cerita bokep

Bu Sandra Yang Aduhai

Cerita ini bermula saat aku sedang menginap di salah satu hotel di Semarang karena tugas kantor. Pas hari kedua sekitar jam 7 malam aku bermaksud keluar hotel untuk mencari makan malam. Tahu sendiri khan kalau makan di hotel selain rasanya kurang enak juga harganya mahal. Nah pada saat menunggu lift untuk turun tiba-tiba saja pintu lift terbuka dan aku kaget sekali didalam lift ada orang laki berusaha mencium seorang perempuan.

Mereka kaget juga karena tiba-tiba pintu terbuka dan aku tidak kalah kagetnya karena ternyata yang perempuan adalah Bu Sandra tetangga sebelah persis rumahku sedangkan yang pria aku tidak mengenalnya. Namun karena suasananya seperti itu aku pura-pura tidak mengenal Bu Sandra demikian juga dengan Bu Sandranya. Situasinya benar-benar kikuk.

Saat mereka berdua keluar lift sambil minta maaf akupun juga minta maaf ke mereka sambil buru-buru masuk lift untuk turun. Aku heran juga kenapa Bu Sandra ada di hotel ini. Sekitar jam 9 malam aku balik hotel dan langsung menuju kamarku sambil masih bertanya-tanya dalam hati siapa pria yang mencium Bu Sandra itu. Padahal Bu Sandra kan istrinya Pak Yadi, tetanggaku yang sering ngajak aku main catur dirumahnya.

Oh ya Pak Yadi tetanggaku yang baru sekitar 2 tahunan kontrak di sebelah rumah. Orrangnya sudah lanjut usia dan karena stroke menggunakan kursi roda. Katanya sih sudah lebih dari 10 tahun dia menggunakan kursi roda. Usia Bu Sandra ini sekitar 48 tahun. Orangnya cantik anggun tapi agak pendiam.

Baca Juga: Suami Istri Yang Romantis

Sekitar jam 9 malam tiba-tiba telpon di kamarku berdering. Ketika aku angkat ternyata itu dari Bu Sandra. Rupanya Bu Sandra tahu nomor kamarku melalui receptionist hotel. Dia mau menemui aku dikamarku.

Tak berapa lama kemudian pintu kamarku terdengar diketuk beberapa kali dan aku beranjak untuk membuka pintu. Begitu terbuka aku lihat Bu Lusi dan aku persilahkan masuk ke dalam kamar. Saat itu Bu Sandra kulihat mengenakan rok panjang dengan atasan kemeja lengan panjang warna putih. Dia terlihat begitu anggun dan cantik sekali.

Bu Sandra langsung duduk dipinggir tempat tidur dan aku duduk di kursi saling berhadapan. Aku lihat Bu Sandra gelisah dan dari wajahnya ada sedikit ketakutan. Belum sempat aku berkata sepatah katapun Bu Sandra sudah berkata “Mas Chandra…ibu mohon apa yang tadi mas Chandra lihat jangan disampaikan ke Pak Yadi ya. Ibu mohon banget mas”.

Sambil menatap wajahnya aku langsung berkata “kenapa bu?”. Dia tambah gelisah dan berkata “itu tadi teman SMA ibu yang mengantarkan ibu habis jalan-jalan. Terus di lift tiba-tiba langsung cium ibu”. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku saja tanpa mengucap sepatah katapun. Hal ini semakin membuatnya tambah gelisah.

“Tolong ya mas Chandra….” Bu Sandra menghiba ke aku. Hemmm…aku berpikir situasi ini musti harus kumanfaatkan dengan baik. Langsung saja aku berkata sekenanya aja “Saya tahu ibu bohong sama saya namun saya tidak akan bilang ke Pak Yadi asalkan ibu mengijinkan saya untuk mencium Bu Sandra semuanya”.

Bu Sandra diam tak menjawab sehabis aku berkata seperti itu. Dia hanya menunduk saja seolah tak punya pilihan lain. Aku kemudian berdiri menghampirinya dan kemudian duduk disampingnya dipinggiran tempat tidur. Karena Bu Sandra diam saja, maka aku berdiri lagi sambil berkata “Kalau ibu tidak mau ya sudah” namun langsung dipegangnya tanganku supaya jangan pergi sambil berkata “Jangan mas….jangan dilaporin ke Pak Yadi mas….”. Aku kemudian duduk lagi disampingnya. Lama dia tak berkata sepatah katapun hingga Aku kemudian nekat meraih bahunya supaya Bu Sandra duduknya bisa menghadap ke arahku dan kami kemudian saling pandang.

Melihat wajahnya yang pasrah tak berdaya aku beranikan langsung mengusap lembut pipinya. Mata Bu Sandra kemudian terpejam pasrah seolah tak berdaya karena tidak punya pilihan lain kecuali menuruti keinginanku.

Pelan-pelan kemudian aku buka kancing baju depannya satu demi satu. Aku buka kancing bagian dadanya sehingga terlihatlah bra yang dikenakannya. Aku usap-usap buah dadanya yang masih tertutup bra dan aku tanggalkan kemejanya seluruhnya sehingga tampak olehkukeseluruhan bra nya yang menutupi buah dadanya. Melihat ukuran bra yang dikenakannya besar aku yakin buah dadanya juga pasti besar. Aku kemudian susupkan tanganku lembut ke dalam bra nya dari bawah dan dengan pelan-pelan aku usap-usap dan remas-remas buah dadanya sekaligus mengusap-usap putingnya.

