisku sudah berdiri. Ayo bukalah bajuku, kata Mbak Ninik. Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benarbenar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat wanita bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini. Setelah Mbak Ninik benarbenar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremasremas buah dada Mbak Ninik yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya.

Puting susunya kuhisap dalamdalam. Mbak Ninik rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri. Oh, Hen nikmat sekali rasanya.. Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak Ninik. Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremasremas pantat Mbak Ninik. Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremasremas. Setelah puas menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak Ninik yang merah. Hen, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya, katanya. Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti yang kulihat di film blue, jawabku. Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Ninik. Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang vagina Mbak Ninik. Bulu vaginanya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur.

Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremasremas pantat Mbak Ninik. Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak Ninik. Naik ranjang yuk, ucap Mbak Ninik. Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Ninik tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada yang menantang dan bulu vaginanya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati vagina Mbak Ninik. Vagina itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum. Mungkin Mbak Ninik rajin merawat vaginanya. Saat kubuka vaginanya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak Ninik menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat. Masih belum puas menjilatinya Hen. Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati. Ganti yang lebih nikmat dong. Tanpa basabasi kubuka paha mulus Mbak Ninik yang agak menutup.

Kuraba sebentar bulu yang menutupi vaginanya. Kemudian sambil memegang penisku yang berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke dalam vagina Mbak Ninik. Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah.. Terus Hen, masukkan sampai habis.. ah.. ah.. Aku terus memasukkan penisku hingga habis. Ternyata penisku yang 17 cm itu masuk semua ke dalam vagina Mbak Ninik. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur. Mbak Ninik.. Nikmaat.. oh.. nikmaattt seekaliii.. ah.. Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak Ninik semakin menggeliat keasyikan. Oh.. ah.. nikmaatt.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah.. Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak Ninik memintaku menarik penis. Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu penisku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Mbak Ninik memegang kendali permainan. Diremasnya penisku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak Ninik.

Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti vagina yang ada lidahnya. Setelah puas mengulum penisku, ia mulai mengarahkan penisku hingga tepat di bawah vaginanya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga penisku habis masuk ke dalam vaginanya. Oh.. Mbak Ninik.. nikmaaatt sekali.. hangat dan oh.. Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremasremas buah dada Mbak Ninik. Jika ia menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak Ninik. Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah.. Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah Mbak Ninik rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan vagina Mbak Ninik mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak Ninik disertai dengan pinggulnya yang bergoyang.

Aku merasa penisku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat. Mbak Ninik.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt.. Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk.. nikmaaatt.. Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Ninik melepas penisku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan penisku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Mbak Ninik kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati. Hen, ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih, kata Mbak Ninik.

Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman penisku. Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan, jawabku. Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan penisku tepat di lubang vaginanya. Selanjutnya penisku menghunjam dengan ganas vagina Mbak Ninik. Nikmat sekali rasanya saat penisku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras. Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt Hen.. terus.. lebih keras Hen Mbak Ninik.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii.. Kembali aku meraskan cairan hangat dari vagina Mbak Ninik membasahi penisku. Cairan itu membuat vagina Mbak Ninik bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan penisku maju mundur.

Mbak Ninik berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama. Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi.. Kutarik penisku keluar dari lubang duburnya dan dari penisku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Mbak Ninik yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung penisku yang sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung penisku menyentuh pantat Mbak Ninik. Oh, Mbak Ninik.. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Mbak benerbener hebat.. Kamu juga Hen, penismu hebat.. hangat dan nikmat.. Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi.

Kamu nggak sekolah Hen, tanya Mbak Ninik. Sudah terlambat, Mbak Ninik tidak bekerja. Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang.. Kemudian Mbak Ninik pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Ninik tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Baron dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan permainan nikmat dengan seorang wanita. Kini saat aku kuliah dan bekerja di Denpasar, aku masih sering mengingat saat itu. Jika kebetulan pulang ke Jember, aku selalu mampir ke rumah Mbak Ninik dan kembali menikmati permainan nikmat. Untung sekarang ia sudah pindah, jadi kalau aku tidur di rumah Mbak Ninik, orang tuaku tidak tahu. Kubilang aku tidur di rumah teman SMA. Sekali lagi ini adalah kisah nyata dan benarbenar terjadi.

Post Terkait