Bu Sandra tetap diam saja, matanya terus terpejam benar-benar pasrah. Tanganku kemudian meraih punggungnya untuk melepas kaitan bra nya. Pelan-pelan kemudian aku lepaskan bra-nya sehingga sekarang tampak olehku buah dada Bu Sandra tanpa tertutupi bra. Benar seperti yang aku duga sebelumnya, buah dada Bu Sandra besar banget. Walaupun sudah gak kencang lagi dan agak kendor tapi buatku masih tampak menggemaskan dan menggiurkan.

Aku kemudian pelan-pelan meremas buah dadanya dengan lembut dan juga mengusap-usap putingnya yang hitam dan besar. Aku usap-usap putingnya dan putar-putar lembut putingnya dengan jariku. Aku mendengar sepintas Bu Sandra sedikit mengerang “eggghhhhhh…..ehhhhhh….” sambil mulutnya mengatup rapat seolah menahan rangsangan dariku.

Sedikit demi sedikit aku rasakan puting Bu Sandra semakin membesar dan mengeras. Aku lihat Bu Sandra seolah gelisahmenahan rasa geli yang nikmat. Kemudian pelan-pelan aku mulai ciumi lembut buah dadanya. Aku ciumi dan jilati bulatan buah dadanya dan pelan-pelan kemudian aku kulum putingnya.

Aku isep-isep lembut putingnya yang sebelah kiri dan yang sebelah kanan aku putar-putar dengan jariku. Bu Sandra kepalanya mendongak sambil mendesah “eggghhhhhhhh…….ehhhhhh….”. Aku terus mengulum putingnya dan lidahku mengusap-usap menjilati putingnya. Aku putar-putar lembut putingnya dengan lidahku sehingga membuat Bu Sandra semakin mengerang dan mendesah “aggghhhhh….ohhhhh….”. Nggak lama kemudian Bu Sandra berkata lirih “Sudah ya Mas Chandra…eghhhhh…ohhhh….sudah mas..”.

Mendengar Bu Sandra berkata seperti itu aku berhenti menciumi buah dada dan putingnya. Aku tidak tahu maksud Bu Sandra berkata seperti itu karena memang memintaku untuk berhenti atau karena dia sudah gak tahan dengan rangsanganku. Aku pandangi wajahnya dan dengan agak kecewa kemudian aku berkata lembut “Terserah Bu Sandra kalau Bu Sandra nggak mau”.

Aku kemudian berdiri seolah akan meninggalkannya. Namun sesaat sebelum aku berdiri tangan Bu Sandra kembali memegang tanganku sambil berkata “Mas Chandra…Bu Sandra mohon banget…”. Aku kemudian duduk lagi dan pandangi wajahnya tanpa berkata sepatah katapun. Aku tahu Bu Sandra sudah tak punya pilihan lagi sehingga aku bukannya menjawab apa yang dikatakannya namun malah memegang bahunya untuk aku rebahkan di tempat tidur. Posisi Bu Sandra saat itu badannya rebah di tempat tidur sedangkan kakinya masih menekuk berpijak ke lantai.

Aku langsung mencium bibirnya namun Bu Sandra tak merespon ciumanku. Dia hanya diam saja sambil menutup matanya. Pikirku aduhhh…kurang ajar banget Bu Sandra ini. Langsung aku melorot ke arah bawah dan aku buka pahanya. Untungnya Bu Sandra saat itu memakai rok yang longgar sehingga mudah bagiku untuk membuka pahanya.

Begitu pahanya terbuka aku kemudia menyingkap roknya ke atas sehingga tampak olehku celana dalam yang dipakainya berwarna crem. Aku kemudian usap-usap pahanya sekaligus dengan lembut mulai menciumi dan menjilati pahanya. Bu Sandra kudengar mendesah berkali-kali “egghhhh….ehhhhh..ehhhhhh…”.

Aku mulai jilati bagian tengah celana dalamnya. Aku jilati dari bawah ke atas mengikuti belahan memeknya. Aku melakukannya dengan lembut karena tahu bahwa Bu Sandra sudah berusia cukup lanjut sehingga perlu rangsangan ekstra dan tidak bisa buru-buru.

Saat aku jilati lembut bagian tengah celana dalamnya Bu Sandra mendesah “mas….mas Chandra…eghhhhh…ehhhhh…sudah mas…jangan mas….”. Aku sudah tak hiraukan lagi apa yang dikatakannya. Aku langsung saja pelorotkan celana dalamnya sehingga tampak olehku memeknya yang ditumbuhi oleh jembut yang tebal.

Saat berhasil melepas celana dalamnya Bu Sandra menutup rapat pahanya lagi. Namun dengan lembut pula aku renggangkan lagi sehingga pahanya terbuka lagi. Sepintas aku lihat memeknya mulai basah. Sehingga aku kemudian menciumi lagi dengan lembut dan mengusap-usap memeknya dengan lidahku. Dengan lembut aku jilati belahan memeknya, bahkan pelan-pelan aku masukkan ujung lidahku kedalam belahan memeknya.

Bu Sandra terlihat gelisah dan terus mendesah “mas….mas…..sudah ya mas….Ibu malu mas….”. Aku tetap tak pedulikan apa yang dikatakannya. Bahkan lidahku semakin liar menari-nari didalam memeknya. Aku jilati dinding dalam memeknya yang terasa lembut. Sesekali ujung lidahku menyenggol itilnya. Setiap kali ujung lidahku menyentuh itilnya desahan Bu Sandra semakin mengeras dan badannya seolah mendongak.

Aku tetap lembut menjilati memeknya yang terasa wangi baunya. Tak terasa tangan Bu Sandra yang semula rebah di tempat tidur aku rasakan mulai meraih kepalaku. Tadinya setiap kali ujung lidahku menyentuh itilnya ditahannya kepalaku. Namun lama-lama aku rasakan adanya perubahan. Tangannya mulai seolah menekan kepalaku lebih dalam lagi ke arah memeknya setiap kali itilnya tersentuh oleh ujung lidahku. Rupanya Bu Sandra mulai merasakan geli nikmat sehingga saat geli tersebut dia menekan kepalaku agak keras supaya rasa gelinya agak berkurang.

Bu Sandra terus mengerang dan medesah bahkan terdengar semakin lama semakin keras “aohhhhhh….egggghhhhhhh…aghhhhhhhh….”. Tangannya mulai meremas-remas rambutku dengan gemas. Melihat itu aku percepat jilatanku ke memeknya. Aku semakin cepat dan semakin dalam mengaduk-aduk bagian dalam memeknya dengan ujung lidahku.

Sesekali aku test dengan melepas jilatanku namun yang terjadi malah Bu Sandra mengangkat pinggulnya seolah memeknya mencari lidahku. “mas….mas….mas Chandra…aggghhh…..ohhhhhhhhh….”. Aku merasakan gerakannya semakin liar dan kemudian aku raih pinggulnya dan menekan kepalaku ke arah memeknya. Aku tekan mulutku kedalam memeknya dan aku masukkan dalam-dalam ujung lidahku ke dalam memeknya. Tidak lama kemudian aku dengar Bu Sandra seolah meraung panjang “aggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…….masssssssss……”. Jelas itu tanda Bu Sandra telah mencapai orgasme karena badannya mengejang dan kemudian terkulai lemas.

Melihat itu aku berhenti menjilati memeknya dan aku kemudian membiarkannya sesaat supaya Bu Sandra bisa menikmati orgasmenya. Aku kemudian berdiri dan melihat mata Bu Sandra terpejam seolah tak berdaya. Aku langsung naik tempat tidur dan berbaring disamping Bu Sandra. Aku lihat nafas Bu Sandra terengah-engah. Aku peluk Bu Sandra mesra sambil kecup bibirnya. Bu Sandra kulihat membuka matanya dan mata kami saling berpandangan.

Sebelum sempat berkata apapun aku langsung belai pipinya dan berkata lembut “Maafkan saya Bu…..saya sayang Ibu dan mengagumi Ibu dari dulu”. Bu Sandra tidak menjawab hanya diam saja. Melihat itu pelan-pelan aku peluk Bu Sandra sambil menyusupkan kepalaku ke arahnya. Kami sama-sama diam untuk beberapa saat.

Beberapa saat kemudian aku dengar Bu Sandra berkata ” Mas Chandra…….”. Aku menjawab “iya bu….” Sambil menatap wajahnya. Bu Sandra kemudian bertanya “Kenapa Mas Chandra sayang sama ibu?”. Aku menjawab apa adanya “Saya juga nggak tahu bu….tapi saya kalau melihat ibu rasanya ingin banget bisa disayang oleh ibu”.

Bu Sandra sesaat memandangi wajahku dan tiba-tiba tanpa aku duga Bu Sandra kemudian membelai rambutku dengan lembut. Kami saling berpandangan dan kemudian aku cium bibirnya dengan mesra. Sekarang aku rasakan Bu Sandra mulai merespon ciumanku dengan ikut mengecup bibirku. Kami tidak lama berciuman karena aku juga tidak mau merusak suasana yang sudah berubah menjadi lebih baik. Bu Sandra sekarang seolah mulai bisa menerima kehadiranku.

Aku tetap memeluk Bu Sandra dengan lembut dan sesekali aku bermanja-manja dengan menciumi lengannya. Bu Sandra membiarkanku menciumi lengannya dan bahkan sesekali membelai rambutku seolah aku ini anak kecil. Dia membiarkanku untuk mengusap-usap buah dadanya. Aku sangat menikmatinya sampai-sampai aku memejamkan mata karena menikmatinya.

Tiba-tiba aku dengar Bu Sandra berkata “Mas Chandra….”. Aku jawab “ya bu….”. Dia melanjutkan “Mas Chandra tahu nggak…seumur-umur Ibu belum pernah merasakan itu ibu diciumi seperti tadi. Bahkan tadi ibu sampai orgasme. Apa mas Chandra nggak jijik?”. Aku jawab “nggak bu…saya suka banget kok bu”. Ehhhh…tiba-tiba dia mencubit pipiku sambil berkata “mas Chandra nakal banget”. Aku tidak menjawab namun hanya tersenyum saja dan memeluknya lebih erat.

Kemudian Bu Sandra bertanya lagi “Mas Chandra…apa yang mas Chandra inginkan lagi dari ibu?”. Sambil pandangi wajah Bu Sandra aku kemudian menjawab “Bu Sandra…sebenarnya saya berharap banget bisa menyetubuhi ibu. Namun saya tidak berani memintanya. Takut ibu marah”. Aku menjawab seperti itu dengan perasaan agak takut. Takut bila kemudian dia berubah pikiran dan malah marah besar ke aku. Namun di luar dugaanku dia ternyata tidak marah dan berkata “Ibu ini sudah tua mas…apa sih enaknya ml dengan orang yang sudah tua?”.

Aku tak menjawab pertanyaannya namun malah bertanya balik “boleh ya bu, saya mohon dengan sangat bu”. Dia tak menjawab dan memandangi wajahku dengan serius. Tak lama kemudian dia mengganguk sambil berkata “Sekali ini saja ya mas dan pelan-pelan ya mas. Ibu sudah lama tidak pernah ml soalnya”. Begitu dia menjawab seperti itu, aku kemudian melepas bajuku seluruhnya sehingga aku telanjang bulat. Aku kemudian dengan lembut melepas rok nya sehingga kami berdua telanjang bulat.

Pelan-pelan kemudian aku mengambil posisi di atas tubuhnya yang telentang ditempat tidur. Aku ciumi bibirnya pelan dan remas-remas lembut buah dadanya lagi. Pelan-pelan aku lihat Bu Sandra mulai menutup matanya menikmati remasanku. Aku kemudian cium turun pelan-pelan untuk mulai menjilati putingnya. Nikmat banget rasanya bisa menikmati putingnya lagi.

Bu Sandra mendesah “ahhhhhh….ohhhhhhhhh….ahhhhhhhhh…..”. sambil mulai membelai rambutku. Setelah cukup lama memainkan buah dada dan putingnya aku kemudian turun untuk mulai lagi menjilati memeknya. Aku buka pahanya leba-lebar dan langsung mulai menjilati memeknya lagi. Aku jilati dan usap-usap memeknya yang harum dengan lidahku.

Bu Sandra2

Kurasakan sekarang Bu Sandra agak liar dibanding sebelumnya. Aku putar-putar dengan lembut ujung lidahku di dalam memeknya dan sesekali lidahku menyentuh itilnya. Aku bahkan lumat itilnya didalam mulutku karena itil Bu Sandra ini cukup besar.

Desahannya semakin lama semakin keras “Agghhhhh…mas…..mas……ogggghhhhhh…..”. Badannya menggelinjang naik turun dengan liar. Tak lama kemudian kudengar Bu Sandra berkata “mas……ibu sudah gak tahan…..masukin mas…ohhhhhh….”. Mendengar dia berkata seperti itu dan aku juga merasa memeknya sudah cukup basah maka aku kemudian menindih badannya dan mulai mengarahkan peniku untuk aku gesek-gesekan ke memeknya.

Bu Sandra kemudian berkata sambil mendesah “pelan-pelan ya mas…”. Aku hanya menganggukkan kepalaku. Dengan lembut mulai aku berusaha memasukkan kepala kontolku ke dalam memeknya. Aku sundul-sundul dulu memeknya dengan kepala kontolku. Semakin lama sundulanku semakin dalam masuk ke memeknya. Saat aku merasa kepala kontolku sudah masuk dan jalan memeknya sudah terbuka dengan lembut aku dorong pelan seluruh batang kontolku ke dalam memeknya bleeeesssshhhh…….Ahhhhhh…nikmat sekali rasanya.

Aku lihat Bu Sandra mendongakkan kepalanya sambil mengerang panjang “aaagggggghhhhhhhhh…….” Saat batang kontolku terbenam seluruhnya di memeknya.Aku diamkan sesaat untuk memberi kesempatan Bu Sandra menyesuaikan memeknya dimasuki oleh kontolku. Begitu seluruh kontolku terbenam di dalam memeknya, Bu Sandra mendesah lega “aaahhhhhhh…..” Sambil berkata kalau punyaku kayaknya rasanya besar banget. Mata kami saling berpandangan mesra dan aku kemudian mencium lembut bibirnya.

Kemudian sambil melepas ciumanku aku tarik kontolku dan kembali dorong masuk dengan lembut. Sestiap kali aku dorong masuk kontolku Bu Sandra mendesah “ahhhhhhhh…..ahhhhhhh……aggghhhhh.”. Desahannya begitu menggairahkan.

Aku benar-benar bergairah bisa menyetubuhi Bu Sandra. Walaupun teteknya sudah agak kendor dan sedikit berkeriput namun besar lagipula erangannya sangat menggairahkan. Sehingga pelan-pelan kupercepat gerakan keluar masuk kontolku di dalam memeknya. Bunyi plok….plok….plok….terdengar setiap badanku beradu dengan badan Bu Sandra. Semakin lama semakin cepat dorongan kontolku keluar masuk memeknya. Rasanya aku seperti memompa Bu Sandra saja melalui kontolku.

Bu Sandra mendesah gak karuan “aggghhh…….mas…..mas…..aohhhhhhh….ohhhhhh….” merasakan nikmatnya kontolku mengaduk-aduk memeknya. Keringatku mulai bercucuran karena aku memompa Bu Sandra dengan sekuat tenaga hingga kemudian aku dengar Bu Sandra berkata ‘mas….mas Chandra…ibu mau keluar…agghhh…ohhhhhh…….”. Mendengar itu aku semain percepat mendorong keluar masuk kontolku dan tak lama kemudian Bu Sandra mengerang panjang “aaaagggghhhhhhhhhhhhhhhhhhh…..mass Andre…….maassssssss……….” Sambil peluk punggungku erat.

Aku tahu itu tanda Bu Sandra telah mencapai orgasme, oleh karena itu aku hentikan sodokanku di memek Bu Sandra. Namun kontolku tetap aku benamkan di dalam memek Bu Sandra. Aku merasakan memeknya berkedut-kedut sehingga terasa olehku batang kontolku seolah diremas-remas oleh memeknya. Nikmat banget rasanya.

Selama beberapa saat aku masih tetap menindihnya sambil membiarkan kontolku tetap berada didalam memeknya untuk merasakan memknya yang berkedut-kedut. Setelah agak cukup lama baru kemudian aku bergeser untuk ikut rebah disamping Bu Sandra.

Tak lama kemudian Bu Sandra memelukku sambil berkata “Mas Chandra…ibu orgasme lagi lho, mas Chandra nya malah belum. Punya mas Chandra besar banget lho lagipula sudah lama banget ibu nggak pernah ml. Selama ini ibu hanya melayani Pak Yadi saja tapi tidak pernah bersetubuh langsung dengan Pak Yadi. Tahu sendiri khan kondisinya Pak Yadi”. Aku hanya menganguk saja sambil tersenyum ke Bu Sandra. Aku biarkan untuk beberapa saat Bu Sandra istirahat menikmati orgasmenya sambil aku peluk.

Ehhh..ternyata hanya sebentar kemudian tangan Bu Sandra mengusap kontolku sambil berkata “punya mas Chandra besar banget lho”. Dia kemudian bangkit untuk melihat kontolku dan kemudian rebah lagi sambil berkata “ayo mas masukin lagi biar mas Chandra bisa keluar”.

Mendengar Bu Sandra berkata seperti itu langsung saja aku tindih lagi dan berusaha memasukkan kontolku lagi ke dalam memeknya. Karena sudah gemas dengan Bu Sandra langsung saja aku entot lagi dia. Aku pompa langsung dengan irama tinggi dan agak liar supaya aku bisa juga merasakan orgame. Kembali Bu Sandra mendesah “mas……mas……terus mas….terus mas….”. Ehhh nggak lama kemudian Bu Sandra berkata “mas…..ibu mau keluar lagi massss……aggghhhhh…oggghhhhh…..aggghhhh…”.

Aku memintanya untuk ditahan dulu karena aku juga merasakan geli di kontolku tanda mau menyemprotkan sperma. Semakin kencang aku entot memek Bu Sandra dan kemudian aku merasa benar-benar mau keluar spermaku. Saat itu aku berkata sambil terengah-engah “Bu…. saya juga mau keluar……kita keluarkan bareng ya bu”. Bu Sandra tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian aku mengerang panjang bersamaan dengan Bu Sandra “aggggghhhhhhhhhhhh…….buuuu………..”. Sementara dia juga mengerang “ogggghhhhhhh….massss…….”.

Spermaku menyemprot banyak sekali didalam memeknya dan aku kemudian rebah tak berdaya disampingnya. Kami saling berpelukan mesra sambil menutup mata menikmati orgasme masing-masing. Malam itu akhirnya Bu Sandra tidur di kamar ku hingga pagi hari.

PAGI HARI

Pagi harinya sekitar pukul 5.30 aku terbangun karena mendengar suara klinting-klinting yang ternyata berasal dari Bu Sandra yang sedang mengaduk gula untuk membuat teh hangat. Aku lihat Bu Sandra telah berganti baju mengenakan baju tidur. Rupanya saat subuh dia bangun dan kekamarnya untuk mengambil baju tidur untuk kemudian balik lagi kekamarku.

Kulihat bajunya model kimono transparan dan sepintas dari belakang aku tahu dia tidak mengenakan bra. Melihat aku bangun Bu Sandra menawari aku teh.

“Mas Chandra…ini tehnya sudah ibu buatin”

“Ya bu”

Akupun kemudian beranjak mendekati Bu Sandra untuk mengambil teh hangat. Saat berada persis dibelakangnya langsung aku peluk pinggangnya sambil ciumi rambutnya.

“Aahhhh…mas Chandra…ibu geli lho”

“Bu Sandra….ibu menggairahkan lho pakai baju ini”

Sambil agak kegelian karena aku ciumi tengkuknya Bu Sandra berkata:

“Mas Chandra ada-ada saja”

Sambil tetap peluk dia dari belakang pelan-pelan aku gesek-gesekkan peniku yang tertutup celana kebagian pantatnya. Tanganku kemudian pelan mulai mengusap buah dadanya. Aku susupkan tanganku dari sela-sela belahan depannya dan langsung meremas-remas lembut lembut buah dadanya. Bu Sandra mendesah terangsang:

“Agghhhhh….ehhhhhhh…ehhhhh….massss….massss….”

Aku semakin terangsang dengan desahannya. Pikirku pagi-pagi dingin-dingin seperti ini paling enak ya ngentot. Tangan kananku terus meremas-remas buah dadanya dan kemudian dua jariku mulai memilin lembut putingnya. Aku putar-putar putingnya yang kenyal hingga kemudian akurasakan puting Bu Sandra mulai agak mengeras dan membesar.

Saat desahannya semakin keras aku kemudian berusaha menyusupkan tanganku ke dalam celana dalamnya dari belahan depan bajunya. Tangan kiriku terus meremas lembut buah dadanya sedangkan tangan kananku mengusap-usap memeknya.

Bagian tengahnya aku usap-usap dengan jari tengahku hingga kemudian aku merasakan bahwa memeknya telah mulai basah. Mengetahu hal itu Aku langsung tanggalkan celana dalamnya sekaligus pula menanggalkan pakaianku hinggatelanjang bulat.

Aku kemudian membalikkkan tubuh Bu Sandra supaya kami berdua bisa saling berhadapan. Aku langsung kemudian mengulum bibirnya dengan lembut. Aku kulum dan isep-isep lidahnya dengan liar sedangkan tanganku terus memilin putingnya dari belahan bajunya. Melihat aku sudah telanjang bulat Bu Sandra kemudian berusaha untuk jug membuka bajunya namun aku tahan.

“Jangan dibuka bu…saya lebih suka ibu tetap memakai baju”

Langsung kemudian aku balikkan lagi sehingga posisiku ada dibelakang Bu Sandra lagi. Aku peluk lagi Bu Sandra dari belakang dan dengan lembut aku minta dia untuk agak membungkuk. Sekarang posisi Bu Sandra membungkuk dengan tanggannya berpegangan pada meja yang didepannya persis ada cermin besar. Aku langsung singkap ke atas baju kimononya yang transparan itu hingga ke pinggang untuk memudahkan kontolku menggesek-gesek memeknya dari belakang.

“Masukin ya mas…ibu sudah nggak tahan”

“Iya bu”

Tangan Bu Sandra kemudian meraih kontolku dari balik selangkangannya dan kemudian mengarahkan kontolku untuk masuk ke liang memeknya. Akupun berusaha untuk mendorong kontolku masuk hingga kemudian akhirnya berhasil juga kepala kontolku masuk sebagian ke dalam lubang memeknya.

“Mas Chandra…masukin pelan-pelan ya…”

“Iya bu”

Langsung aku dorong pelan kontolku hingga masuk seluruhnya ke dalam memeknya bleshhhh….

“agghhhhhhhhhh……”

Bu Sandra mendesah panjang saat seluruh batang kontolku masuk kedalam lobang memeknya. Nikmat banget rasanya, aku merasakan kehangatan memeknya menghinggapi seluruh kontolku. Aku dorong keluar masuk kontolku dengan irama yang semakin lama semakin cepat. Aku merasakan memeknya telah basah banget karena makin lama makin lancar saja kontolku keluar masuk memeknya.

“aggghh…..aghhhhhhhh…..massss……mas……..”

Bu Sandra mengerang dan mendesah setiap kali kontolku menusuk masuk tubuhnya melalui lubang memeknya. Aku terus memegangi pinggulnya untuk memudahkan kontolku tetap terarah masuk kedalam memeknya. Hingga kemudian aku mendengar Bu Sandra berkata:

“Mas……aduhhhh mas…..ahhhhhh……ohhhhh……….ibu gak tahan masss…….”

“Iya bu….keluarin saja bu…….saya ingin ibu bisa orgasme.”

Aku menjawab dengan suara agak terengah-engah karena aku memmpompa memek Bu Sandra sekuat tenaga dari belakang. Bunyi suara plok…plok…..plok…….plok…..terdengar setiap kali badanku beradu dengan badan Bu Sandra. Hingga akhirnya kemudian aku mendengar Bu Sandra berteriak sekaligus mengerang panjang:

“mas…..massss………aggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh…………..aohhhhhhhhhh”.

Ahhhhh…..akhirnya Bu Sandra berhasil juga aku puasin dengan dengan cara menyetubuhinya dari belakang. Dia agak lemas terkulai menunduk sambil tangannya tetap berpegangan pada pinggiran meja.

Aku cabut pelan-pelan kontolku dari memeknya dan kemudian aku ajak Bu Sandra untuk berbaring di tempat tidur. Aku ambilkan dia air minum sekalian tisu agar dia bisa mengeringkan memeknya yang basah akibat orgasmenya.Setelah itu kami berbaring bersama sambil pelukan. Aku masih telanjang bulat sedangkan Bu Sandra masih mengenakan baju kimono transparan tanpa bra dan celana dalam.

“Mas Chandra….”

“Iya bu..”

“Mas Chandra nakal banget….ibu dibuat tak berdaya dari semalam”

“he..he…Saya bergairah banget lho bu kalau sama ibu”

“yang bener ahhh..ibu jadi malu lho.’

Bu Sandra berkata seperti itu sambil mengurut kontolku. Dalam hati aku geli juga, katanya malu tapi kontolku di pijat-pijat dan diurut-urut.

“bener kok bu”

Aku pandangi wajahnya saat aku berkata seperti itu. Tanganku mulai nakal lagi dengan meremas-remas lagi buah dadanya. Kemudian aku tarik tali kimononya sehingga terbukalah bagian depan tubuhnya. Tanpa meminta persetujuan lagi aku buka seluruh baju tidurnya dan langsung menindihnya. Aku langsung melorot kebawah dan aku angkat kakinya hingga menekuk ke atas.Aku kemudian jilati lagi memeknya. Kali ini dia akan aku beri sesuatu yang istimewa. Sambil menilati memeknya sesekali aku jilat pula lubang anusnya.

“Aahhhhh masss….ohhhh massss……ohhhhh…….”

Bu Sandra mendesah setiap kali lidahku menjilati anusnya. Dia mendesah nggak karuan setiap kali ujung lidahku bergantian menjilati memek dan anusnya. Hingga akhirnya aku merasa memeknya mulai cukup basah untuk dimasuki kontolku lagi.

Aku kemudian naik ke atas dan langsung mengarahkan kontolku didepan lubang memeknya. Bleeeshhhhhhhh……aku dorong masuk kontolku ke dlam memeknya.

“Aaaaohhhhhhhhhhh……”

Bu Sandra mendesah dengan mulut terbuka sambil agak mendongakkan kepalanya. Sepertinya dia agak menahan karena memeknya tidak pernah dimasuki kontol sebesar punyaku. Aku langsung dorong keluar masuk kontolku di memek Bu Sandra yang masih terasa rapet itu.

“Aggghhhhh…..aggghhhhhhh….aghhhhhh…”

“Aduhhhhh bu….enak banget rasanya bu….”

“Iya mas…..ibu juga merasa enak banget…”

Aku pompa dengan liar Bu Sandra. Kadang hanya kepala kontolku saja yang berkali-kali masuk baru kemudian seluruh batang kontolku aku benamkan seluruhnya di memeknya. Stiap kali kontolku terbenam atau aku tarik dari lubang memeknya aku yakin itilnya pasti tergesek oleh kontolku. Hal ini membuat Bu Sandra ketagihan. Dia memeluk punggungku bahkan kadang meraih pantatku untuk ditekan kebawah agar peniku masuk lagi ke dalam memeknya.

Kami benar-benar liar bersetubuh jauh lebih liar dari semalam hingga kami berdua berkeringat. Setelah kurang lebih sekitar 30 menitan aku dengar Bu Sandra berkata:

“aahhhh mas….Ibu mau keluar lagi mas……aohhhhhh…”

“Tahan sebentar ya bu…saya juga rasanya mau keluar. Kita keluar bareng ya bu…”

“Iya mas….”

Aku langsung percepat memompa Bu Sandra bahkan hunjaman kontolku ke dalam memeknya aku dorong dengan sekuat tenaga.

“Ayo Bu….goyang yang liar bu…..”

“Iya mas……aghhhhhhh…mas…..mas. Andre….”

Dalam kondisi sudah sama-sama mendekati orgasme, aku nakal bertanya kepada Bu Sandra sambil terus menggenjot memeknya.

“Enakkah bu punya Chandra bu….?”

“Enak banget mas……”

“enak mana bu sama punya Pak Yadi….”

“Ohhhhh mass…..enak punya mas Chandra…Ibu belum pernah merasakan yang seperti ini mas..”.

“Benerkah bu….”

“Bener mas aaaggghhhhh…..ohhhhhh…..”

Kemudian aku merasa gak bisa menahan lagi juga demikian dengan Bu Sandra dan akhirnya:

“aggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhh buuuu………”

“ohhhhhhhhh……massssssssss…”

Kami berdua akhirnya orgasme di saat bersamaan. Nikmat banget rasanya. Aku langsung terkulai lemas tak berdaya di samping Bu Sandra. Kami berdua lemas menikmati orgasme. Setelah beberapa saat kemudian Bu Sandra berkata:

“Aduhhhh mas….nikmat banget rasanya. Bu Sandra belum pernah seperti ini lho”

“Apa iya bu..”

“iya mas…belum pernah Bu Sandra pagi-pagi bangun tidur terus ml. Dari dulu ibu ingin seperti ini”

“Belum pernah seperti ini ya bu sama Pak Yadi..”

“Belum mas..khan mas tahu kondisi bapak seperti apa”

“kalau begitu nanti kita sering-sering ya bu seperti ini”

“Ahhh…mas Chandra nakal…”

Kami berdua kemudian saling pelukan lama banget sambil sesekali berciuman dalam kondisi masih sama-sama telanjang bulat. Hingga kemudian menjelang waktunya untuk mandi pagi. Saat selesai mandi dan sudah berpakaian rapi Bu Sandra berkata:

“Mas….ibu nanti siang balik ke Jakarta ya”

“Jam berapa bu..?”

“Dari Hotel berangkat jam 1 siang karena pesawatnya jam 3 sore”

“Ya sudah bu..kalau begitu nanti siang jam 11 saya balik ke hotel nanti saya antar ke bandara”

“Ya sudah nanti saja ya kalau begitu ibu pamitannya”

“Iya bu..’

Akhirnya Bu Sandra kembali ke kamarnya dan akupun ke kantor cabang. Pagi itu aku benar-benar puas banget bisa mengentot sehabis bangun tidur.

SIANG HARI

Sesuai rencana maka sekitar jam 11 siang aku sudah balik lagi ke Hotel untuk mengantarkan Bu Sandra ke bandara. Begitu tiba di Hotel aku langsung menuju kamar Bu Sandra dan setelahdibukakan pintunya aku langsung masuk kamarnya. Kami berdua ngbrol kesana kemari sambil sesekali bermesraan.

“Bu…lebih baik ibu check out sekarang saja biar nanti gak buru-buru. Terus nanti nunggunya di kamar saya saja”

“iya ya…takutnya nanti waktu pas mau bayar antri”

“Ya sudah kalau begitu saya ke kamar saya dulu ya bu”

“iya Mas….”

Akhirnya aku ke kamarku dan Bu Sandra mulai siap-siap untuk check out. Sekitar 30 menitan kemudian aku dengar pintu kamarku di ketuk oleh Bu Sandra. Saat aku buka pintunya aku takjub sekali melihatnya. Bu Sandra terlihat anggun dan dan cantik banget dengan mengenakan rok panjang sampai mata kaki dan atasan lengan panjang dengan selendang di bahunya. Belum lagi harum wanginya yang membuatku bergairah.

“ihhh..ibu cantik banget lho…gemesin”

“ahhh..ada-ada aja mas Chandra ini”

Setelah itu aku bantuin bawa tas nya dan kami duduk ngobrol. Sambil ngobrol aku terus lihatin Bu Sandra lama-lama kontolku tegang juga.

“Mas..Chandra nanti bagaimana ya kalau sudah di Jakarta”

“Iya bu..jangan sampai ketahuan Pak Yadi ya bu”

“Iya mas….”

“Nanti kalau kita ingin ketemuan kita kontaknya pas siang saja ya bu, pas saya ada dikantor”

“iya mas….ibu pasti kangen sama Mas Chandra”

“saya juga pasti kangen sama ibu..”

Akhirnya menjelang jam 12 Bu Sandra mengajakku untuk siap-siap berangkat ke Bandara. Nah saat berdiri aku kemudian memeluknya dan mencium bibirnya. Kami saling mengulum bibir dengan mesra. Rasanya aku masih kangen banget gak mau melepas kepergiannya.

“Bu…..saya masih kangen sama ibu”

“Iya mas…Ibu sebenarnya juga masih kangen sama mas Chandra tapi ibu harus balik Jakarta sekarang”

Aku terus ciumi Bu Sandra sambil tanganku dengan lembut mengusap-usap dadanya yang tertutup oleh bajunya. Aku tahu Bu Sandra ini nafsunya lumayan besar karena Pak Yadi tidak bisa memuaskan sepenuhnya Bu Sandra.

“Mas…ahhhhhhhh……ibu nanti jadi pingin lho, Sudah ah mas”

Aku tak menjawab apa yang dikatakannya, malah aku tarik tangannnya dan aku masukkan ke dalam celanaku biar dia tahu kalau kontolku sudah tegak berdiri. Sambil terus berciuman Bu Sandra meremas-remas kontolku dan tanganku aku susupkan dari balik bajunya langsung meremas juga dengan lembut buah dadanya.

Tanpa buang-buang waktu karena waktu lumayan terbatas, maka aku balik badan Bu Sandra sehingga posisi Bu Sandra membelakangi aku. Aku dorong Bu Sandra agar ke tempat tidur dan aku minta dia untuk nungging di pinggiran tempat tidur. Aku singkap roknya hingga pinggang kemudian aku langsung lepas celana dalamnya. Dari belakang langsung aku jilati memeknya dan lubang anusnya.

“Ahhhhhhh….mas……massss……ohhhhhhh………”

Lubang anusnya aku jilati berkali kali bahkan aku kecup-kecup. Aku lihat Bu Sandra sangat menikmatinya. Setiap kali lidahku menyapu lubang anusnya Bu Sandra mendesah keras

“aahhhhhhhhhhhh…..aduhhhhh massss……..mas……..masssssss…enak banget masssss……”

Setelah cukup lama aku jilati, aku kemudian melepas celanaku. Dalam kondisi masih memakai baju langsung aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Aku dorong kontolku masuk ke dalam memeknya bleesssshhhhhhhhh……..

“aggghhhhhhh…masssss……enak banget mas…..ohhhhhhh……..”

“Iya bu…..saya juga enak banget bu…”

Aku terus dorong kontolku keluar masuk memeknya sambil berdiri memegangi pinggangnya.

“ohhhhh…masss….enak banget mas Chandrae….aaahhhhhhhh…”

“Iya bu….jepit terus bu…..vagi ibu nikmat banget lho bu…sempit banget lho bu….”

“Mas Chandrae……aghhhhhh…..agghhhhhh….”

Bu Sandra mulai liar kata-katanya. Aku semakin liar menyodok-nyodok memek Bu Sandra. Badannya terguncang-guncang setiap kali badanku beradu dengan badannya. Plok…..plok…..plok…..suara terdengar setiap kali badan kami beradu. Hingga sekitar 15 menit kemudian Bu Sandra berkata:

“Mas….ibu mau keluar mas….”

“Iya bu…saya juga mau keluar”

Semakin aku percepat sodokanku di memeknya hingga akhirnya kami mengerang dan mendesah keras bersamaan”

“aagggggghhhhhhhhhhhhhhhh…………….”

Spermaku tumpah memenuhi lubang memeknya. Cepat cepat aku ambil tissu dan begitu aku cabut kontolku aku usap memeknya untuk membersihkan dan mengeringkan memeknya. Kami lantas buru-buru ke kamar mandi untuk mencuci dan siap-siap berangkat ke bandara.

Post Terkait